Disukai
0
Dilihat
9
Rumah Nenek
Horor
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

''Nek..Dira takut !!"

itu siapa yang ada di luar, malam yang menakutkan, hujan deras sekitar pukul 01.20, Dira terbangun dari tidurnya.

***

rumah nenek saat itu masih terbuat dari bilik dan kayu sehingga masih ada celah-celah untuk bisa mengintip ke luar.

Dira mengintip dari dalam keluar, nampak suara jatuh gdebak-gdebug, suaranya makin kencang kearah rumah nenek

Dira penasaran sambil membangunkan nenek yang sedang tidur terlelap di sampingnya

Dira : nek..bangun Dira takut nek, ada suara brisik Sekali di luar

Nenek : iya Dira kenapa!

Akhirnya nenek terbangun juga, setelah itu Dira menjelaskan kenapa malam ini dia tidak bisa tidur, setelah Dira menjelaskan semuanya

Nenek bergegas mengecek pintu dan Dira melarangnya!!

"Dira : jangan nek !!"

Jangan di buka pintunya

Nenek : tidak apa-apa Dira nenek hanya mengecek suara apa itu

Dira pun merasa resah,panik dan makin ketakutan, dia mengintip keluar dan Dira melihat ada "sesosok laki-laki tanpa kepala dan badan sosok itu hanya sepasang kaki dan hanya batas pinggang".

Makin ketakutanlah Dira..

Sementara nenek menuju ke pintu dan Dira hanya terdiam dan meringkuk menatap nenek ke arah pintu.

"Wajah Dira saat itu sudah pucat dingin dia menggigil sejadi-jadinya", nenek mulai membuka pintu

Kreeeeek !! Terbukalah pintunya, nenek mengambil sapu lidi yang biasa digunakan untuk membersihkan kasur

Hujan masih sangat deras, nenek tiba-tiba teriak hey... !! Pergi kamu

Dira penasaran mendekati nenek perlahan selangkah demi selangkah akhirnya Dira melihat "sosok wanita berdiri di depan pintu berpakaian putih rambut acak-acakan pucat matanya menyeramkan".

Dira: nek tutup pintunya !!

Dira tiba-tiba bicaranya jadi sangat lambat dan gugup

Nenek: "tidak apa Dira jangan takut",

Nenek memukul sosok itu dengan sapu lidinya berkali-kali di pukulnya

Dira lari ke kasur ketakutan tidak mampu lagi untuk melihat makhluk itu

Dira berteriak " nenek suuuddddaaaah !! Cu...kuuuup !! Sambil menutup matanya dan meringkuk di kasur dengan selimutnya !!

Nenek : "iya Dira dia sudah pergi",

Dira jangan takut lagi, setelah itu nenek mendatangi Dira dan memeluknya dengan erat.

Dira : nek..besok Dira mau pulang saja ke rumah ayah, "Dira takut disini".

Berhubung Dira dalam masa liburan kenaikan kelas, jadi libur panjang hampir 1 bulan, saat itu ayah Dira mengajaknya liburan ke rumah nenek yang berada di luar kota, hari itu juga ayah Dira balik tanpa pamit ke Dira.

Dira sangat sedih di tinggal ayah pulang duluan, tapi Dira tidak larut dalam kesedihan, karna Dira begitu menyayangi neneknya Dira akhirnya merasa senang tinggal bersama nenek.

Sampai mengalami kejadian menyeramkan itu Dira, mulai merasa tidak betah dan ingin pulang minta di jemput ayahnya, Dira sudah hampir 2 Minggu tinggal di rumah nenek.

Baru kali itu dia mengalami hal yang menakutkan baginya, keesokan harinya ayah datang menjemput Dira, Dira sangat senang sekaligus ngambek pada ayahnya, akhirnya Dira pamit pada nenek.

Walaupun terasa berat untuk dira dan nenek karna mereka sudah terbiasa bersama pada akhirnya mereka berpisah juga

Dira menangis seperti tidak rela meninggalkan neneknya

Dira : nek...ikut Dira yuk

Nenek : nenek disini saja sayang !!

Mata nenek pun berkaca-kaca, nenek tinggal sendirian di rumah itu suaminya sudah meninggal dan anaknya hanya ayah ku yang hidup ke 3 anaknya yang lain telah meninggal sejak lama, sebelum Dira lahir.

Akhirnya Dira dan ayahnya dengan berat hati meninggalkan neneknya,

setahun kemudian nenek Dira " meninggal ",

Dira sangat terpukul dia hanya bisa menyimpan kerinduannya pada neneknya, Dira tidak bisa melihat nenek di saat-saat trakhir karna Dira saat itu sedang ujian semester.

Dira hanya bisa mengenang saat-saat bersama nenek yang tidak bisa terulang kembali.

Semenjak itu Dira jadi kurang bersemangat dan larut dalam kesedihan, di kelas pun dira sering menangis teringat pada neneknya

Beberapa hari kemudian Dira memimpikan neneknya nenek berkata " Dira jadi anak baik, dan semangat belajarnya, nenek sudah tenang disini".

Dira pun terbangun tanpa sadar air matanya mengalir, semenjak itu dia mulai bersemangat lagi menjalani hari-hari agar neneknya tidak sedih disana.

Tapi beberapa bulan kemudian dira sering sekali melihat dan merasakan apa yang orang lain tidak bisa, Dira sering melihat penampakan makhluk halus entah mengapa Dira jadi seperti ini

Sampai suatu ketika Dira di ajak oleh ayahnya ke rumah teman ayahnya Dira sedang berada di luar rumah sat itu ada di ujung rumah kontrakan "sosok nenek-nenek melabaikan tangannya ke arah Dira",

Dira pun terheran ada perlu apa nenek memanggilnya, akhirnya Dira datang pada nenek itu awalnya nyata tidak ada yang aneh

Dira : "nek ada apa ??"

Tanya Dira

Si nenek hanya terdiam dan jalan trus ke belakang rumah, Dira pun mengikuti si nenek

Dira terus mengikuti si nenek, pikirnya mungkin si nenek butuh bantuan

Ayah teriak diraaaaaa !!

Kemana kamu

Dira pun menoleh ke belakang karena teriakan ayahnya, setelah itu Dira menjawab Dira di belakang rumah,

Dira menoleh kedepan lagi melihat sosok si nenek sudah tidak ada, dan Dira terkaget-kaget ternyata di belakang rumah banyak makam disana ada salah satu makam yang terbelah, dan berasap merah seperti ada api di dalamnya.

Dira ketakutan sambil mencari si nenek itu

Dira : "nek... Nenek dimana, apa yang bisa dira bantu".

Tidak ada jawaban dan si nenek tidak muncul lagi, yang ada ayah menepuk ku dari belakang

Ayah :" Dira ngapain disini, mana dsini bayak kuburan Dira gak takut"

Dira : "tadi Dira di panggil nenek-nenek yah", pikir Dira si nenek butuh bantuan.

Ayah : " sudah ayo pulang, sudah jam 23.10 nanti ibu marah kalau kita pulang kemalaman"

Dira : "iya yah "

Akhirnya Dira dan ayahnya berpamitan dengan temen ayah,ketika mereka ingin pulang melewati jalan belakang dan berkendara motor karena jalan belakang lebih cepat sampai ke jalan raya

Dira melihat sosok nenek itu lagi sedang tersenyum padanya, wajahnya pucat dan matanya cekung ke dalam, Dira bilang ayah itu si nenek, tapi ayah langsung menghentikan pembicaraan " sudah Jangan cerita pas perjalanan, jangan di lihat lagi".

Setelah sampai di rumah barulah Dira bercerita pada ayah dan ibunya kalo

Dira saat itu di datangi nenek-nenek misterius.

Ayah ibunya hanya menjadi pendengar yang baik tanpa membalas perkataan Dira

Dira : ayah, ibu kenapa Dira kok sekarang sering mengalami hal aneh, sering tidur rep-repan, merinding di rumah terutama di dapur dan kamar mandi

Ibu : " tidak apa-apa itu hal wajar hampir semua orang merasakan apa yang kamu rasakan".

Ibu : "lagian hantu itu gak ada ibu sampai seumur ini belum pernah merasakan apa-apa tentang adanya hantu

Dira : "husssssss !! Bu Jangan bicara gitu takutnya dia datang khusus ke ibu".

Ibu Dira saat itu hanya tertawa, keesokan harinya tepat di malam Selasa Dira sedang menginap di rumah teman

Kejadian lah di rumah saat ibu dan kluarga sedang tidur terlelap, tiba-tiba ibu ku di seret makhluk besar berbulu, mata merah

Diseret sampai ke depan pintu, ibu teriak-teriak tetapi tidak ada yang mendengar tidak ada yang terbangun kecuali si bontot saat itu msh usia 4 tahun, dia memegangi ibu sambil menangis, sampainya di pintu makhluk itu menghilang.

Dan keesokan harinya ibu bercerita pada Dira dan ayah, dira pun tertawa meledek ibunya

Dira : "nah kan apa Dira bilang, gak boleh bilang gitu beneran datang ke ibu kan " hehehehe

Ibu : "iya Iyah ibu percaya".

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)