Kirim izin baca kepada penulis skrip ini?
Blurb
Gue menceritakan kisah kehidupan sehari hari gue bersama orang orang tersayang. Tapi semuanya gak terlihat se-sempurna itu.
Singkatnya, gue punya 3 orang kakak.
1 laki laki (anak paling besar)
dan dua kaka perempuan.
Kaka perempuan gue yang satu ini berbeda. Dia anak kedua.
Bisa dibilang, dia ini punya kehidupan yang berbeda dengan gue dan orang2 yang lain.
Tanpa waktu yang memang gak bisa ditebak, kapanpun bisa terjadi, dia akan selalu kejang. Mungkin kejang yang gue maksud disini kaya, dia tuh bisa setiap saat kumat.
Yapss right, itu yang gue maksud.
Itu adalah kata kunci, kata kunci dibalik gue menceritakan ini semua.
Dan arah cerita ini memang gue dedikasiin khusus untuk orang2 yang memiliki kebetergantungan hdp.
Kaka perempuan gue ini bernama sendi. Umurnya udah 22 thn, tapi muka nya masih kaya anak2 abg banget. Tubuhnya mungil. Dia pun cantik. Terlihat seperti orang2 yang lain tanpa ada cacat fisik sedikitpun.
Bahkan kalau gue ajak jalan dan keluar rumah untuk holiday, mungkin orang gak akan tau tentang kalau dia itu cacat. Knp gue bilang cacat ? Anyway, kaka gue ini gak bisa berbicara. Dia cuman bisa manggil papa mama, atau adiknya dan manggil abang gue sebagai ujaran "kaka".
-
Kalau mau makan, ya dia cuman bisa kasih isyarat tertentu yang memang udah jadi kegiatan sehari2 disaat dia mau melakukan apapun hal.
Tapi, walaupun dengan kekurangan yang dimiliki sm kaka gue itu, menurut gue itu semua gak menandakan kalau dia berbeda dari yang lain.
Gue bangga, dengan apapun yang gue punya.
Dilain hal, ada sisi negatif yang memang dirasain oleh anggota keluarga gue karena kaka gue sih sendi ini.
Dulu, waktu gue sd, gue sering banget di ejek punya kaka yang cacat. Setiap pulang sekolah gue selalu nangis dan bilang akan hal itu ke mama. Mama selalu kasih penjelasan yg bikin gue sadar kalau itu semua gak peru untuk jadi hal yang malu.
Bahkan dampak ejekan itu dirasain langsung sm nyokap gue. Dia sering jadi perbincangan dari temen2nya karena punya anak yang kekurangan.
Tapi untungnya, nyokap gue itu orang yang hebat. Dia gak pernah down dalam mendengar cibiran orang2 diluar sana.
-
Knp sih gue nulis ini ? Pengen ini dijadikan cerita ?
Jujur gue pengen semua orang selalu bersyukur. Bersyukur dalam apapun hal. Kita gak bisa nolak takdir. Kita gak bisa marah dengan situasi. Dan kita gak bisa menjelekkan nasib kehidupan kita sendiri. Gue yakin kok, manusia itu selalu ada kekurangannya. Gue yakin, gk ada satu pun manusia yang diciptakan hanya untuk jadi bahan ejekan.
.
Singkatnya, gue punya 3 orang kakak.
1 laki laki (anak paling besar)
dan dua kaka perempuan.
Kaka perempuan gue yang satu ini berbeda. Dia anak kedua.
Bisa dibilang, dia ini punya kehidupan yang berbeda dengan gue dan orang2 yang lain.
Tanpa waktu yang memang gak bisa ditebak, kapanpun bisa terjadi, dia akan selalu kejang. Mungkin kejang yang gue maksud disini kaya, dia tuh bisa setiap saat kumat.
Yapss right, itu yang gue maksud.
Itu adalah kata kunci, kata kunci dibalik gue menceritakan ini semua.
Dan arah cerita ini memang gue dedikasiin khusus untuk orang2 yang memiliki kebetergantungan hdp.
Kaka perempuan gue ini bernama sendi. Umurnya udah 22 thn, tapi muka nya masih kaya anak2 abg banget. Tubuhnya mungil. Dia pun cantik. Terlihat seperti orang2 yang lain tanpa ada cacat fisik sedikitpun.
Bahkan kalau gue ajak jalan dan keluar rumah untuk holiday, mungkin orang gak akan tau tentang kalau dia itu cacat. Knp gue bilang cacat ? Anyway, kaka gue ini gak bisa berbicara. Dia cuman bisa manggil papa mama, atau adiknya dan manggil abang gue sebagai ujaran "kaka".
-
Kalau mau makan, ya dia cuman bisa kasih isyarat tertentu yang memang udah jadi kegiatan sehari2 disaat dia mau melakukan apapun hal.
Tapi, walaupun dengan kekurangan yang dimiliki sm kaka gue itu, menurut gue itu semua gak menandakan kalau dia berbeda dari yang lain.
Gue bangga, dengan apapun yang gue punya.
Dilain hal, ada sisi negatif yang memang dirasain oleh anggota keluarga gue karena kaka gue sih sendi ini.
Dulu, waktu gue sd, gue sering banget di ejek punya kaka yang cacat. Setiap pulang sekolah gue selalu nangis dan bilang akan hal itu ke mama. Mama selalu kasih penjelasan yg bikin gue sadar kalau itu semua gak peru untuk jadi hal yang malu.
Bahkan dampak ejekan itu dirasain langsung sm nyokap gue. Dia sering jadi perbincangan dari temen2nya karena punya anak yang kekurangan.
Tapi untungnya, nyokap gue itu orang yang hebat. Dia gak pernah down dalam mendengar cibiran orang2 diluar sana.
-
Knp sih gue nulis ini ? Pengen ini dijadikan cerita ?
Jujur gue pengen semua orang selalu bersyukur. Bersyukur dalam apapun hal. Kita gak bisa nolak takdir. Kita gak bisa marah dengan situasi. Dan kita gak bisa menjelekkan nasib kehidupan kita sendiri. Gue yakin kok, manusia itu selalu ada kekurangannya. Gue yakin, gk ada satu pun manusia yang diciptakan hanya untuk jadi bahan ejekan.
.
Premis
Bagian ini terkunci, beli untuk bisa melihat ini
Pengenalan Tokoh
Bagian ini terkunci, beli untuk bisa melihat ini
Sinopsis
Bagian ini terkunci, beli untuk bisa melihat ini
Disukai
0
Dibaca
0
Tentang Penulis
Anes poetri
-
Bergabung sejak 2020-12-14
Telah diikuti oleh 1 pengguna
Sudah memublikasikan 2 karya
Menulis lebih dari kata
Rekomendasi dari Religi
Skrip Film
nothing is different
Anes poetri
Novel
PECI HAJI... (sujud sunyi sang birokrat)
Riyanto El Harist
Novel
Dari Delft Hingga Madinah
Noura Publishing
Cerpen
Epilo Melodi Yang Menyentu Surga
go han
Novel
NEGERI SERIBU BIDADARI
Embart nugroho
Novel
Dimensi [Telah Terbit!]
Astrida Hara
Novel
DENGANNYA
Ahmad sulaiman
Flash
Luka
Savana Radiani
Novel
Bulan di Darah Awan
Affad DaffaMage
Novel
Ramadan Terakhir Ludwig: Ibu Teladan, Ayah Petualang, Anak Istimewa
Mahabb Adib-Abdillah
Novel
Lauhul Mahfudz
khadijahliana
Novel
Semiotika Cinta
N. HIDAYAH
Flash
Menggenggam Matahari
Silvarani
Cerpen
Lelaki Pembelah Bulan
Imajinasiku
Novel
Seikhlas Langit
Mizan Publishing
Rekomendasi