CEO Bucin (Draft 1)
4. ACT II - KETIKA CINTA MULAI NGATUR TAKDIR (Part 01)

ACT II — Ketika Cinta Mulai Ngatur Takdir


08. HOTEL LOBBY – SIANG

Arka, Rani, dan Danu memasuki lobby hotel. Lampu-lampu kedip pelan, seperti menyapa mereka.

 

RESEPSIONIS

Selamat datang.
Reservasi atas nama .. .


Lampu kedip sekali lagi. Bukan mati, tapi seolah-olah melihat Arka.

 

DANU

(BERBISIK. KE ARKA)

Bro . . .kenapa vibe-nya kayak dunia ngajak ngobrol?


Baru juga Arka mau jawab, Rani sudah menyambar duluan.

 

RANI

Santai.
Ini cuma ambience.
Paling juga glitch kecil.


Narator muncul sebagai suara yang sangat malas.

 

NARATOR (V.O.)

Ambience?!
Rani . . .sayang, ini bukan ambience. Ini prolog asmara Arka yang baru mulai nge-detect target.


Arka mengabaikan mereka, fokus pada dorongan samar - arah pesisir.

CUT TO:


09. MOBIL – MENUJU PERMUKIMAN PESISIR – SIANG

SUV melaju, tapi pemandangan terasa “terlalu sinematik”.

 

DANU

Kenapa langit kayak filter drakor?
Real life nggak pernah segold ini.

 

ARKA

(SEJUJURNYA GELISAH)

Gue cuma ngerasa . . . harus ke tempat itu.

 

RANI

(LIRIK TAJAM)

Kalau ini masalah kerjaan, oke.
Kalau ini masalah intuisi romansa, aku cabut.


Arka menatapnya, bingung.

 

ARKA

Rani, ini belum tentu tentang . . . siapa-siapa.

 

NARATOR (V.O.)

Anak ini . . . denial kelas berat.


SUV terus melaju. Begitu mendekati pesisir, radio tiba-tiba ganti ke musik mellow tanpa input manusia.

CUT TO:


Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)