10. INT. RUANG PEMOTRETAN STUDIO FOTO LEKANG – PAGI HARI
Memperlihatkan Aisyah dan Raka yang sibuk mengambil foto dengan produk kosmetik. Keduian memperlihatkan pembuatan video promosi. Aruna, Tyas dan Rosa memperhatikan proses dan mengawasi.
Telepon Aruna bordering, dilihatnya dan yang menghubunginya adalah sang Oma kesayangannya. Aruna meminta izin ke Rosa yang berada di sampingnya kalau dia harus mengangkat panggilan itu.
ARUNA
Mbak, aku keluar dulu ya, mau angkat telepon.
Rosa menoleh sebentar kea rah Aruna dan mengangguk mempersilakan Aruna.
CUT TO
11. EXT. HALAMAN DEPAN STUDIO FOTO LEKANG – PAGI HARI
Aruna mengangkat telepon sang Oma di dering panggilan yang kedua.
ARUNA (V.O.)
Assalamu’alaikum Oma, gimana kabarnya?
AJENG (V.O.)
Waalaikumsalam. Alhamdulillah lebih baik. Kamu gimana, kok lama banget nggak menghubungi Oma, nggak kangen apa?
ARUNA (V.O.)
Alhamdulillah baik Oma. Syukurlah Oma. Kangen banget Oma, ini juga nunggu-nunggu bisa nggak ya telepon Oma, karena Ayah kasih tau, Oma butuh istirahat dulu dan jangan diganggu dulu.
AJENG (V.O.)
Pantes aja, Oma nggak ada terima telepon dari kamu, gara-gara si Haris ya ngelarang menghubungi Oma, nanti bakal Oma marahin itu.
ARUNA (V.O.)
Haha, aduh jangan dong Oma, kasihan Ayah nanti.
AJENG (V.O.)
Dasar kamu ya, anak yang sayang ayah.
ARUNA (V.O.)
Harus dong Oma. Oh ya, ada apa Oma?
AJENG (V.O.)
Gimana, kamu sudah urus izin pulang kampung bulan depan? Acara keluarga besar kita loh, Oma bakal ngambek kalau kamu nggak datang.
ARUNA (V.O.)
Ya Allah Aruna lupa. Nanti Aruna izin.
AJENG (V.O.)
Hari ini loh ya, jangan ditunda-tunda nggak baik. Nanti kamu lupa lagi.
ARUNA (V.O.)
Ini Aruna masih kerja di luar Oma, mungkin besok atau lusa ya, Aruna izin ke atasan.
AJENG (V.O.)
Oke. Oma bakal tunggu ya. Kalau kamu nggak datang ke sini, Oma yang bakal ke sana nyeret kamu.
ARUNA (V.O.)
Ngeri banget ya Omanya Aruna, hii takut. Haha
Ya sudah Oma, Aruna mau lanjut kerja dulu ya. Semoga selalu sehat Oma kesayangan Arunaaa…
AJENG (V.O.)
Aamiin, terima kasih doa baiknya cucu Oma paling cantik. Assalamu’alaikum.
ARUNA (V.O.)
Waalaikumsalam.
Aruna mematikan telepon dan berbalik menuju ke dalam untuk memantau hasil kerjanya.
10. INT. RUANG PEMOTRETAN STUDIO FOTO LEKANG – PAGI HARI
Aruna kembali dari izinnya untuk mengangkat telepon. Dia kembali focus memperhatikan kegiatan foto dan jadwal pengambilan video pembuatan iklan promosi produk komestik.
Tyas dan Rosa menoleh saat kehadiran Aruna diantara mereka.
Kegiatan syuting berjalan dengan lancar dan cepat.
CUT TO
12. EXT. OUTDOOR KEDAI KOPI KITA SEHATI – SIANG HARI
Aruna, Tyas, Rosa, Raka dan Aisyah berbincang setelah selesai dari kegiatan pemotretan dan perekaman. Sambil menunggu jemputan sang manajer Aisyah, mereka sambil mengobrol ringan.
Pemilik Kedai, Radi, kebetulan ada di Kedai dan melayani langsung pemesanan mereka sekaligus Raka sang sahabatnya.
RADI
Selamat datang di Kedai Kopi Kita Sehati, mau pesan apa?
RAKA
Seperti biasa ya gue bro.
Radi tersenyum dan kemudian menoleh meratap para cewek di meja ini.
RADI
Oke aman. Para ladies apa nih?
TYAS
Gue dan Rosa ice machiatto, kalau Aruna ice Americano three shoot tanpa gula.
Aruna mencela, reflek dengan suara yang cukup nyaring dan memperagakan seperti orang menahan untuk tidak pergi.
ARUNA
Jangan!! Ice Americano biasa, pakaikan gula sedikit.
Aruna menyederkan kembali tubuhnya, sambil melirik Tyas dan berbicara dengan nada sedikit ngambek, kemudia melipat tangannya.
ARUNA
Ahh, Mbak Tyas ini jailnya kebangetan, huh!
Tyas tertawa dan mencolek Aruna.
TYAS
Gimana nggak mau ngejailin kalau pas dijailin lucu banget gini.
Aruna hanya mendengus. Suasana mulai mencair.
RADI
Baik, saya catat pesanan Mbak Aruna. Kalau Aisyah mau pesan apa?
AISYAH
Seperti biasa ya Mas, tapi bungkus aja soalnya manajer saya sudah dijalan, jemput.
ROSA
Eh, masnya kenal?
RADI
Ya, kenal dong.
Radi tersenyum. Tyas menyeletuk.
Tyas
Ah, bego banget sih kalau nggak kenal.
Sebelum Rosa membalas makian Tyas, Aruna menyeletuk dengan memasang tampang garangnya.
ARUNA
Jadi Mbak ngolok nih, kalau saya bego?
TYAS
Eh? Nggak yaa…
Aruna masih menatap tajam Tyas, sampai Tyas mengingat sesuatu. Kemudian melanjutkan pembicaaraan itu dengan nada menggoda Aruna.
TYAS
Nggak salah lagi, haha
ARUNA
Kan, Mbak Tyas ini memang nyebelin…
RAKA
Eh, berarti Aruna sebelumnya belum kenal Aisyah ya? Haha
ROSA
Betul banget mas.
Semua yang ada di meja itu tertawa kecuali Aisyah yang hanya mengulas senyum tipis.
RAKA
Kenalan dulu dong makanya.
Aruna mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Aisyah. Namun dengan jailnya Radi ingin menyambut uluran tangan Aruna. Semua itu gagal karena Raka langsung menepis tangan Radi.
RADI
Panas banget dah tepisannya, galak banget lu Ka.
RAKA
Bukan galak, tapi lu bukan mahram.
RADI
Iye iye, bapak ustadz. Ya sudah saya pamit dulu mau buatkan pesanan kalian.
Radi pergi, dan pembicaraan mereka berlanjut. Aisyah berkenalan satu-satu dengan Aruna, Tyas dan Rosa. Tidak lama berselang pesanan mereka datang. Mereka asik mengakrabkan diri sebagai rekan kerja. Kemudian Aisyah izin pamit karena sudah dijemput sang manajer.
FADE OUT