NYAI ORAY
2. SCENE 6-10
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

 

06. EXT/INT. ISTANA KERAJAAN GALUH. PASEBAN. NIGHT

 

ESTABLISH : Pemandangan Istana Kerajaan GALUH.

OPEN VIEW : Seluruh pembesar kerajaan yang duduk bersila di ruangan dalam kondisi tegang. Tak lama berselang, Pintu dalam paseban terbuka. Tampaklah sosok PRABU DEWA NISKALA yang didampingi kedua istrinya, UMA DEWI dan NYAI RETNO. Semua yang hadir serempak menghaturkan sembah.

SEMUA (CROWDED)
Sembah kami untuk BAGINDA PRABU..

DEWA NISKALA berjalan lebih dulu. Sementara UMA DEWI dan NYAI RETNO mengiringinya dari belakang. WAJAH NYAI RETNO tampak tegang dan penuh kebencian. Ketiganya duduk di kursi masing-masing. DEWA NISKALA di kursi kebesaran. Sementara UMA DEWI dan NYAI RETO di sebelah kiri dan kanan. DEWA NISKALA mengitarkan pandang sambil menghela nafas berat. Matanya tampak sayu. Ketegangan semakin menjadi. Hingga akhirnya, DEWA NISKALA mulai bertutur.

DEWA NISKALA
Paman patih.. Pini sepuh dan semua pembesar GALUH.. Sengaja aku kumpulkan kalian malam ini.. Karena aku sudah membuat keputusan besar mengenai masa depan aku sebagai raja dan masa depan kerajaan GALUH..

DEGGHH..! NYAI RETNO tersentak kaget. Matanya membelalak kesal.

NYAI RETNO (V.O)
Jangan-jangan.. Dugaanku benar..! Ini tidak boleh dibiarkan..!
DEWA NISKALA
Keputusan ini bukan karena perintah Ayahanda Prabu.. Tetapi ini datang dari keputusan aku sendiri.. Semoga dengan keputusan ini.. Pertumpahan darah di seluruh negeri akan terhenti.. GALUH akan kembali menjadi negeri yang gemah ripah loh jinawi..

DEWA NISKALA menghela nafas sejenak. UMA RETNO menatap dengan tatapan mendukung. Sementara NYAI RETNO semakin tegang. Duduknya gelisah.

DEWA NISKALA
Aku putuskan untuk menyerahkan tahta kerajaan pada anakku.. PANGERAN JAYADEWATA..

JRENGGG..! Seluruh yang hadir mendongakkan kepala karena kaget. Mereka langsung menghaturkan sembah.

SEMUA
Sendiko dawuh BAGINDA PRABU..
NYAI RETNO
Tunggu Kakang Prabu.. Kalau bukan karena mengikuti titah Ayahanda Prabu.. Atas dasar apa Kakang mengambil keputusan ini.. Keputusan Kakang terlalu dini.. Sementara PANGERAN JAYADEWATA belum teruji akan mampu mengelola kerajaan sebesar GALUH.. Lagipula sekarang ini kita tidak tahu keberadaan Pangeran ada dimana..
UMA RETNO
Maaf saya menyela NYAI.. Saya pikir, NYAI tidak berhak mempertanyakan keputusan Kakang Prabu.. Apakah NYAI tidak menyadari.. Justru karena NYAI lah, terjadi pergolakan di negeri ini..? Hingga Kakang Prabu mengambil keputusan sebesar dan seberat ini..?

NYAI RETNO mendelik kesal. Dia hendak menukas kembali. Tapi DEWA NISKALA keburu membuat gerakan dengan tangannya supaya semua tenang. Sementara semua yang hadir, menatap kearah NYAI RETNO dengan tatapan kesal.

DEWA NISKALA
Baiklah.. Aku akan jelaskan semuanya.. Keputusanku turun tahta sudah aku pikirkan sangat matang.. Permaisuriku sangat tahu.. Bagaimana pegulatan batin itu terjadi dalam beberapa waktu ini.. Aku tidak bisa memejamkan mata barang sekejap.. Apalagi makan dan minum.. Aku ingat seluruh ambarahayatku yang sedang menderita karena kondisi GALUH sekarang ini.. Hingga akhirnya aku berada di titik pemikiran.. Kalau aku merasa tidak mampu lagi mengelola GALUH.. Aku ingin menyucikan diri dari segala dosa yang telah aku buat.. Aku ingin menjalani masa tuaku dengan tenang.. Aku yakin, JAYADEWATA akan mampu mengembalikan kejayaan GALUH seperti dulu..  

ZOOM IN TO CU : Wajah DEWA NISKALA yang optimis. Begitu juga dengan UMA DEWI dan seluruh yang hadir. Kecuali NYAI RETNO yang kesal bukan kepalang.

CUT TO

  

07. EXT/INT. ISTANA KERAJAAN GALUH (KOTA GEDE). RUMAH MBAH JAYAPERKASA. NIGHT

ESTABLISH : Pemandangan Istana Kerajaan GALUH (KOTA GEDE – Pusat Pemerintahan Kerajaan GALUH). TRACK TO rumah-rumah besar berpekarangan luas milik MBAH JAYAPERKASA.

Di dalam sebuah ruangan khusus, MBAH JAYAPERKASA sedang berunding serius dengan SYEH QURO tentang kondisi Kerajaan yang mulai tidak terkendali.

SYEH QURO
Ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, Kakang.. Kita harus segera mengambil sikap. Jika kita tidak segera bertindak.. Keadaan akan semakin tidak terkendali..
MBAH JAYAPERKASA
Kaula paham maksud sampeyan, rayi.. Tapi kita tidak bisa bertindak begitu saja tanpa restu dari Baginda Prabu..
SYEH QURO
Tapi sampai kapan kita harus menunggu..? Sementara keberadaan baginda Prabu hingga saat ini tidak ada siapapun yang mengetahuinya.. Baginda Prabu seperti tilem.. Mata batin saya tidak mampu melacak dimana keberadaan beliau..

SYEH QURO menghela nafas berat. Matanya menatap MBAH JAYAPERKASA yang memejamkan mata sambil mengelus dagunya.

SYEH QURO
Atau jangan-jangan.. Kakang mengetahui keberadaannya.. tapi merahasiakannya dari saya..?
MBAH JAYAPERKASA
(Membuka mata dan berkata bijak)
Maaf Rayi.. Meskipun kaula paling dekat dengan beliau.. Tapi untuk dumuk beliau saat ini, kaula benar-benar tidak mengetahui apa-apa.. Setahu kaula.. Gusti Prabu memiliki ajian PANCAWARA.. Sehingga tidak ada satu mahluk pun yang mampu mengetahui keberadaan beliau.. kecuali Sang Murbeng Alam..
SYEH QURO
Jadi.. Apa yang harus kita lakukan sekarang.. Bagaimana kita memberitahu Gusti Prabu untuk segera turun gunung dari semedinya..?
MBAH JAYAPERKASA
Kaula merasa waktunya tinggal sebentar lagi Rayi.. Sudah 99 purnama Baginda Prabu tilem.. Yang bisa kita lakukan sekarang, hanyalah melaksanakan pesan Gusti Prabu sebelum beliau mangkat.. Yakni mengamankan keadaan negara semampu kita bisa..

 

ZOOM IN TO CU : wajah MBAH JAYAPERKASA yang dipenuhi keyakinan. Sementara SYEH QURO tampak cemas.

CUT TO

08. INT. GUA SANCANG. NIGHT

JAYADEWATA duduk bersemedi dengan khidmat. Petir yang menggelegar dilangit menyebabkan gua silih berganti terang dan gelap. Tapi JAYADEWATA tetap khusyuk, tak terganggu dengan suara sekeliling. Tiba-tiba terdengar suara gaib laki-laki berwibawa yang menggema di dalam gua.

SUARA GAIB (O.S)
Persembahanmu untuk Sang Murbeng Alam sudah cukup, JAYADEWATA.. Saatnya kau sudahi semedimu.. Ambarahayat sudah menunggu kehadiranmu..

Wajah JAYADEWATA yang semula tenang bersemedi, kemudian keningnya mulai berkerut. Tubuhnya bergetar. Keningnya berkeringat dingin.

Dari tubuhnya yang bercahaya, keluar 7 bayangan tubuhnya dalam berbagai warna. Satu persatu bayangan tubuh itu keluar melakukan gerak silat yang berbeda, kemudian masuk kembali ke dalam tubuh JAYADEWATA. Setiap satu bayangan masuk ke dalam tubuhnya, seketika itu juga terdengar petir menggelegar di langit.

Setelah ketujuh bayangan itu masuk, suasana mendadak hening. Hanya tetesan air dari atap gua yang terdengar.

Sesaat kemudian, Lembar demi lembar daun lontar berisikan hurup Sunda Hanacaraka melayang-layang dari langit gua. Berjatuhan ke haribaan JAYADEWATA. Membentuk sebuah kitab (WANGSIT SILIWANGI) yang memendarkan cahaya 7 warna. Membuat pandangan mata menjadi silau. Kemudian layar menjadi gelap.

DISSOLVE TO

09. INT. ISTANA KERJAAAN GALUH. JALAN MENUJU KEPUTREN. NIGHT

 

NYAI RETNO bergegas menuju keputren dengan wajah kesal. BRAKK..! Dia meninju tiang keputren dengan kesal.

NYAI RETNO
Menyebalkan..!! Aku tidak akan tinggal diam..! JAYADEWATA tidak boleh naik tahta..! Ingat Kakang..! Aku tidak terima Kakang membuat keputusan yang merugikan aku seperti ini.. UMA DEWI.. Jangan kira kamu sudah menang melawanku..! Aku akan cari cara..! Agar GALUH tetap dalam kekuasaanku..!

ZOOM IN TO CU : Wajah NYAI RETNO yang dipenuhi rencana licik.

DISSOLVE TO

10. EXT/INT. GUA ORAY. DAY

ESTABLISH : Deretan tebing menjulang diantara hutan belantara yang pekat. Terdengar suara puluhan orang yang menghaturkan sembah takjim.

PENGIKUT NYAI ORAY (O.S)
Sendiko NYAI RATU..

OPEN VIEW : Puluhan pengikut NYAI ORAY yang bersujud takjim dalam barisan yang rapi. Menghadap sosok NYAI ORAY yang cantik jelita. Seringai sinis NYAI ORAY mengawali titahnya.

NYAI ORAY
Waktunya Kalian persiapkan Upacara Seba untukku..! Segera jemput gadis itu dari rumahnya..!
PARA PENGIKUT
Sendiko NYAI RATU..

PARA PENGIKUT NYAI RATU kembali menghaturkan sembah. Sosok-sosok itu berubah menjadi pasukan kelelawar. Lantas beterbangan keluar gua. Sementara NYAI ORAY berbalik membelakangi kamera. Tangannya terentang ke atas. Membentuk sebuah sudut dengan menangkupkan tangannya. Dari tangannya itu keluar kilatan cahaya yang saling menyusul menembus langit.

DUARRR..!! Kilatan cahaya itu menembus matahari. Membuat Matahari seketika meredup. Terdengar suara tertawa khas NYAI ORAY yang membuat bulu kuduk berdiri. 

INSERT : Ribuan kelelawar keluar dari tebing yang menjulang diantara hutan belantara. Suaranya gemerisik.

CUT TO


Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)