16. EXT. DUKUH CIPELES. GERBANG DUKUH. DAY
PENDEKAR JAHAT LAIN dan PASUKAN NYAI ORAY berkelebatan meninggalkan pedukuhan. GENDIS meronta sambil teriak dan menangis.
Dari arah pedukuhan, BUJANG MANIK melesat seperti burung alap-alap dengan pedang terhunus. BLASHH..!! Dia berhasil melewati PENDEKAR JAHAT LAIN dan PASUKAN NYAI ORAY. BRAKK..!! Dia menjejakkan kaki di tanah menghadang PASUKAN NYAI ORAY. Tangannya membuat gerakan jurus. BUGGHH..! Dia melontarkan pukulan jarak jauh ke arah MEREKA.
DUARR..! PASUKAN NYAI ORAY berhamburan terlontar ke berbagai arah. Kecuali PENDEKAR JAHAT LAIN yang berhasil salto ke udara sambil membopong tubuh GENDIS. Gerakannya sangat ringan. Kakinya menapaki pucuk-pucuk pohon di sepanjang jalan.
BUJANG MANIK ikut salto dan terbang menyusul. Namun gerakannya terhenti karena PASUKAN NYAI ORAY yang berhasil menguasai dirinya, serempak melontarkan rantai-rantai mereka ke udara. Rantai-rantai itu membentuk perangkap yang langsung membelenggu tubuh BUJANG MAIK. BRUUKKK..! Tubuh BUJANG MANIK jatuh ke tanah.
PASUKAN NYAI ORAY berlompatan mengurung BUJANG MANIK. Terbahak penuh kemenangan.
BUJANG MANIK yang terborgol dengan rantai, langsung memejamkan mata. Bergumam melapalkan JANGJAWOKAN (ajian pembuka perangkap).
DUARRR..!! Rantai-rantai yang memerangkapnya hancur lebur. Tubuh BUJANG MANIK menjaul ke udara. Membuat PASUKAN NYAI ORAY terperanjat kaget. Namun belum juga hilang kekagetan mereka, BUJANG MANIK sudah melontarkan jurus. FIGHT SERU.
Perkelahian berlangsung alot. PASUKAN NYAI ORAY yang sudah tidak bersenjata, meladeni serangan BUJANG MANIK dengan tangan kosong. Tenaga dalam saling beradu. Hingga akhirnya BUJANG MANIK berhasil melumpuhkan semuanya. Diapun lantas bersuit memanggil kudanya.
SHENTIR muncul dengan ringkikannya. BUJANG MANIK melompat menaikinya. Kemudian memacu SHENTIR menyusul PENDEKAR JAHAT LAIN. TENSION BUILDS UP.
CUT TO
17. EXT. HUTAN. DAY
PENDEKAR JAHAT berlari menyusuri rimbunnya pepohonan sambil membopong GENDIS. GENDIS meronta dan berteriak minta tolong sambil menangis.
Tiba-tiba PENDEKAR JAHAT menghentikan langkahnya. Ternyata didepannya muncul MAUNG BODAS yang mengaum menghadangnya. Kesempatan ini dipergunakan GENDIS untuk menggigit pundak PENDEKAR JAHAT. Membuat PENDEKAR JAHAT teriak kaget. BRAKK..!! GENDIS berhasil lepas dari bopongan. Kemudian berlari kabur. PENDEKAR JAHAT melompat mengejar.
Meski tersandung dan berulangkali jatuh, GENDIS berusaha berlari secepat yang ia bisa. Hingga akhirnya BUJANG MANIK dan kudanya muncul. BUJANG MANIK melompat dari kudanya menyerbu PENDEKAR JAHAT sambil menyabetkan pedangnya.
PENDEKAR JAHAT menyambut serangan BUJANG MANIK dengan kekuatan penuh. FIGHT SERU. Mereka tidak menyadari kalau diam-diam GENDIS kabur dan menghilang ditelan rimbunnya semak belukar.
CUT TO
18. EXT. HUTAN. DAY
Adegan dibuka oleh anak panah yang melesat menuju satu arah dengan kecepatan tinggi. BYARRR..!! Anak panah mengenai sesuatu. Diikuti teriakan perempuan yang kaget dan ketakutan.
ZOOM IN TO CU : Wajah kaget ABHIPRAMANA (ABHI) yang kaget karena mendengar suara manusia di dalam hutan yang sunyi.
POV ABHIPRAMANA : Kelinci buruannya berhamburan berlari dari sarang yang dibidiknya. ABHI berlari memeriksa anak panahnya. ABHI kaget karena melihat anak panah itu tertancap di tangan GENDIS. Gadis itu terkapar pingsan ditanah. ABHIPRAMANA tambah kaget.
ABHIPRAMANA mengguncang-guncang tubuh GENDIS. Hingga akhirnya GENDIS mulai tersadar. GENDIS memegang tangan ABHIPRAMANA. Suaranya lirih memohon.
GENDIS kembali pingsan. ABHI kaget luar biasa saat mendengar nama NYAI ORAY.
ABHIPRAMANA menghela tubuh GENDIS. Kemudian memapahnya pergi dari tempat itu.
DISSOLVE TO
19. EXT/INT. GUA ORAY. NIGHT
ESTABLISH : Pemandangan tebing dan hutan tempat GUA ORAY.
DUARRR..!! Lontaran bola api menggempur bongkahan batu di sudut gua. Diikuti teriakan kencang NYAI ORAY yang tengah murka.
PARA PENGIKUT bersujud takjim. Sementara NYAI ORAY menyeringai murka.
PENGIKUT NYAI ORAY kembali bersujud menghaturkan sembah.
CUT TO
20. EXT. PADEPOKAN SYEH QURO. HALAMAN. NIGHT
ESTABLISH Perguruan SYEH QURO. Belasan orang sedang latihan ilmu kanuragan. WARA SEPUH memimpin gerakan jurus di depan barisan. Terlihat ABHIPRAMANA mengikuti gerakan di barisan paling belakang. Sosoknya yang kecil tampak kontras dengan barisan pemuda yang tegap didepannya.
Ditengah kekhusuan semua murid yang tengah melakukan gerakan jurus, ABHIPRAMANA diam-diam berjingkat menjauh dari barisan. Beberapa kali langkahnya terhenti karena WARA SEPUH memergokinya. WARA SEPUH hanya memelotinya. Hingga ABHIPRAMANA pun terpaksa kembali mengikuti gerakan jurus. Namun jarak antara dirinya dengan barisan, semakin lama semakin jauh. Hingga akhirnya ABHIPRAMANA bersiap kabur. Namun WARA SEPUH teriak menghardiknya.
Tanpa mempedulikan apapun, ABHIPRAMANA bergegas lari. Diantara gelak tawa PARA MURID yang tengah berlatih. WARA SEPUH menghardik tegas.
MURID-MURID PADEPOKAN kembali berlatih jurus.
CUT TO