26. INT. GUA ORAY. DAY
Suara tawa NYAI ORAY semakin keras terdengar diantara tebing menjulang yang tersapu air hujan.
OPEN VIEW : Gambar Suasana Padepokan SYEH QURO dimana GENDIS, ABHIPRAMANA, WARA SEPUH dan yang lainnya di permukaan air di dalam kendi besar.
CU : Sosok NYAI ORAY yang tertawa menyeramkan. Melihat ke arah kendi besar dimana gambaran PADEPOKAN SYEH QURO terlihat.
NYAI ORAY mengibaskan jubahnya. Lantas berpaling pada PENGIKUTNYA yang duduk bersimpuh di tanah.
PARA PENGIKUT menyembah takjim. Diantara seringai sinis dan menyeramkan NYAI ORAY.
CUT TO
27. EXT. DUKUH CIPELES. RUMAH KI KUWU. DAY
ESTABLISH : Kondisi Pedukuhan yang porak-poranda. Sayup-sayup terdengar suara tangisan dari rumah KI KUWU.
Di beranda. KI KUWU dan istrinya yang sedang menangis, tengah berhadapan dengan MBAH JAYAPERKASA dan SYEH QURO. WARGA ikut duduk bermusyawarah.
MBAH JAYAPERKASA dan SYEH QURO saling lirik sambil menghela nafas berat. Keduanya terlihat prihatin dengan keadaan yang tengah dialami WARGA.
SYEH QURO yang sejak tadi diam. Tiba-tiba wajahnya mengeras. Seperti mendapatkan firasat tertentu. Dia sekan tidak merespon apa yang dikatakan MBAH JAYAPERASA.
Tanpa menunggu jawaban MBAH JAYAPERKASA, SYEH QURO melesat secepat kilat menghilang dari tempat itu. Semua yang hadir terpana melihat kegesitan SYEH QURO yang tiba-tiba menghilang dari hadapan mereka. TENSION BUILDS UP.
CUT TO
28. EXT. PUNCAK BUKIT. DAY
Tubuh SYEH QURO menjejak diatas batu di tempat ini. Dia langsung membuat gerakan semedi. Mulutnya menggumamkan ajimantra.
SYEH QURO melakukan gerakan jurus dengan tangannya seraya terus mengucap ajimantra. Sementara tangannya terpejam dengan khusyuk. Dari telapak tangan SYEH QURO keluar cahaya putih kebiruan. Kemudian tangan itu dilontarkan ke ke satu arah, diaman PADEPOKAN QURO berada. Cahaya putih kebiruan itu melesat sesuai hentakan tangan SYEH QURO.
Setelah cahaya putih itu pergi. SYEH QURO menyudahi semedinya. Helaan nafasnya terdengar berat.
Setelah berkata seperti itu. SYEH QURO melesat meninggalkan tempat ini.
CUT TO
29. EXT. DUKUH CIPELES. RUMAH KI KUWU. HALAMAN. DAY
MBAH JAYAPERKASA sudah menunggu di halaman. Begitu juga dengan KI KUWU, SANG ISTRI dan WARGA. SYEH QURO melesat dan menapakkan kakinya dihadapan MBAH JAYAPERKASA.
Mendengar pernyataan MBAH JAYAPERKASA, KI KUWU dan istrinya sontak terperanjat. Bahkan ISTRI KUWU kembali menangis.
Kalian berjaga bergiliran malam ini.. Secepatnya kami akan memberi kabar..
Setelah berkata seperti itu, MBAH JAYAPERKASA dan SYEH QURO berlompatan menaiki kuda masing-masing. Lantas menarik tali kekang dan memacunya. Sosok keduanya melesat secepat kilat meninggalkan KI KUWU dan yang lainnya.
DISSOLVE TO
30. EXT. PADEPOKAN SYEH QURO. NIGHT
ESTABLISH : Suasana Padepokan. O.S : KAWIH SALAKA DOMAS yang ditembangkan GENDIS. TILL UP : ESTABLISH langit malam. KAWIH SALAKA DOMAS membuat nuansa magis.
SFX : Suara gemerisik ribuan kelelawar. Dari kejauhan, tampak ribuan kelelawar terbang meninggalkan tebing. Menuju Padepokan. Tak lama berselang. Kaki-kaki PASUKAN NYAI ORAY menjejak di tanah. Ribuan kelelawar itu berubah wujud menjadi PASUKAN NYAI ORAY yang berjubah hitam dan berwajah tengkorak. Dengan senjata rantai berbantul tengkorak.
Mereka berlompatan memasuki gerbang padepokan Yang tampak terbuka secara kasat mata. Namun tubuh-tubuh mereka tiba-tiba terpental. Seolah membentur dinding kokoh yang bermuatan aliran listrik. Teriakan kesakitan PASUKAN NYAI ORAY bersahutan. Seiring dengan terjerembabnya tubuh-tubuh mereka ke tanah.
Namun mereka tidak kapok. Setelah bangkit langsung menerjang kembali memasuki gerbang. Bahkan mereka melesakkan senjata rantai tengkorak ke arah gerbang yang seolah tanpa pintu.
DUARR..! DUARR..!! Rantai-rantai itu menimbulkan suara menggelegar dan memercikan api. Namun gerbang tetap seolah terlindungi oleh kekuatan maha dahsyat.
PASUKAN NYAI ORAY berpencar. Mereka terbang mengitari padepokan sambil melecutkan rantai-rantai mereka. Namun yang terjadi malah mereka tetap terpental dan berbalik ke tempat semula. Merekapun ramai-ramai teriak.
Tubuh-tubuh PASUKAN NYAI ORAY terus terpental meskipun mereka mengerahkan semua kekuatannya untuk menembus pagar gaib yang mengelilingi Padepokan.
CUT TO