NYAI ORAY
4. SCENE 16-20
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

16. EXT. DUKUH CIPELES. GERBANG DUKUH. DAY

PENDEKAR JAHAT LAIN dan PASUKAN NYAI ORAY berkelebatan meninggalkan pedukuhan. GENDIS meronta sambil teriak dan menangis.

GENDIS
Tolooongggggggg..! Tolooongggggggg..!!

Dari arah pedukuhan, BUJANG MANIK melesat seperti burung alap-alap dengan pedang terhunus. BLASHH..!! Dia berhasil melewati PENDEKAR JAHAT LAIN dan PASUKAN NYAI ORAY. BRAKK..!! Dia menjejakkan kaki di tanah menghadang PASUKAN NYAI ORAY. Tangannya membuat gerakan jurus. BUGGHH..! Dia melontarkan pukulan jarak jauh ke arah MEREKA.

DUARR..! PASUKAN NYAI ORAY berhamburan terlontar ke berbagai arah. Kecuali PENDEKAR JAHAT LAIN yang berhasil salto ke udara sambil membopong tubuh GENDIS. Gerakannya sangat ringan. Kakinya menapaki pucuk-pucuk pohon di sepanjang jalan.

BUJANG MANIK ikut salto dan terbang menyusul. Namun gerakannya terhenti karena PASUKAN NYAI ORAY yang berhasil menguasai dirinya, serempak melontarkan rantai-rantai mereka ke udara. Rantai-rantai itu membentuk perangkap yang langsung membelenggu tubuh BUJANG MAIK. BRUUKKK..! Tubuh BUJANG MANIK jatuh ke tanah.

BUJANG MANIK
AAAAAAAAAAA......!!!!!

PASUKAN NYAI ORAY berlompatan mengurung BUJANG MANIK. Terbahak penuh kemenangan.

PASUKAN 1
HAHAHAHA.. Ternyata kemampuanmu tidak sehebat yang dilihat orang..!! Hahahaha..

BUJANG MANIK yang terborgol dengan rantai, langsung memejamkan mata. Bergumam melapalkan JANGJAWOKAN (ajian pembuka perangkap).

BUJANG MANIK (V.O)
Hujud bungbang..
Nu hurung dina jajantung
Nu ruhay dina kalilipa
Remet meteng dina angen
Pangmukakeun kareremet nu aya didiri kula..

DUARRR..!! Rantai-rantai yang memerangkapnya hancur lebur. Tubuh BUJANG MANIK menjaul ke udara. Membuat PASUKAN NYAI ORAY terperanjat kaget. Namun belum juga hilang kekagetan mereka, BUJANG MANIK sudah melontarkan jurus. FIGHT SERU.

Perkelahian berlangsung alot. PASUKAN NYAI ORAY yang sudah tidak bersenjata, meladeni serangan BUJANG MANIK dengan tangan kosong. Tenaga dalam saling beradu. Hingga akhirnya BUJANG MANIK berhasil melumpuhkan semuanya. Diapun lantas bersuit memanggil kudanya.

BUJANG MANIK
SHENTIRRRRRR..!

SHENTIR muncul dengan ringkikannya. BUJANG MANIK melompat menaikinya. Kemudian memacu SHENTIR menyusul PENDEKAR JAHAT LAIN. TENSION BUILDS UP.

CUT TO

17. EXT. HUTAN. DAY

PENDEKAR JAHAT berlari menyusuri rimbunnya pepohonan sambil membopong GENDIS. GENDIS meronta dan berteriak minta tolong sambil menangis.

GENDIS
Toloonggg.. Toloongg..!! AMAAAAA.. AMBUUUU.. aku takuuttt.. AMAAAA.. AMBUUUU..

Tiba-tiba PENDEKAR JAHAT menghentikan langkahnya. Ternyata didepannya muncul MAUNG BODAS yang mengaum menghadangnya. Kesempatan ini dipergunakan GENDIS untuk menggigit pundak PENDEKAR JAHAT. Membuat PENDEKAR JAHAT teriak kaget. BRAKK..!! GENDIS berhasil lepas dari bopongan. Kemudian berlari kabur. PENDEKAR JAHAT melompat mengejar.

PENDEKAR JAHAT
Mau lari kemana kamu, hah..?!
GENDIS (Teriak Menangis)
AMAAAA.. AMBUUUUUU.. Tolong akuu..!! Toloong akuuuu..!! 

Meski tersandung dan berulangkali jatuh, GENDIS berusaha berlari secepat yang ia bisa. Hingga akhirnya BUJANG MANIK dan kudanya muncul. BUJANG MANIK melompat dari kudanya menyerbu PENDEKAR JAHAT sambil menyabetkan pedangnya.

BUJANG MANIK
HIYAAAAAA..!
PENDEKAR JAHAT
Kurang ajar..!!

PENDEKAR JAHAT menyambut serangan BUJANG MANIK dengan kekuatan penuh. FIGHT SERU. Mereka tidak menyadari kalau diam-diam GENDIS kabur dan menghilang ditelan rimbunnya semak belukar.

CUT TO

18. EXT. HUTAN. DAY

Adegan dibuka oleh anak panah yang melesat menuju satu arah dengan kecepatan tinggi. BYARRR..!! Anak panah mengenai sesuatu. Diikuti teriakan perempuan yang kaget dan ketakutan.

SUARA (O.S)
AAAAAAAAAAA...!!

ZOOM IN TO CU : Wajah kaget ABHIPRAMANA (ABHI) yang kaget karena mendengar suara manusia di dalam hutan yang sunyi.

ABHIPRAMANA
Ya ampun..!! Kelinci bisa bicara..?!

POV ABHIPRAMANA : Kelinci buruannya berhamburan berlari dari sarang yang dibidiknya. ABHI berlari memeriksa anak panahnya. ABHI kaget karena melihat anak panah itu tertancap di tangan GENDIS. Gadis itu terkapar pingsan ditanah. ABHIPRAMANA tambah kaget.

ABHIPRAMANA
Celaka akuu..!! Celaka akuu..?! Bisa-bisanya aku memanah manusia..! Maafkan ABHI.. Maafkan ABHI.. ABHI tidak sengaja..!!

ABHIPRAMANA mengguncang-guncang tubuh GENDIS. Hingga akhirnya GENDIS mulai tersadar. GENDIS memegang tangan ABHIPRAMANA. Suaranya lirih memohon.

GENDIS
Selamatkan aku.. Aku tidak mau menjadi korban NYAI ORAYY..!

GENDIS kembali pingsan. ABHI kaget luar biasa saat mendengar nama NYAI ORAY.

ABHIPRAMANA
NYAI ORAY..? Bukankah itu musuhnya GURU..? Gawat..!! GURU harus tahu..

ABHIPRAMANA menghela tubuh GENDIS. Kemudian memapahnya pergi dari tempat itu.

DISSOLVE TO

19. EXT/INT. GUA ORAY. NIGHT

ESTABLISH : Pemandangan tebing dan hutan tempat GUA ORAY.

DUARRR..!! Lontaran bola api menggempur bongkahan batu di sudut gua. Diikuti teriakan kencang NYAI ORAY yang tengah murka.

NYAI ORAY
Kurang ajar..!! Jadi.. Laki-laki itu yang sudah menggagalkan penjemputan tumbalku..?
PENGIKUT NYAI ORAY (CROWDED)
Sendiko NYAI RATUUU...
PENGIKUT 1
UTUSAN NYAI yang ditugaskan menjemput Perawan Seba.. Semuanya binasa..
PENGIKUT 2
Laki-laki itu memiliki ilmu kanuragan yang mumpuni NYAI.. Sehingga bisa membuat semua UTUSAN NYAI binasa
NYAI ORAY
Omong kosong..!! Siapapun yang berani main-main denganku.. Akan kuhabisi..!!
PENGIKUT (CROWDED)
Sendiko NYAI RATUU..

PARA PENGIKUT bersujud takjim. Sementara NYAI ORAY menyeringai murka.

NYAI ORAY
Apapun caranya.. Gadis seba itu harus segera di dapatkan..! Kita tidak punya waktu lagi..! Purnama tiga belas tidak lama lagi akan tiba..!
PENGIKUT (CROWDED)
Sendiko NYAI RATUU..

PENGIKUT NYAI ORAY kembali bersujud menghaturkan sembah.

CUT TO

20. EXT. PADEPOKAN SYEH QURO. HALAMAN. NIGHT

ESTABLISH Perguruan SYEH QURO. Belasan orang sedang latihan ilmu kanuragan. WARA SEPUH memimpin gerakan jurus di depan barisan. Terlihat ABHIPRAMANA mengikuti gerakan di barisan paling belakang. Sosoknya yang kecil tampak kontras dengan barisan pemuda yang tegap didepannya.

Ditengah kekhusuan semua murid yang tengah melakukan gerakan jurus, ABHIPRAMANA diam-diam berjingkat menjauh dari barisan. Beberapa kali langkahnya terhenti karena WARA SEPUH memergokinya. WARA SEPUH hanya memelotinya. Hingga ABHIPRAMANA pun terpaksa kembali mengikuti gerakan jurus. Namun jarak antara dirinya dengan barisan, semakin lama semakin jauh. Hingga akhirnya ABHIPRAMANA bersiap kabur. Namun WARA SEPUH teriak menghardiknya.

WARA SEPUH
Mau kemana kamu, ABHI..?!
ABHIPRAMANA
ABHI tidak tahan.. Mau buang air besar..!! Kakang mau ikut..?

Tanpa mempedulikan apapun, ABHIPRAMANA bergegas lari. Diantara gelak tawa PARA MURID yang tengah berlatih. WARA SEPUH menghardik tegas.

WARA SEPUH
Lanjutkan jurus..!!
PARA MURID (CROWDED)
Sendiko KAKANG..!!

MURID-MURID PADEPOKAN kembali berlatih jurus.

CUT TO


Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)