21. INT. PADEPOKAN SYEH QURO. LEUIT (LUMBUNG PADI). NIGHT
GENDIS terbaring di lantai. Di sekelilingnya, tumpukan padi dan bahan makanan lain bertumpuk sekenanya. Tampak lengan GENDIS sudah dibebat kain. Tak lama berselang, perlahan pintu LEUIT terbuka. ABHIPRAMANA muncul dan berjingkat mendekati GENDIS. GENDIS mengerang pelan. ABHIPRAMANA menempelkan telunjuknya di bibirnya.
GENDIS mengangguk lemah. Wajahnya pucat pasi. Bibirnya kering. Tatapannya kosong. ABHIPRAMANA meneteskan air dari kendi yang diambilnya dari sudut LEUIT ke bibir GENDIS. Bibir GENDIS mengecap-ngecap. Air matanya berlinang. Dengan gerakan lemah, GENDIS membuat gerakan bibir “Terimakasih”.
GENDIS mengerjapkan matanya sebagai pertanda terima kasih. Diikuti air matanya yang kembali berlinang membasahi pipinya yang pucat.
CUT TO
22. EXT. JALAN. NIGHT
MBAH JAYA PERKASA dan SYEH QURO memacu kuda mereka menuju dukuh yang diserang pendekar hitam. Ditengah memacu kuda masing-masing. Mereka saling teriak bertukar pendapat.
Diujung kalimatnya, MBAH JAYAPERKASA membuat gerakan untuk memacu kudanya lebih cepat.
DISSOLVE TO
23. EXT. PADEPOKAN SYEH QURO. HALAMAN. LEUIT. DAY
ESTABLISH : Langit yang cerah. Semburat matahari memancar dari ufuk timur.
Dari kejauhan terlihat ABHIPRAMANA yang berlari membawa makanan dari dapur menuju LEUIT. Namun tanpa ABHIPRAMANA sadari, WARA SEPUH mengikutinya dengan tatap curiga. TENSION BUILDS UP.
CAMERA FOLLOW : Pergerakan ABHIPRAMANA yang berjingkat memasuki LEUIT kemudian menutup pintu dengan tergesa. Sosok ABHIPRAMANA menghilang dibalik pintu LEUIT. Sementara WARA SEPUH melipir ke pinggir LEUIT untuk mencari tahu apa yang sebenarnya tengah dikerjakan ABHIPRAMANA. TENSION BUILDS UP.
INTERCUT TO
24. INT. PADEPOKAN SYEH QURO. LEUIT. DAY
ABHIPRAMANA bergegas menuju GENDIS yang kini sudah bisa duduk bersandar. Meski wajah GENDIS masih pucat pasi.
GENDIS menerima bungkusan nasi dan memakannya hingga habis. ABHIPRAMANA tersenyum.
BRAKKK..!! Tiba-tiba pintu LEUIT terbuka. WARA SEPUH dan beberapa MURID PADEPOKAN berdiri menjuang diambang pintu. Membuat ABHIPRAMANA dan GENDIS terperanjat kaget.
MURID-MURID bergegas mencekal ABHIPRAMANA dan GENDIS. Kemudian menyeretnya keluar dari LEUIT. ABHIPRAMANA bersuaha berontak dan menjelaskan.
WARA SEPUH berjalan paling depan. Diikuti PARA MURID yang membawa ABHIPRAMANA dan GENDIS. TENSION BUILDS UP.
CUT TO
25. EXT. PADEPOKAN SYEH QURO. PASEBAN. DAY
WARA SEPUH dan MURID PADEPOKAN duduk berbaris di paseban. GENDIS dan ABHIPRAMANA duduk dihadapan mereka dengan wajah tertunduk.
ABHIPRAMANA mengangguk mengiyakan.
GENDIS menangis dan bersujud menghaturkan sembah. Membuat WARA SEPUH kaget.
DEGGHH..!! WARA SEPUH dan semua MURID PADEPOKAN terperanjat kaget.
ZOOM IN TO CU : Wajah-wajah kaget sekaligus cemas MURID PADEPOKAN dan WARA SEPUH. BUARRR..! Petir menggelegar. Dikuti terjangan air hujan yang seakan dicurahkan dari langit. Suasana mendadak temaram. Matahari seperti ditelan kegelapan.
SFX : Sayup-sayup terdengar suara tawa khas NYAI ORAY yang menyeramkan.
CUT TO