NYAI ORAY
5. SCENE 21-25
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

21. INT. PADEPOKAN SYEH QURO. LEUIT (LUMBUNG PADI). NIGHT

GENDIS terbaring di lantai. Di sekelilingnya, tumpukan padi dan bahan makanan lain bertumpuk sekenanya. Tampak lengan GENDIS sudah dibebat kain. Tak lama berselang, perlahan pintu LEUIT terbuka. ABHIPRAMANA muncul dan berjingkat mendekati GENDIS. GENDIS mengerang pelan. ABHIPRAMANA menempelkan telunjuknya di bibirnya.

ABHIPRAMANA
Ssstttt.. Jangan keras-keras.. Nanti KAKANG SEPUH dengar.. Mereka pasti tidak akan mengijinkan CEUCEU tinggal disini.. CEUCEU harus bertahan sampai GURU datang..

GENDIS mengangguk lemah. Wajahnya pucat pasi. Bibirnya kering. Tatapannya kosong. ABHIPRAMANA meneteskan air dari kendi yang diambilnya dari sudut LEUIT ke bibir GENDIS. Bibir GENDIS mengecap-ngecap. Air matanya berlinang. Dengan gerakan lemah, GENDIS membuat gerakan bibir “Terimakasih”.

ABHIPRAMANA (Trenyuh)
CEUCEU tidak boleh menangis..!! ABHI yang akan bicara sendiri pada GURU untuk melindungi CEUCEU..

GENDIS mengerjapkan matanya sebagai pertanda terima kasih. Diikuti air matanya yang kembali berlinang membasahi pipinya yang pucat. 

CUT TO

22. EXT. JALAN. NIGHT

MBAH JAYA PERKASA dan SYEH QURO memacu kuda mereka menuju dukuh yang diserang pendekar hitam. Ditengah memacu kuda masing-masing. Mereka saling teriak bertukar pendapat.

SYEH QURO
Kita harus melihat dan mendengar sendiri.. Apa yang sebenarnya terjadi di dukuh itu KAKANG..!!
MBAH JAYAPERKASA
Benar..! Jangan sampai keputusan yang kita ambil tidak tepat karena kita tidak melihat sendiri apa yang sebenarnya terjadi..
SYEH QURO
Kalau benar.. Ada kaitannya dengan NYAI ORAY.. Ini sungguh membahayakan KAKANG..
MBAH JAYAPERKASA
Benar..!! Kita harus bertindak cepat. Kita usahakan besok tatkala fajar menyingsing, kita sudah sampai disana..!

Diujung kalimatnya, MBAH JAYAPERKASA membuat gerakan untuk memacu kudanya lebih cepat. 

DISSOLVE TO

 

23. EXT. PADEPOKAN SYEH QURO. HALAMAN. LEUIT. DAY

ESTABLISH : Langit yang cerah. Semburat matahari memancar dari ufuk timur.

Dari kejauhan terlihat ABHIPRAMANA yang berlari membawa makanan dari dapur menuju LEUIT. Namun tanpa ABHIPRAMANA sadari, WARA SEPUH mengikutinya dengan tatap curiga. TENSION BUILDS UP.

CAMERA FOLLOW : Pergerakan ABHIPRAMANA yang berjingkat memasuki LEUIT kemudian menutup pintu dengan tergesa. Sosok ABHIPRAMANA menghilang dibalik pintu LEUIT. Sementara WARA SEPUH melipir ke pinggir LEUIT untuk mencari tahu apa yang sebenarnya tengah dikerjakan ABHIPRAMANA. TENSION BUILDS UP.

INTERCUT TO

24. INT. PADEPOKAN SYEH QURO. LEUIT. DAY

ABHIPRAMANA bergegas menuju GENDIS yang kini sudah bisa duduk bersandar. Meski wajah GENDIS masih pucat pasi.

ABHIPRAMANA
ABHI bawakan makanan..
GENDIS
Terimakasih..

GENDIS menerima bungkusan nasi dan memakannya hingga habis. ABHIPRAMANA tersenyum.

ABHIPRAMANA
Mudah-mudahan GURU tiba hari ini.. Jadi CEUCEU tidak perlu bersembunyi lagi..
GENDIS
Iya.. terima kasih..

BRAKKK..!! Tiba-tiba pintu LEUIT terbuka. WARA SEPUH dan beberapa MURID PADEPOKAN berdiri menjuang diambang pintu. Membuat ABHIPRAMANA dan GENDIS terperanjat kaget.

WARA SEPUH
ABHIIII..!! Apa yang kamu lakukan..?! Siapa dia..?!
ABHIPRAMANA yang shock tak bisa menjawab. Begitu juga dengan GENDIS yang gemetar ketakutan.
WARA SEPUH
ABHIIII..?! Jawab..!!
ABHIPRAMANA
Di.. Dia... Diaa...
MURID 1
Ini tidak benar KAKANG.. KAKANG harus bertindak.. Perbuatan ABHI kali ini sudah keterlaluan..!
MURID-MURID (CROWDED)
Benar KAKANG..!!
WARA SEPUH
Bawa mereka ke paseban..!!

MURID-MURID bergegas mencekal ABHIPRAMANA dan GENDIS. Kemudian menyeretnya keluar dari LEUIT. ABHIPRAMANA bersuaha berontak dan menjelaskan.

ABHIPRAMANA
Tunggu KAKANG.. ABHI bisa jelaskan.. Ini tidak seperti yang kalian lihat..
GENDIS
Ini salah saya.. Dia tidak salah.. Dia hanya menolong saya..!!
WARA SEPUH
Nanti kalian jelaskan di Paseban..

WARA SEPUH berjalan paling depan. Diikuti PARA MURID yang membawa ABHIPRAMANA dan GENDIS. TENSION BUILDS UP.

CUT TO

25. EXT. PADEPOKAN SYEH QURO. PASEBAN. DAY

WARA SEPUH dan MURID PADEPOKAN duduk berbaris di paseban. GENDIS dan ABHIPRAMANA duduk dihadapan mereka dengan wajah tertunduk.

WARA SEPUH
Kamu sudah tahu bukan.. Apa peraturan pertama di Padepokan GURU kita..?

ABHIPRAMANA mengangguk mengiyakan.

WARA SEPUH
Lantas.. Kenapa kamu menyembunyikan perempuan.. Dimana jelas-jelas kehadiran perempuan merupakan pantangan utama di padepokan ini..?
ABHIPRAMANA
Maafkan ABHI, KAKANG.. ABHI bukan bermaksud begitu.. ABHI yang menyebabkan CEUCEU terluka akibat panah ABHI.. Jadi ABHI ingin merawat CEUCEU sampai sembuh..
WARA SEPUH
Baiklah.. Kalau itu alasan kamu.. KAKANG pikir bisa dimengerti.. (Pada GENDIS) Saya lihat lukamu sudah sembuh NYAI.. Sebaiknya kau tinggalkan padepokan kami secepatnya.. Sebelum GURU kami datang.. Saya pikir ini yang terbaik buat kita semua.. 
GENDIS
Jangan KAKANG.. Jangan.. saya mohon... Berilah saya kesempatan untuk tinggal lebih lama di tempat ini.. Saya membutuhkan perlindungan..

GENDIS menangis dan bersujud menghaturkan sembah. Membuat WARA SEPUH kaget.

WARA SEPUH
Perlindungan apa maksud NYAI..?
GENDIS
Saya sedang diburu Para Pengikut NYAI ORAY untuk dijadikan tumbal dalam Upacara Seba..

DEGGHH..!! WARA SEPUH dan semua MURID PADEPOKAN terperanjat kaget.

WARA SEPUH & MURID PADEPOKAN (CROWDED)
Apa..? NYAI ORAY..?

ZOOM IN TO CU : Wajah-wajah kaget sekaligus cemas MURID PADEPOKAN dan WARA SEPUH. BUARRR..! Petir menggelegar. Dikuti terjangan air hujan yang seakan dicurahkan dari langit. Suasana mendadak temaram. Matahari seperti ditelan kegelapan.

SFX : Sayup-sayup terdengar suara tawa khas NYAI ORAY yang menyeramkan.

CUT TO


Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)