The Superstar Is Fallin (In Love)
22. The Last Song
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

INT. PANGGUNG UTAMA — MALAM HARI

Gea dan Igo kini berada kembali di belakang panggung persis, menunggu sebentar lagi mereka naik panggung. Gea tersenyum sendirian, Igo bingung melihatnya.

Igo
Kenapa kamu?
Gea
Kamu?


Gea menatap bingung ke arah Igo, tapi lalu mencoba menahan senyumannya kali ini.

Igo
Iya elo maksudnya elo, puass?


Gea tertawa renyah, Igo pun ikut tertawa.

Igo
Kayaknya senang banget nih bakal menang kompetisi ini.
Gea
Battle Star ini? Nooo (menggelengkan kepala). Aku sudah gak peduli mau menang atau kalah. Aku cuma mau have fun di lagu terakhir kita ini.
Igo
Oh ya? Kenapa gitu?
Gea
Karena.. aku sudah menang bahkan sebelum kompetisi ini berakhir.
Igo
Kok bisa?
Gea
Karena apa yang aku punya saat ini, itu sudah lebih dari cukup. Aku punya penggemar yang akan selalu mendukung aku apapun keadaannya, aku punya Hema, punya Rafi, punya Billy, dan pastinya punya kamu. Lebih dari cukup kan.
Igo
Aku? Kamu?


Kali ini Igo yang menggoda Gea, memberikan senyuman licik kepadanya. Gea seketika menepuk tangan Igo.

Gea
Rese.


Keduanya tertawa kembali, lalu bergandengan tangan dan saling tersenyum.

Seorang staf tv menghampirinya.

Staf tv
Dua menit lagi ya.


Gea dan Igo mengangguk dan dan memberi jempolnya kepada staf tersebut. Staf tersebut pun pergi lagi. Gea dan Igo kembali fokus, saling memeriksa alat-alat bernyanyi mereka. Gea membetulkan kostum Igo yang kurang rapi, begitu pun Igo membetulkan rambut Gea yang sedikit berantakan.

Tiba-tiba Pak Vijay muncul dari belakang mereka.

Pak Vijay
Hei Gea. Saya mau bicara sebentar saja. Gak apa-apa disini saja.
Gea
Ada apa pak?
Pak Vijay
Kita batal menayangkan infotainment khusus tentang Rafi malam ini.
Gea
Serius Pak?
Pak Vijay
Iya, itu sudah keputusan final.


Gea langsung menggenggam tangan Pak Vijay dan menjabat tangannya.

Gea
Oh my God. Makasih banyak Pak Vijay, sumpah makasih banget Pak.
Igo
Kok bisa Pak?
Pak Vijay
Saya gak bisa cerita banyak. Yang pasti piala dunia kali ini tv kita yang pegang. Oh, by the way nama kalian sudah dipanggil. Ayo naik panggung sekarang.
Igo
Oh oke oke.
Gea
Sekali lagi terima kasih Pak Vijay.


Pak Vijay pergi. Gea dan Igo dengan penuh semangat naik panggung.

Gea dan Igo maju ke depan panggung menyapa kembali penggemar mereka, terus melambaikan tangan ke arah penonton.

Igo
Sudah siap untuk lagu terakhir kita?


Para penonton berteriak siapp.

Gea
Ada yang bisa nebak lagu terakhir kita?


Banyak penonton meneriakkan beberapa judul lagu duet mereka dulu. Gea dan Igo mengangguk senang.

Igo
Yang sebelah situ kayaknya benar.
Gea
No no, sebelah situ yang benar. Kayaknya sudah pada ga sabar nih mau bernostalgia bareng.
Igo
Iya pastinya. Kalian pasti bakal suka sih sama lagu lama kita yang ini.


Penonton semakin bersorak sorai tidak sabar menunggu mereka perform.

Gea
Woww.. semangatnya mantul. Langsung saja nih?
Igo
Let's goooo!


Suara gitar listrik melantunkan nadanya, diiringi juga dengan suara drum beraliran cepat.

Gea dan Igo menggoyangkan badan mengikuti irama intro. Keduanya pun lalu bernyanyi.

Seketika suara penonton bergemuruh, menandakan mereka sangat menyukai lagu yang dibawakan Gea dan Igo.

Penonton bernyanyi bersama Gea dan Igo, ikut menggoyangkan badan.

Gea dan Igo semakin bersemangat bernyanyi. Mereka bernyanyi hingga lagu selesai.



Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar