TULUS
#44
MENGIKAT DIRI
Bagikan Chapter
  • Bookmark Paragraf ini
  • Nur rembulan di malam yang cerah ini, mengantarkan sepasang pengantin baru beristirahat sejenak dari aktivitas memadu kasih. Nur rembulan merangkul hangat kedua insan berlainan jenis yang tengah berpelukan mesra. Menemani kesyahduan suasana di atas ranjang pengantar kenikmatan tiada dua.

    Tanpa sehelai benang. Pun tidak dengan selimut penghangat. Berbaring merapatkan tubuhnya tak ditemani selembar penghalang. Sepasang pengantin baru ini tak saling melepas kaitan bibirnya. Menempel seperti diolesi perekat. Tangan saling meraba. Napas saling berpacu. Jantung berdetak semakin kencang. Darah mengalir dengan cepat. Mereka memulai kembali.

    Saling memburu. Saling mengarahkan. Belum datang keletihan. Belum juga kebosanan. Agar tercapai puncak bersama. Menuju kebahagiaan hakiki. Kebahagiaan yang didamba.

    Sang malaikat pencatat kebaikan menuliskan dalam bukunya pahala besar untuk keduanya.



    ***



    Sebuah puisi untuk kamu;

    __________________

    Langgeng

    Yang terpenting dalam suatu hubungan

    Jangan melihat kekurangan seseorang

    Jangan melihat masa lalunya.

    Berpikirlah positif

    Tataplah ke depan, ke jalan yang akan di lalui.

    Arungilah bersama.

    Hadapilah masalah bersama.

    Atasilah masalah itu bersama.

    Saling percayalah satu sama lain.

    Jangan pernah melunturkan cintamu

    Dan berbahagialah...

    ____ Jakarta, 11 Juni 2024



    ***



    IG hadiwiyono.hw
    ---------
    Terima kasih sudah baca sampai bab terakhir.. Jangan lupa vote dan saran yang membangun ya....
    Salam hangat untukmu dan keluarga.
    Chapter Sebelumnya
    Chapter 43
    MENITI TANGGA
    Chapter Selanjutnya
    Tamat