TOXIC
1. TEROR
1. Scene 1 – Opening Ext. Rawa - pagi

 

Katak sedang melompat dari bunga teratai. Pemandangan sunyi nan indah di tengah rawa.

 

MANAJER – V.O

Pernahkah terpikirkan olehmu kenapa teratai bisa tumbuh ditempat sekotor itu?

 

Fokus pada bunga teratai yang tidak bergeming.

 

MANAJER – V.O

Dalam kondisi sedemikian kotornya, bunga teratai bisa tumbuh menjadi sesuatu yang bersih dan tetap menampilkan keindahan.

 

Bunga teratai yang sedari tadi hanya dilihat dari atas permukaan air. Dibalik semua itu terlihat dari bawah permukaan air penuh dengan lumut dan air yang hijau.

 

MANAJER –V.O

Layaknya manusia yang pernah mengalami penderitaan yang kelam dan gelap namun dari pengalaman itu manusia bisa bangkit dan bersinar.

 

FADE IN

DISSOLVE TO – PEMOTRETAN

Di bawah permukaan air semakin menuju ke dasar hingga sepenuhnya gelap. Kemudian muncul flashlight, hasil dari jepretan seorang fotografer. Terlihat punggung seorang perempuan.

 

CLOSE UP – JEMARI TANGAN

Jari telunjuknya dengan nail yang dipoles cantik menyentuh bibir merahnya dengan pelan namun membekas lipstick di jemarinya. 

 

MANAJER – V.O

Namun, pernahkah kamu merasa bunga teratai dengan sengaja mengambil tempat kotor itu karena bunga itu sadar bahwa dirinya indah tidak bisa dihancurkan oleh siapapun. Maka dengan mudahnya bunga tersebut menjadi pusat perhatian.

 

2. Scene 2 Int. Studio pemotretan – siang

 

MANAJER – O.C

Tumbuh menjadi satu – satunya bunga yang paling mekar dan cantik.

 

Maret 2019

Kalimat tersebut ditujukan langsung yang berada di depan matanya. Lilian sedang berpose untuk pemotretan. Dia memancarkan senyum innocent­-nya di depan kamera. Tangannya yang lentik menyentuh dengan anggun produk parfum komersial itu.

 

PRODUSER

OKE CUT! Kerja bagus semuanya.

 

Lilian pergi melihat bagaimana hasil pemotretannya. Dia selalu memonitoring hasil potretnya untuk menjaga konsistensi dari sikap perfeksionisnya itu.

 

PRODUSER

Istirahat 10 menit lalu kita ganti ke pemotretan selanjutnya!

 

PARA STAF

Baik pak!

 

Para staf mulai sibuk berhamburan, Manajer yang sedari tadi hanya melamun terbuyarkan oleh perintah tersebut dan buru – buru menyiapkan pakaian yang akan Lilian kenakan untuk pemotretan selanjutnya.

 

MANAJER

Ah iya, air minum.. lupa.

 

CLOSEUP-BOTOL MINUM

Manajer menyahut botol yang ada di atas meja itu dan berlari tergesa – gesa.

 

3. Scene 3 Int. Waiting room – siang

 

Manajer membuka pintu yang bertuliskan “Lilian”. Di dalam ruangan tersebut sudah terlihat sosok paras cantik yang sedang di make up.

 

CLOSEUP – WAJAH

Dari hidung yang mancung hingga bibir yang merona merah. Para stylish sedang memperbaiki make up yang luntur.

 

MANAJER

Kerja bagus Lili (memancarkan senyum bangga).

 

LILIAN

I know, kak (Lilian tersenyum kecil dan menjawab tanpa menatap lawan bicaranya).

 

MANAJER

(Walalupun Lilian tidak menatap sang manajer, dia tetap membalasnya dengan senyuman) Minumlah dulu, kamu pasti haus.

 

CLOSEUP-TANGAN

Telapak tangan sang manajer terdapat luka di bagian ibu jarinya. Lilian hanya tersenyum dan mengambil botol dari tangan manajer.

 

MANAJER

Aah aku akan menggantungkan baju ini ke kamar ganti. Kamu harus cepat – cepat ganti ya..

 

4. Scene 4 Int. Studio pemotretan – siang

 

Setelah itu, manajer meninggalkan Lilian dan pergi keluar untuk membahas tentang jadwal kosong dengan produser.

 

MANAJER

Baik pak. Kamis bisa.

PRODUSER

Sekitaran jam segini ya. Jangan sampai telat.

MANAJER

Pasti!

 

Setelah mengatur jadwal, manajer pun menerima panggilan untuk tawaran pekerjaan lain bagi Lilian.

 

MANAJER

Oh jumat depan? Saya lihat dulu..

 

Manajer itu membuka catatannya untuk mencegah terjadinya kebentrokan jadwal.

 

MANAJER

Kemungkinan malam ya pak..

MANAJER

Baik pak. Siap.

 

Saat sang manajer sedang sibuk menerima telepon, tiba – tiba seorang staf memanggil dia,

 

STAF

Pak, permisi. Anda manajernya Lilian kan?

 

MANAJER

Iya, kenapa?

 

CLOSEUP-KADO

STAF-O.C

Ini, ada paket yang dikirimkan ke tempat ini. Sepertinya dari fans.

 

MANAJER

Aaa.. (menerima kado itu) makasih ya.. nanti Saya kasi langsung ke Lilian.

 

Lilian memang sedang berada di puncaknya. Tidak sia –sia perjuangan dia selama empat tahun ini mengejar impiannya menjadi aktris. Tidak heran lagi dia menerima banyak cinta dari fans. Salah satunya adalah hadiah.

 

Manajer segera berlari kembali ke tempat Lilian.

 

5. Scene 5 Int. Waiting Room – Siang

 

MANAJER

Lilian! kamu dapat kado dari fansmu.

 

LILIAN

Oh benarkah? Taruh saja di meja situ. Nanti kubuka setelah selesai ganti baju ini.

 

Manajer hanya mengangguk, dan meninggalkan kado itu sesuai perintah Lilian.

 

6. Scene 6 Int. Studio pemotretan – siang

 

Waktu sudah berlalu dan saatnya kembali ke pemotretan selanjutnya. Produser menyuruh staf untuk memanggilkan Lilian keluar. Namun sebelum staf itu pergi, terdengar suara teriakan.

 

LILIAN-V.O

KYAAAAA

 

Manajer mendengar suara teriakan yang tidak asing itu, segeralah dia berlari ke sumber suara, dan benar suara teriakan siapa itu.

 

7. Scene 7 Int. Waiting room – siang

 

SFX. SUARA PINTU TERDORONG DENGAN KERAS

 

MANAJER

Lilian! Kamu gak..

 

CLOSEUP-WAJAH LILIAN

Kedua tangan Lilian gemetaran menutupi setengah wajahnya. Lilian jatuh tersungkur tidak beternaga dengan apa yang dilihatnya. Manajer mulai melihat sekitar.

CLOSEUP-KADO

Manajer merasa aneh dengan kado yang sudah terbuka berserakan itu. Ketika ditelusuri ke dalam ternyata berisikan tulang yang menyerupai tulang manusia.

CLOSEUP-TULANG

Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar