TOXIC
10. THIS IS THE TRUTH

 

59. Scene 59. Int. Rumah - malam

Roy sedang menikmati malam dengan berendam di bathtub dan minum segelas wine. Dia sedang memperhatikan sesuatu di ponselnya. Kemudian ponselnya sengaja di lemparkan pelan hingga jatuh ke lantai.

CLOSEUP - PONSEL

SFX. SUARA GEMERICIK AIR

Roy yang selesai mandi, dia keluar untuk mengeringkan diri. Ponselnya yang jatuh dibiarkan menyala. Dia habis membaca berita dengan headlineLILIAN TIDAK MENJADI PENYANYI DUO KARENA SALAH SATU PARTNERNYA MENINGGAL. LILIAN IKUT TERLIBAT?

Kolom komentar:

Anna pasti dibunuh oleh Lilian”

 

CUT TO – SEBUAH KAMAR

SFX. SUARA PONSEL DIBANTING

60. Scene 60. Int. Apartemen - malam

Sebuah ponsel dibanting ke arah tembok hingga ponsel dan casingnya terpisah menjadi dua. Elena yang membaca komentar tersebut marah besar.

 

ELENA

Bisa – bisanya.. padahal aku sekarat karena dia. Hiks.. Anna.. kamu harus tanggung jawab.. hiks.

 

61. Scene 61. Int. Kantor - pagi

Roy sedang terpikirkan sesuatu karena berita yang membawa – bawa Anna. Roy mulai menggigiti kukunya lagi. Lilian yang dari kejauhan menghampirinya.

 

LILIAN

Kakak, kamu menggigiti kukumu lagi, kamu ada masalah?

ROY

Ah tidak kok aku hanya kepikiran sesuatu.

LILIAN

Ada hal buruk terjadi?

ROY

Dengar..

STAF – O.C

GA-GAWAT!

 

Ada seorang staf menghampiri mereka berdua sambil membawa tablet yang menampilkan sebuat berita.

 

STAF

Ada artikel aneh yang menyebut nama Anna!

LILIAN

Apa maksudmu?

STAF

Kasus anna yang meninggal.

LILIAN

Lalu kenapa gelisah begitu?

ROY

Lilian?

 

Roy kaget dengan respon Elena yang santai.

 

STAF

Artikel ini membawa – bawa namamu, katanya kamu terlibat..

LILIAN

Cuma itu? Dan kamu percaya semua omong kosong itu?

ROY

Lili.. kamu..

LILIAN

Cepat cari penulis artikel itu dan tuntut dia sebagai pencemaran nama baik! (menaikan nada suara).

 

Orang itu segera pergi.

 

ROY

Elena, kamu gak apa – apa?

 

Elena terhuyung – huyung dan hampir jatuh. Dengan sigap Roy menarik tangan elena agar tidak jatuh.

 

LILIAN

Kak.. aku akan beritahu apa yang sebenarnya terjadi.

ROY

Kamu yakin?

LILIAN

Kakak mendukungku kan?

 

Roy menelan ludah. Tatapan tajam Elena membuat Roy ragu menjawab iya. Dia takut dia akan melakukan kesalahan lagi. Namun dia berpikir akan melindungi Elena apapun yang terjadi.

 

ROY

Iya.

 

Elena hanya tersenyum dan pergi meninggalkan Roy. Roy menatap Elena yang pergi itu dengan perasaan kasihan.

 

62. Scene 62. Int. Kamar – malam

SFX. PECAHAN KACA

Elena baru saja memecahkan cermin dengan melemparkan sebuah CD. CD itu harusnya merupakan lagu buatan Elena dan Anna tapi tidak jadi di-release. Cermin dan CD itu hancur berkeping – keping.

 

ELENA

Anna, aku akan mempertahankan posisi ini.

 

63. Scene 63. Int. Lokasi syuting - siang

 

HOST

Ini dia aktris pendatang baru yang sedang banyak dibicarakan. Satu minggu penuh dengan pemberitaannya tanpa henti. Selalu berada di trending no 1. Siapa lagi kalau bukan LILIAN!

 

SFX. TEPUK TANGAN

Lilian pun memasuki ruangan. Roy berdiri di belakang kamera yang sedang mensyuting host beserta Lilian. Seperti biasa dia mengawasi Elena.

 

HOST

Oh.. jadi anda memulai karir sebagai penyanyi ya?

LILIAN

Iya benar sekali.. tapi selama waktu berjalan saya merasa terpanggil untuk berakting.

HOST

Oohh.. tapi ketika anda berada di puncaknya, ada haters yang mengirimkan sebuah.. ah mari kita lihat di layar.

 

Kedua orang tersebut melihat ke belakang menuju sebuah layar besar. Layar tersebut menampilkan pemberitaan pertama kali Lilian mendapatkan teror.

 

LILIAN

Ah benar.. saat itu saya langsung pingsan karena syok berat.

HOST

Dan teror itu berlanjut ya?

LILIAN

Iya saya sudah berpikir yang macam – macam karena teror kedua ada pesan seperti mengancam karir saya karena saya sudah bisa seperti ini sekarang.

HOST

Oh astaga..

LILIAN

Saya sudah takut jika nyawa saya terancam. (Tangannya mulai gemetaran).

HOST

Dan sampai sekarang pelaku belum ditemukan ya?

LILIAN

(Diam sejenak) i-iya.

HOST

Apa dalang dari semua ini berhubungan dengan artikel ini?

 

Isi yang ditampilkan di layar berganti menjadi artikel yang membawa nama Anna. Host tersebut beserta Lilian melihat ke arah layar kembali.

 

HOST

Artikel ini disebutkan bahwa terjadi kejadian tragis yang menimpa teman baik Anda..

LILIAN

Hiks.. hiks.

 

Host tersebut menghentikan pembicaraannya karena kasihan melihat Lilian yang menangis dan mengambil tisu yang terdekat dari tempatnya.

 

HOST

Anda tidak apa – apa?

LILIAN

Saya khawatir dengan keluarga mendiang jika mendengar berita ini lagi

HOST

A-aa.. ma-af.

LILIAN

Tapi berita itu memang benar.. saya berada di tempat kejadian itu. Hiks.. seharusnya aku ikut mati bersama hiks hiks.

 

Host yang sudah tahu bahwa acaranya akan mengarah ke sensitif. Dia gelisah dan melihat ke produser, memperhatikan apakah ada anjuran untuk memberhentikan acara. Tanpa memedulikan itu, Lilian hanya menunduk dan melanjutkan. Tangisannya berhenti dan tangannya kembali menyentuh bibirnya.

 

LILIAN

Saat itu.. seharusnya kami akan menjadi penyanyi duo. Tapi Anna yang kurang dalam pernapasannya terancam untuk tidak debut bersamaku. Akhirnya kami diberi pelatihan untuk mengatur pernapasan dengan cara mendaki gunung.

 

DISSOLVE TO FLASHBACK

 

64. Scene 64. Ext. Jalur Pendakian Gunung – pagi

Direktur sudah menyiapkan sebuah trek untuk anak didiknya Anna dan Elena mendaki. Jalur yang landai untuk pemula yaitu di Gunung Telomoyo. Segala keamanan beserta guide untuk pendaki juga sudah hadir di tempat itu. Semua berjalan sesuai arahan guide dan pelatih.

 

PELATIH

Kita coba berjalan naik ke sana. Jika tidak kuat bilang saja. Kita akan berhenti untuk istirahat sejenak.

ANNA DAN ELENA

Baik Pak!

ELENA

(Mengulurkan tangan) Ayo Na!

ANNA

(Menangkap tangan tersebut) Iya.

 

Setengah perjalanan berlalu. Kaki Anna mulai lemah sehingga dia sedikit terpleset. Hal itu membuat pelatih dan staf yang membawa barang – barang sigap membantu Anna. Elena pun datang menghampiri.

ELENA

Hati – hati Na!

ANNA

Iya makasih Na.

PELATIH

Kita istirahat dulu!

ELENA

Na, minum dulu. (Menyerahkan botol minum).

 

Setelah istirahat, mereka mulai berjalan lagi. Namun di tengah perjalanan, Anna terlihat malas – malasan. Hanya beberapa menit minta untuk istirahat dan selama istirahat dia masih bisa bersenda gurau dengan staf lain.

 

LILIAN – V.O

Anna sedikit manja saat itu. dia tidak berlatih dengan sungguh – sungguh. Saya sedikit kesal karena sepertinya dia hanya main – main.

 

65. Scene 65. Ext. Puncak gunung - siang

Sampai di puncak gunung, para staf dan pelatih sibuk menyiapkan tenda dan minuman untuk beristirahat sejenak. Elena dan Anna pergi ke lain tempat. Mereka berdua pergi sendirian.

 

ELENA

Huahh suasananya sejuk ya Na..

ANNA

Iya.

 

Walaupun Anna mengiyakan tapi raut wajahnya terlihat murung dan lebih serius dari biasanya.

 

ANNA

Elena, boleh aku bicara sesuatu?

ELENA

Apa?

ANNA

Aku mohon.. ah tidak.. tolong biarkan aku debut solo (gumam).

ELENA

Apa?

ANNA

(Mantap) Biarkan aku jadi penyanyi solo!

 

Elena tersentak dan ketakutan dia ditinggal lagi oleh teman baiknya.

ELENA

A-anna..

 

Elena memegang tangan Anna, tapi segera ditepisnya.

 

ANNA

Lepas!

ELENA

Tapi kan kamu sudah janji kita bakal bareng – bareng.

ANNA

Maaf aku tidak punya pilihan lain (menatap tajam).

ELENA

Jangan bilang gitu Na, kita pikirkan yang terbaik.. ya? (gugup)

ANNA

Maaf Na.

 

Tanpa pandang bulu, Elena ditendang perutnya oleh Anna dan kemudian jatuh ke jurang. Anna hanya melihatnya dengan tatapan dingin.

 

CLOSE UP – TANGAN ANNA

Tangan Anna yang tidak tergerak mengulurkannya sekalipun.

 

DISSOLVE TO – MASA SEKARANG

66. Scene 66. Int. Lokasi Syuting – siang jelang sore

Semuanya menjadi hening mendengarkan cerita Lilian.

 

LILIAN

Dan sebenarnya.., saya melihat orang lain waktu itu. Dia juga hanya melihatku tanpa mencoba menolongku.

HOST

Apa anda masih ingat orangnya?

LILIAN

Saat terbangun dari jatuh saya sempat lupa ingatan. Tapi sekarang saya ingat dengan jelas.. bahwa orang itu Roy.. manajer saya sendiri.

 

Lilian mengucapkan dengan Lantang menatap ke kamera tertuju langsung ke arah mata Roy. Roy yang ikut memonitoring tersentak mendengarnya. Para kru serta penonton dibuat kebingungan. Acara TV kemudian langsung diputus dan beralih ke iklan. Studio untuk syuting talkshow tetap berlanjut. Lilian tidak sadar bahwa kamera tidak menyala. Dia tetap melanjutkan.

 

LILIAN

Dia sebenarnya tidak diundang di pelatihan, tapi mengikuti kami. Saat itu dia belum jadi manajer. Kupikir inilah saat yang tepat untuk menebus dosamu kak Roy.

 

Roy berlari menghampiri Lilian. Polisi yang sudah dihubungi oleh Lilian sebelum talkshow ini segera masuk ke studio. Mereka sedang mencari seseorang bernama Roy.

 

ROY

Lili.. ah tidak.. Elena.. kamu ingat semuanya?

LILIAN

Tentu saja.. aku ingat.

 

Kedua tangan Roy segera diamankan oleh polisi.

 

ROY

Hah apa – apaan ini?!

POLISI

Anda ditangkap karena melakukan percobaan pembunuhan. Kami juga mendapat laporan bahwa anda menggali kuburan Anna sendiri.

ROY

Apa?

POLISI

Silahkan bicara di pengadilan. Anda juga berhak memanggil pengacara selama penyelidikan. Mari ikut kami!

ROY

A-a tunggu sebentar pak.. Elena!!

 

Elena hanya menatap tajam kepergian Roy.

 

CUT TO BLACK

 

67. Scene 67. Int. Ruang penyelidikan - sore

SFX. MENGGEBRAK MEJA

CLOSEUP - FOTO

Seorang penyidik melemparkan beberapa foto tentang teror kado dan foto sebuah makam kosong sambil menggebrak meja.

 

PENYIDIK

Kamu kan yang mengirim ini semua?!

PENYIDIK

Sayang sekali tapi penjaga makam yang kamu bayar itu mengatakan pada kami semua bahwa kamu menggali kuburan itu. Kamu masih menutup mulut? Hah?!

 

Roy sama sekali tidak ketakutan, malahan dia mengancam balik penyidik tersebut.

 

ROY

Pak, jika saya yang membunuh Anna, saya tidak sebodoh itu terang – terangan mengirim kado itu. namanya saya membuka celah sendiri, membiarkan saya ditangkap oleh polisi.. bukankah begitu?

 

Roy semakin mendekatkan wajahnya ke polisi tersebut.

 

ROY

Perlihatkan buktinya jika saya membunuh Anna.

 

Dia mengatakan dengan tatapan tajam.

 

PENYIDIK

Hah.. dasar gila.

 

68. Scene 68. Int. Sel tahanan - malam

Roy dalam tahanan sementara. Dia masih berstatus tersangka dalam pembunuhan Anna. Roy merasa hancur karena dia ditusuk oleh Lilian sendiri dari belakang. Saat berada di sel penjara bersama pelaku kejahatan lain, dia sering di-bully dan dipukuli oleh mereka untuk melepas stres. Roy pun hanya menerima pukulan tersebut. Dia sudah mati rasa. Dia benar – benar hancur.

 

69. Scene 69. Ruang Kunjungan - siang

Roy dipanggil keluar dan sudah ditunggu oleh sang direktur yang sedang duduk memangku tangan. Roy duduk di kursi yang sudah disediakan dengan raut wajah kosong seperti sudah tidak punya keinginan untuk hidup.

 

DIREKTUR

Bagaimana kabarmu?

 

Roy hanya menunduk dan tidak menjawab.

 

DIREKTUR

Bagaimana rasanya ditusuk sendiri oleh orang yang kamu sayangi?

 

Roy masih terdiam.

 

DIREKTUR

Kamu tidak tanya kondisi dia sekarang saat kamu tidak ada? Layaknya sebuah keajaiban, semua komentar hate berpindah padamu semua. keluarga Anna pun menyumpahimu bahkan dia minta kamu untuk mati. Kamu tidak marah?

 

Direktur tidak habis pikir bahwa Roy sama sekali tidak tertarik pada omongannya.

 

DIREKTUR

Cih.. sepertinya keberadaanku gak dianggap di sini. Coba tebak siapa lagi yang datang ke sini.

 

DIREKTUR

Hahh.. Elena mau mengucapkan terimakasih padamu.

 

Roy akhirnya menengadah menatap lawan bicaranya

 

ROY

Elena?

DIREKTUR

Haa.. (speechless).

 

Direktur makin kesal ketika kata “Elena” yang membuat dia baru terpengaruh. Ibu direktur itu pergi.

 

DIREKTUR

Saya akan menemuimu lagi.

 

Sesaat direktur tersebut pergi, digantikanlah Elena masuk dengan berakting menangis..

 

ELENA

Kakakk.. maafin aku kak.. hiks.

ROY

Elena..

 

Roy ingin sekali memeluknya. Sayang ada kaca yang menghalangi mereka berdua.

 

ELENA

Aku ingat perkataan kakak yang akan selalu mendukungku kan? Kakak benar – benar malaikat pelindungku.

ROY

Aku akan melindungimu kapanpun dan dimanapun.

 

Roy menyentuh bilik kaca ruangan tersebut. Elena pun mengikutinya. Tangan mereka yang tidak bisa bersentuhan karena di halang oleh bilik kaca tersebut.

 

ELENA

Iya kakak sudah melindungiku selama ini. Sekarang kakak boleh beristirahat dengan tenang.

 

Elena mengambil tangannya kembali dan pergi, dia membalikkan badan dan mengatakan.

 

ELENA

Aku menyukaimu kak.

 

Dia memberikan senyuman terakhirnya pada Roy. Mengingatkan kembali pada senyuman yang dia pancarkan sewaktu SMA untuk pertama kalinya. Elena membalikkan badan. Raut wajahnya berubah 180 derajat.

 

SFX. MENGGEBRAK KACA

Roy menunduk dan memukulkan kepalanya ke bilik kaca.

 

ROY

Aku menyukaimu.

Dug

ROY

Aku lebih menyukaimu.

Dug

ROY

Aku tidak akan melepaskanmu.

Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar