Hi Kak!

Waktu berlalu, tiupan angin malam membawa kesenduan tersendiri hari ini. Kakak panggilan untuknya, seseorang yang sangat berharga untukku. Laki-laki dengan tinggi 172 cm sangat tinggi kalau di sini, wajah putih dengan alis sangat tebal, dan senyum lesung pipit sebelah kanan.

Pagi ini aku akan bertemu dengan kakak, bersiap dengan segala keribetan wanita pada umumnya, hari butuh waktu 30 menit untukku menyelesaikannya. Aku raih tas selempangku segera keluar dari kamar kos, perjalanan hari ini seperti biasa, akan tetapi tujuan berbeda dari biasanya. Kakak biasanya menungguku di halte pinggir mall yang tidak jauh dari tempat tinggalku, tetapi sekarang aku harus menghampirinya lebih jauh.

Teringat perkataannya setiap dia melihatku. 'Hai, Adik Micky Mouse.' sambil melambaikan tangan kanannya padaku dan tentu senyum lesung pipi kanannya tidak tertinggal. Micky Mouse memang selalu melekat padaku tetapi sejak setahun lalu aku sudah tidak terlalu menginginkannya, tentu Kakak tak akan semudah itu melepaskan panggilan tersebut.

Setelah sampai di halte ke-tiga aku harus berjalan selama 10 menit kembali untuk sampai di tempat Kakak. Hari ini jalanan sangat ramai, aku berjalan sangat santai menikmati kanan dan kiriku sambil bersiul riang lagu favoritku.

Akhirnya sampai di depan tempat pertemuanku dengan Kakak, aku berjalan dengan riang dengan senyum merekah di bibirku. Setelah bertanya dengan petugas yang berjaga disana aku segera menghampiri tempat janjian bertemu kita. Aku merapikan kembali pakaian yang aku kenakan supaya terlihat lebih rapi dan tidak kusut, kemudian aku langkahkan kaki masuk ke dalam.

Di dalam seseorang tersenyum dengan bahagia menyambutku dengan senyum lesung pipi kanannya. Aku juga membalas tersenyum kepadanya, tentu bukan kepadanya juga tetapi seseorang disampingnya, wanita cantik dengan gaun pengantin putih yang sangat mempesona.

"Selamat ya Kak." kuucapkan dengan setulus hati kepada keduanya.

Mempelai wanita membalas tersenyum dan memberikan bunga pengantin untukku.

"Terimakasih. Seharusnya kamu juga ada disini bersama dia." jawab mempelai pria, sambil menoleh ke arah kursi dengan foto persis wajahnya, iya saudara kembarnya.

Aku menatap foto itu cukup lama.

"Terimakasih Kak, sudah mewujudkan impianku dan dia disini."

6 disukai 2 komentar 2.6K dilihat
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
@zigzag01 : Terimakasih kak🤗
Keren! Plot twist-nya sukses👍😊
Saran Flash Fiction