Terimakasih banyak

Mau sampai kapan aku begini?

Tidak, aku sedang tidak berbicara dengan keluargaku, tentang karirku atau tentang jalan hidupku.

Yang aku maksud, sampai kapan aku tetap disini? Memandangi tanah dengan tekstur halus dan taburan bunga di atas nya.

Sampai kapan tatapanku akan terus jatuh keatas batu nisan yang ukirannya masih terasa panas?

Sampai kapan?

Sampai kapan aku dapat mengikhlaskan kematiannya?

Beritahu aku, kumohon.

Sampai kapan?

"Terimakasih banyak untuk segalanya."

"Tumpangan diatas lintas balap."

"Senyuman hangat dan dering telepon di Pagi hari."

"Terimakasih."

"Semoga tenang dialam sana."

"Aku sangat mencintaimu."

"Elvan."

347 dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Saran Flash Fiction