Daftar isi
#1
BAB 1 - Sebuah Pertemuan
#2
BAB 2 - Hari Pertama Belajar Bersama
#3
BAB 3 - Bertamu Ke Rumah Hira
#4
BAB 4 - Pencapaian Pertama Hira
#5
BAB 5 - Menjenguk Aldo
#6
BAB 6 - Rencana Ke Sekolah Bersama
#7
BAB 7 - Kehebohan Di Sekolah
#8
BAB 8 - Sebuah Pertanda?
#9
BAB 9 - Tipe Ideal Aldo
#10
BAB 10 - Rahasia Hira
#11
BAB 11 - Karaoke Bersama Arabella
#12
BAB 12 - Berpapasan
#13
BAB 13 - Kisah Si Kembar
#14
BAB 14 - Di Sudut Kamar dan Sebuah Kesalahpahaman
#15
BAB 15 - Rencana Menjodohkan Aldo
#16
BAB 16 - Isi Hati Mila dan Drama Keluarga Prawira
#17
BAB 17 - Sebuah Janji
#18
BAB 18 - Keresahan Halim dan Munculnya Pengganggu
#19
BAB 19 - Hira, Aldo, dan Mila
#20
BAB 20 - Konfrontasi dan Kenyataan Yang Disembunyikan
#21
BAB 21 - Doa Untuk Hira dan Kekecewaan Aldo
#22
BAB 22 - Alun-alun, Hujan, dan Payung Kuning
#23
BAB 23 - Sebuah Penerimaan
#24
BAB 24 - Ketidakhadirannya
#25
BAB 25 - Aku Bukan Siapa-siapa
#26
BAB 26 - Balada Arabella dan Sebastian
#27
BAB 27 - Saphira Adeline Dinata?
#28
BAB 28 - Perjanjian Dengan Papa dan Nilai Yang Sempurna
#29
BAB 29 - Perasaan Ditinggalkan
#30
BAB 30 - Langkah Yang Terhenti
#31
BAB 31 - Kebenaran Tentang Hira
#32
BAB 32 - Alasan Dibalik Penolakannya
#33
BAB 33 - Buku Bersampul Hitam
#34
BAB 34 - Halim dan Permintaan Konyol Hira
#35
BAB 35 - Momen Yang Tidak Akan Terulang
#36
BAB 36 - Penyesalan Halim dan Sebuah Kabar Dari Rumah Sakit
#37
BAB 37 - Aldo, Diana, dan Keluarga Prawira
#38
BAB 38 - Bertemunya Orang Tua dan Anak
#39
BAB 39 - Perpisahan Dengan Deina
#40
BAB 40 - Di Antara Dinding ICU
#41
BAB 41 - Cahaya Yang Padam
#42
BAB 42 - Isak Tangis dan Selamat Berpisah
#43
BAB 43 - Aku Tidak Kenal Hira
#44
BAB 44 - Tempus Fugit, Amor Manet
#45
BAB 45 - Mengunjungi Kamar Hira
#46
BAB 46 - Time To Say Goodbye
#47
EPILOG - Akhir Sebuah Kisah
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#46
BAB 46 - Time To Say Goodbye
Bagikan Chapter
Chapter ini masih diperiksa oleh kurator
Ngetik ini sambil denger lagu Demi Cintanya Kerispatih. Apa ga combo tuh? Mana beberapa bagian liriknya relate banget, elah.
Akhirnya... juga harus ku relakan, kehilangan cinta sejatiiiikuuuu...
Jika memang ini yang terbaik...
Jujur, aku tak kuasaaa... saat terakhir ku genggam tanganmu...
Namun, yang pasti terjadi. Kita mungkinnn... tak bersama lagiiii...
Bila nanti esok hari..... Ku temukan dirimu bahagia....
Akhirnya... juga harus ku relakan, kehilangan cinta sejatiiiikuuuu...
Jika memang ini yang terbaik...
Jujur, aku tak kuasaaa... saat terakhir ku genggam tanganmu...
Namun, yang pasti terjadi. Kita mungkinnn... tak bersama lagiiii...
Bila nanti esok hari..... Ku temukan dirimu bahagia....
Chapter Sebelumnya
Chapter 45
BAB 45 - Mengunjungi Kamar Hira
Chapter Selanjutnya
Chapter 47
EPILOG - Akhir Sebuah Kisah
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi
Flash
Petaka Pelet Kampung
Flash
Forbidden Rice
Cerpen
Masakan Ibu
Flash
"Hujan di Tengah Musim Panas"
Cerpen
Penjaga Cahaya di Langit Utara
Novel
SI ANGIN
Flash
T.U.L.U.S
Novel
One Persen Of People
Novel
Macaroon Love
Novel
Separuh Sayap Elang
Novel
Nyi Kemretek
Flash
Azab Itu Sudah Tak Ada
Flash
Penantian
Novel
AKU TAK PERNAH MEMBENCI DIRIMU
Novel
LANKA
Flash
Dua Tahun Lagi
Cerpen
RAHASIA 17 TAHUN
Novel
Kala Bulan Menemui Malam
Novel
MIRROR
Flash
Kamu Terlalu Baik Buatku