Malam telah jauh berjalan, tidak ada langit bertabur bintang di luar hujan deras dan siap menenggelamkan taman kecilku yang meranggas. Meja kerja ini setia, begitu juga aku yang mematikan lampu untuk sejenak kabur dari rutinitas membangun rumah impian. Tiba-tiba hari ini aku ingin menjadi burung layang-layang. Mengepak sayap menuju Sabang dan hilang sejenak Aku ingin istirahat di rumah tempat matahari pulang dimana tidak kemacetan dan perang, hanya ada kau yang berapi-api minta dicintai. Bersama aku yang berkali-kali mau dibodohi. Ibu pernah bilang, cinta membuat orang-orang memiliki kelainan. Dan benar, bagiku tidak ada selain kau, bagimu semua ada selain aku. Sejak itu aku yakin kita berjodoh. Maz Li (Banda Aceh, November 2019)