NYAI ORAY
6. SCENE 26-30
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

26. INT. GUA ORAY. DAY

Suara tawa NYAI ORAY semakin keras terdengar diantara tebing menjulang yang tersapu air hujan.

OPEN VIEW : Gambar Suasana Padepokan SYEH QURO dimana GENDIS, ABHIPRAMANA, WARA SEPUH dan yang lainnya di permukaan air di dalam kendi besar.

CU : Sosok NYAI ORAY yang tertawa menyeramkan. Melihat ke arah kendi besar dimana gambaran PADEPOKAN SYEH QURO terlihat.

NYAI ORAY
Hahahaha.. Kamu pikir.. Kamu akan bebas begitu saja dari penglihatanku, GENDIS..? Jangan harap..!! Takdirmu sudah aku tentukan..! Binasa ditanganku sebagai tumbal kecantikan dan kekuatanku..!!

NYAI ORAY mengibaskan jubahnya. Lantas berpaling pada PENGIKUTNYA yang duduk bersimpuh di tanah.

NYAI ORAY
Begitu bayangan malam muncul petang nanti.. Kalian jemput dia..! Pastikan gadis itu tersaji malam ini di altar.. Untuk aku ambil darah perawannya..!!
PARA PENGIKUT
Sendiko NYAI RATU..!!

PARA PENGIKUT menyembah takjim. Diantara seringai sinis dan menyeramkan NYAI ORAY.

CUT TO

27. EXT. DUKUH CIPELES. RUMAH KI KUWU. DAY

ESTABLISH : Kondisi Pedukuhan yang porak-poranda. Sayup-sayup terdengar suara tangisan dari rumah KI KUWU.

Di beranda. KI KUWU dan istrinya yang sedang menangis, tengah berhadapan dengan MBAH JAYAPERKASA dan SYEH QURO. WARGA ikut duduk bermusyawarah.

ISTRI KI KUWU (Menangis)
Tolong kami kangjeng PATIH.. Kangjeng GURU.. Tolong selamatkan anak kami.. Nanti malam adalah malam purnama ketiga belas.. Kami tidak mau anak kami dijadikan tumbal untuk NYAI ORAY..
KI KUWU
Kami mohon Kangjeng.. Hanya tinggal GENDIS anak kami satu-satunya.. Tolong hentikan NYAI ORAY..
WARGA (CROWDED)
Kami mohon kangjeng.. Kami sudah resah.. Takut dengan masa depan anak-anak gadis kami..

MBAH JAYAPERKASA dan SYEH QURO saling lirik sambil menghela nafas berat. Keduanya terlihat prihatin dengan keadaan yang tengah dialami WARGA.

MBAH JAYAPERKASA
Kaula paham dengan apa yang kalian alami saat ini.. Kaula akan berusaha mengerahkan semua kekuatan kerajaan untuk meredam aksi NYAI ORAY secepat mungkin..
KI KUWU
Lantas.. bagaimana dengan nasib GENDIS, anak kami, kangjeng..? Dia sekarang sudah ada dalam genggaman NYAI ORAY..
MBAH JAYAPERKASA
Tentu itu menjadi persoalan utama yang harus kita selesaikan malam ini.. Kaula butuh kalian untuk membantu kaula dan Kangjeng Guru untuk mencari keberadaan anakmu.. Bukan begitu rayi..? (berpaling pada SYEH QURO).

SYEH QURO yang sejak tadi diam. Tiba-tiba wajahnya mengeras. Seperti mendapatkan firasat tertentu. Dia sekan tidak merespon apa yang dikatakan MBAH JAYAPERASA.

MBAH JAYAPERKASA
Rayi..?!
SYEH QURO (Berbisik)
Sebentar KAKANG.. Sepertinya saya mendapat firasat tidak baik di padepokan.. Saya mohon permisi sebentar..

Tanpa menunggu jawaban MBAH JAYAPERKASA, SYEH QURO melesat secepat kilat menghilang dari tempat itu. Semua yang hadir terpana melihat kegesitan SYEH QURO yang tiba-tiba menghilang dari hadapan mereka. TENSION BUILDS UP. 

CUT TO

28. EXT. PUNCAK BUKIT. DAY

Tubuh SYEH QURO menjejak diatas batu di tempat ini. Dia langsung membuat gerakan semedi. Mulutnya menggumamkan ajimantra.

SYEH QURO
Ka Gusti nu maha suci.. Ka langit anu ngayuga.. Coba riksa anu opat.. nu jadi bakal manusa..  bumi.. geni.. banyu.. jeung angin.. Bumi metukeun cahaya hideung, nu nyata jadi pangucap. Geni metukeun cahaya beureum, nu nyata jadi panguping. Angin metukeun cahaya koneng, nu nyata jadi pangangseu.. Banyu metukeun cahaya bodas, nu nyata jadi paningal..

SYEH QURO melakukan gerakan jurus dengan tangannya seraya terus mengucap ajimantra. Sementara tangannya terpejam dengan khusyuk. Dari telapak tangan SYEH QURO keluar cahaya putih kebiruan. Kemudian tangan itu dilontarkan ke ke satu arah, diaman PADEPOKAN QURO berada. Cahaya putih kebiruan itu melesat sesuai hentakan tangan SYEH QURO.

Setelah cahaya putih itu pergi. SYEH QURO menyudahi semedinya. Helaan nafasnya terdengar berat.

SYEH QURO
Semoga Aji Pamager yang baru saja aku kirimkan dapat melindungi kalian sebelum aku tiba..

Setelah berkata seperti itu. SYEH QURO melesat meninggalkan tempat ini.

CUT TO

29. EXT. DUKUH CIPELES. RUMAH KI KUWU. HALAMAN. DAY

MBAH JAYAPERKASA sudah menunggu di halaman. Begitu juga dengan KI KUWU, SANG ISTRI dan WARGA. SYEH QURO melesat dan menapakkan kakinya dihadapan MBAH JAYAPERKASA.

MBAH JAYAPERKASA
Apa yang sebenarnya terjadi Rayi..?
SYEH QURO
Padepokan kami dalam bahaya Kakang.. Kita harus secepatnya kesana sebelum matahari tenggelam..
MBAH JAYAPERKASA
Baiklah.. Kaula ikuti keputusan Rayi..

Mendengar pernyataan MBAH JAYAPERKASA, KI KUWU dan istrinya sontak terperanjat. Bahkan ISTRI KUWU kembali menangis.

KI KUWU
Bagaimana dengan anak kami..? Bukankah Kangjeng berjanji untuk menyelamatkannya malam ini..?
ISTRI KI KUWU (Menangis)
Tolong anak kami Kangjeng.. Saya mohon.. Tolong anak kami..
SYEH QURO
Kalian jangan cemas.. Keselamatan anak kalian tetap menjadi tujuan utama kami.. (Pada MBAH JAYAPERKASA) Mari KAKANG..
MBAH JAYAPERKASA (Pada KI KUWU dan WARGA)

Kalian berjaga bergiliran malam ini.. Secepatnya kami akan memberi kabar..

Setelah berkata seperti itu, MBAH JAYAPERKASA dan SYEH QURO berlompatan menaiki kuda masing-masing. Lantas menarik tali kekang dan memacunya. Sosok keduanya melesat secepat kilat meninggalkan KI KUWU dan yang lainnya.

DISSOLVE TO

30. EXT. PADEPOKAN SYEH QURO. NIGHT

ESTABLISH : Suasana Padepokan. O.S : KAWIH SALAKA DOMAS yang ditembangkan GENDIS. TILL UP : ESTABLISH langit malam. KAWIH SALAKA DOMAS membuat nuansa magis.

SFX : Suara gemerisik ribuan kelelawar. Dari kejauhan, tampak ribuan kelelawar terbang meninggalkan tebing. Menuju Padepokan. Tak lama berselang. Kaki-kaki PASUKAN NYAI ORAY menjejak di tanah. Ribuan kelelawar itu berubah wujud menjadi PASUKAN NYAI ORAY yang berjubah hitam dan berwajah tengkorak. Dengan senjata rantai berbantul tengkorak.

Mereka berlompatan memasuki gerbang padepokan Yang tampak terbuka secara kasat mata. Namun tubuh-tubuh mereka tiba-tiba terpental. Seolah membentur dinding kokoh yang bermuatan aliran listrik. Teriakan kesakitan PASUKAN NYAI ORAY bersahutan. Seiring dengan terjerembabnya tubuh-tubuh mereka ke tanah.

PASUKAN NYAI ORAY (CROWDED)
AAAAAAAAAAAAA.....!!! PANASSSSSS..!!

Namun mereka tidak kapok. Setelah bangkit langsung menerjang kembali memasuki gerbang. Bahkan mereka melesakkan senjata rantai tengkorak ke arah gerbang yang seolah tanpa pintu.

DUARR..! DUARR..!! Rantai-rantai itu menimbulkan suara menggelegar dan memercikan api. Namun gerbang tetap seolah terlindungi oleh kekuatan maha dahsyat.

PASUKAN NYAI ORAY berpencar. Mereka terbang mengitari padepokan sambil melecutkan rantai-rantai mereka. Namun yang terjadi malah mereka tetap terpental dan berbalik ke tempat semula. Merekapun ramai-ramai teriak.

PASUKAN NYAI ORAY (CROWDED)
NYAI RATUUUUUU..!! NYAI RATUUUUUU..!!

Tubuh-tubuh PASUKAN NYAI ORAY terus terpental meskipun mereka mengerahkan semua kekuatannya untuk menembus pagar gaib yang mengelilingi Padepokan.

CUT TO


Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)