The Superstar Is Fallin (In Love)
11. Make Over


INT. SALON — SIANG HARI

Gea dan Igo berada di teras salon. Igo menatap nanar papan salon, sedangkan Gea menepuk pundak Igo.

Igo
Jangan bilang ini demi penampilan.
Gea
Lo harus percaya sama gue.
Igo
Engak, gue gak percaya sama lo.


Igo langsung membalikkan badan bersiap kabur, tapi Gea menahannya dengan menarik lengannya.

Gea
Please Go. Tenang saja, ada Hema kok di dalam. Lo cuma perlu ngerapihin rambut lo saja.
Igo
Janji?


Gea mendorong pelan badan Igo agar masuk ke dalam salon.

Gea
Iyaa. Masuk ya, gue tinggal sebentar. Ntar gue balik lagi.


Igo sudah berada di dalam salon bersama Hema. Igo duduk di depan cermin, sedangkan Hema di belakangnya sambil memegang rambut Igo.

Hema
Kalau dulu rambut keriting gondrong gini sih lucu ya. Tapi kayaknya sudah saatnya dipotong deh. Biar lebih keliatan vibes mature nya gitu loh. Ok?


Igo hanya mengangguk pasrah. Lalu Hema mempersilahkan Igo pergi menuju ke bangku creambath.

Igo melakukan creambath dengan petugas salon. Kemudian Igo kembali ke bangku haircut. Petugas salon yang lain mulai memotong rambut Igo sedikit demi sedikit. Lembar demi lembar rambut keritingnya jatuh ke lantai. Petugas salon mengeringkan rambut yang sudah terlihat pendek menggunakan hair dryer.

Petugas salon membuka kain kip dari badan Igo dan wajah Igo muncul di cermin memperlihatkan penampilan barunya. Hema memunculkan diri di cermin itu juga.

Hema
Wow, nicee. Now you look like gentleman.
Igo
Dari dulu gue juga sudah laki kali.


Hema tertawa renyah, sedangkan Igo mendekatkan diri ke cermin untuk melihat lebih jelas potongan rambutnya yang baru.

Hema
Eh, sebentar deh. Kayaknya alis lo harus dirapihin.
Igo
Gea janjinya cuma potong rambut doang loh.
Hema
Alis termasuk rambut juga Go. Setuju ga kak?


Hema meminta persetujuan ke petugas salon yang tadi memotong rambut Igo dan sang petugas salon langsung mengangguk semangat. Igo pun menunduk pasrah sambil menutup kedua matanya.

Zoom jidad Igo, memperlihatkan alisnya yang sudah rapi. Igo menaikturunkan kedua alisnya hingga seperti menggeliat.

Hema
Tuh benar kan? Gak selebat yang tadi. Jadi makin ganteng deh.


Gea duduk di sebelah Igo.

Igo
Pasti ada maunya deh, ngaku.
Hema
Beneran serius, hehe. Yang pasti gue senang sih lo baikan sama Gea.
Igo
Kita gak pernah berantem.
Hema
Iya, tapi gak pernah komunikasi juga selama bertahun-tahun.
Igo
Gue sudah usaha ya, 5 tahun belakangan ini. Lo yang bilang dia butuh waktu. Jujur Hem, gue gak ngerti sama Gea yang sekarang.
Hema
Lo gak tahu apa yang dia laluin selama beberapa tahun ini. Gue sebenarnya gak boleh cerita ini, tapi.. kepergian lo itu berdampak besar banget Go. Setelah duo kalian bubar, karir Gea sebenarnya baik-baik saja. Dia masih banyak diundang dimana-mana. Tapi dia lebih milih untuk hiatus 3 tahun. Mungkin lo gak sadar, tapi lo yang nanam luka di hatinya.
Igo
Makanya gue mau coba perbaiki semuanya. Gue turutin semua kemauan dia.
Hema
Lo cuma perlu sabar sedikit lagi Go. Gue juga pengen Gea kayak dulu lagi. Dan gue yakin lo bisa ngubah dia sedikit demi sedikit.


Igo hanya mengangguk pelan. Suara Hp milik Hema berdering.

Hema
Eh sebentar ya.


Hema pergi menjauh dari Igo. Sekilas Igo melihat Hema sibuk menerima beberapa telpon. Tidak lama kemudian Hema kembali.

Hema
Media sudah pada tahu kalian balik Go. Ini rame loh, stasiun tv pada menghubungi gue. Ini email gue juga rame.
Igo
Oh ya?
Hema
Go, kita ke apartement sekarang. Gea sudah ada disana, kita omongin disana. Ayokk.


Igo dan Hema pergi keluar dari salon tersebut.


Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar