NYAI ORAY
3. SCENE 11-15
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

11. EXT. DUKUH CIPELES. GERBANG DUKUH. DAY

ESTABLISH : Suasana DUKUH CIPELES yang mendung seperti menjelang malam. Dari kejauhan terlihat BUJANG MANIK yang mengendarai SENTHIR dalam kondisi mata ditutup kain hitam.

GERBANG DUKUH seketika ditutup PENJAGA, bersamaan dengan tibanya kuda BUJANG MANIK. Kaki SENTHIR dipaksa menghentikan langkah. Ringkikannya membuat BUJANG MANIK seketika membuka selubung kain hitam di matanya. Menghentakan tali kekang seraya bersalto ke udara dan menjejakkan kaki di depan gerbang yang hampir tertutup. BUJANG MANIK berlari menghentikannya.

BUJANG MANIK
Tunggu Kisanak..!! Ijinkan saya melintas di dukuh kalian..!!
PENJAGA 1
Tidak bisa..! Kisanak tidak boleh melewati dukuh kami.. Ini perintah langsung dari Ki Kuwu..
BUJANG MANIK
Saya mohon kisanak.. Ini satu-satunya jalan yang bisa dilewati.. Saya hanya ijin melintas.. Tidak lebih..
PENJAGA 2
Tetap tidak bisa..! Semua pendatang yang tidak dikenal.. Tetap tidak dibolehkan walau cuma melintas..
BUJANG MANIK hendak menukas kembali. Namun tiba-tiba terdengar suara gemuruh angin Puyuh (puting beliung) mendekat. PARA PENJAGA ketakutan. Segera mengunci gerbang dan lari pontang-panting menuju dukuh.
PARA PENJAGA (CROWDED)
NYAI ORAY... NYAI ORAY..!! NYAI ORAAAYYYY..!!

Teriakan mereka disambut kentongan yang dipukul bersahutan. BUJANG MANIK terperanjat kaget.

BUJANG MANIK
NYAI ORAY..?

ZOOM IN TO CU : wajah BUJANG MANIK yang terperanjat kaget. Diantara ramainya suara kentongan dan suara WARGA yang etriak meneriakkan satu nama “NYAI ORAY”.

CUT TO

12. EXT. DUKUH CIPELES. JALAN. GERBANG DUKUH. DAY

Gulungan angin Puyuh melesat diikuti ribuan kelelawar yang mengikutinya. Suaranya bergemuruh memekakkan telinga. Angin puyuh itu menerjang gerbang. Ribuan kelelawar menjejakkan kaki di tanah dan berubah menjadi Pasukan NYAI ORAY yang mengenakan jubah hitam. Wajah-wajah tengkorak mereka berkilatan pucat pasi. Mereka berlarian menyerbu dukuh. DUARR..!! DUARR..!! DUARR..!! mereka memukul-mukulkan senjata rantai berbandul tengkorak yang mereka bawa. WARGA bermunculan dari berbagai sudut.

WARGA (CROWDED)
SERANGGGGGGG..!!

WARGA berlarian menyerang dengan senjata seadanya. PASUKAN NYAI ORAY semakin membabibuta menghadapi serangan WARGA. Kekacauan pun terjadi. Teriakan kesakitan dan suara kentongan bersahutan diantara kepulan debu dan angin puyuh yang menerjang pedukuhan. TENSION BUILDS UP.

CUT TO

13. EXT/INT. DUKUH CIPELES. RUMAH KI KUWU. KAMAR. DAY

ESTABLISH : PASUKAN NYAI ORAY terlibat perkelahian dengan PENJAGA RUMAH KI KUWU. FIGHT SERU.

Sementara itu di dalam sebuah kamar. GENDIS sedang menangis ketakutan sambil memeluk sang IBU.

GENDIS
AMBU.. bagaimana ini..? Aku takut AMBU..

ISTRI KI KUWU hanya bisa memeluk sambil ikut menangis. O.S : terdengar suara perkelahian dan teriakan dari halaman. BRAKK..!! Pintu kamar terbuka karena didobrak dari luar. KI KUWU ditendang ke dalam kamar. BRUGHH..! tersungkur di depan GENDIS sambil teriak kesakitan.

KI KUWU
AAAAAAAAA..
GENDIS & ISTRI KI KUWU
AMAAAAA... / KAKAKANGGGGG..!!
KI KUWU
Lari GENDIS...!! Lariiiiii....!!

KI KUWU melompat memegangi kaki PENDEKAR JAHAT PENGIKUT NYAI ORAY. ISTRI KI KUWU pun membantu. Menghujani PENDEKAR JAHAT dengan barng apa saja yang bisa diraihnya.

ISTRI KI KUWU
Lari GENDISSS..!! Lariiiiiii..!!

Dengan mengerahkan kekuatanya, GENDIS berlari keluar dari kamar. CAMERA FOLLOW : pergerakan GENDIS yang berlari keluar kamar. Kemudian ke ruang tengah. Namun dia melihat PENDEKAR JAHAT lain yang tengah bertempur dengan PARA PENJAGA di halaman.

GENDIS berbalik arah menuju pintu belakang. Sambil menangis dia teriak minta tolong.

GENDIS
Toloonggggggg..!! Tolooonggggg..!!

BRAKK..!! PENDEKAR JAHAT berhasil menghempaskan KI KUWU. BUGHH..!! BUGGHH..! Menghujaninya dengan pukulan. KI KUWU terlempar ke sudut kamar. ISTRI KI KUWU menghambur memburunya.

ISTRI KI KUWU
KAKANGGGGG..!!

PENDEKAR JAHAT berbalik mengejar GENDIS yang berlari menuju pintu belakang. TENSION BUILDS UP.

CUT TO

14. EXT. DUKUH CIPELES. JALAN. GERBANG DUKUH. DAY

BUJANG MANIK berlari diantara kekacauan yang terjadi. Matanya nyalang mengamati sekeliling dengan waspada. Dia berusaha bertanya pada WARGA yang berlarian.

BUJANG MANIK
Ada apa dengan NYAI ORAY..? Siapa dia..?
WARGA 1
Dia orang jahat..!!
WARGA 2
Dia minta tumbal darah perawan setiap purnama ke tiga belas..
WARGA 3
Malam ini.. Pengikut NYAI ORAY akan membawa anak gadisnya KI KUWU untuk ditumbalkan..

DEGGHH..!! BUJANG MANIK terperanjat.

BUJANG MANIK
Keterlaluan..!! Ini tidak bisa dibiarkan..!!

Bersamaan dengan itu. Terdengar teriakan GENDIS dari kejauhan.

GENDIS (O.S)
Toloonggggg..!! Toloonggggg..!!

POV BUJANG MANIK : GENDIS berlari sambil menangis. Dikejar PENDEKAR JAHAT. BUJANG MANIK pun melambungkan tubuhnya ke udara seraya memesat pedang panjangnya. Kemudian terbang menuju tempat GENDIS. TENSION BUILDS UP.

CUT TO

15. EXT. DUKUH CIPELES. DAY

GENDIS berlari sambil menangis dan teriak minta tolong. PENDEKAR JAHAT mengejarnya. Hingga tiba di satu titik. GENDIS tersandung. PENDEKAR JAHAT memburunya.

PENDEKAR JAHAT
Hahaha.. mau lari kemana kamu, hah..?
GENDIS
Jangan.. Jangan bawa aku..!! Aku mohon..!! Jangan bawa akuu..!!

GENDIS bersujud di tanah sambil memohon dan menangis. PENDEKAR JAHAT malah tertawa dan ebrsiap mencengkramnya. Namun saat hendak mencengkram GENDIS, BUJANG MANIK muncul. Terbang dan membuat gerakan jurus dengan kaki kanannya.

BUJANG MANIK
HIYAAAAAA..!! Jangan sentuh dia..!!

BUGHHH!! Tendangan kaki kanan BUJANG MANIK tepat mengenai punggung PENDEKAR JAHAT. Membuat tubuh PENDEKAR JAHAT terlempar jauh.

Namun PENDEKAR JAHAT malah membuat gerakkan seperti kucing berbalik setelah menjejakkan kaki dengan ringannya. Kemudian, WUSSHHH..! Meluncur berbalik menyerang BUJANG MANIK dengan senjata rantai berbandul tengkoraknya.

PENDEKAR JAHAT
Kurang ajarr..!! Aku tidak akan membiarkan kamu menggagalkan tumbal untuk NYAI RATU..! HIYAAAAA..!!

Jurus PENDEKAR JAHAT disambut sabetan pedang BUJANG MANIK. Terjadi perkelahian seru. Hingga diujung perkelahian, BUJANG MANIK membuat gerakan memutar dengan tubuhnya. Lantas menangkap bandul tengkorak yang dilesakkan ke tuhunya.

SRET..! BYARR..! BUJANG MANIK menarik rantai dengan kekuatan penuh. Lantas melesakkan tubuh PENDEKAR JAHAT ke udara. Diikuti dengan lontaran tenaga dalam. DUARR..!! Tubuh PENDEKAR JAHAT hancur. Namun tiba-tiba terdengar teriakan GENDIS.

GENDIS (O.S)
AAAAAAAAAAAA..!!

 

BUJANG MANIK sontak berpaling ke arah suara. Dilihatnya PENDEKAR JAHAT LAIN menghela tubuh GENDIS dan melesat terbang membawanya kabur. Diikuti oleh PASUKAN NYAI ORAY lainnya. Jubah-jubah mereka berkelebatan diterbangkan angin. BUJANG MANIK pun terperanjat kaget.

BUJANG MANIK
NYAIIII..!! Heyyyy..!! Jangan bawa diaaaa...!!

BUJANG MANIK mengejar PENDEKAR JAHAT LAIN yang membawa GENDIS. TENSION BUILDS UP.

CUT TO


Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)