MAWAR BIRU JADI PILU

Jalan setapak berkelok itu terlihat samar-samar, kabut pagi menutupi sebagian besar jalan setapak itu. Kakiku melangkah pelan seraya menghirup udara dalam-dalam. Aku mengembuskan pelan gas karbondioksida dari mulutku, hingga terlihat jelas uap udaranya sebab bertemu dengan udara dingin pagi hari. Ini kali pertama aku melewati jalan setapak ini demi melihat bunga mawar berwarna biru di ujung jalan sana, sebab teriming-iming perkataan temanku bahwasanya bunga mawar di sana banyak yang bermekaran ketika pagi, kala sang surya belum membumbung terlalu tinggi. Dan aku nekat datang sepagi ini dengan cuaca dingin nan sejuk karena ingin menghirup harumnya mawar biru.

Jalan ini sepi. Bahkan aku telah melintasi jalanan ini cukup lama namun tak ada seorang pun yang terlihat di sini. "Huk ...." Rasa sakit seperti tertusuk terasa di pinggangku. Hingga aku terjatuh dan melihat sosok berambut panjang menatapku dengan datar. Tak berselang lama semuanya gelap.

4 disukai 544 dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Saran Flash Fiction