Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
Hamelin, 26 Juni 1284.
Dalam satu malam, kota Hamelin kehilangan masa depannya. Seratus tiga puluh anak muda lenyap tanpa jejak menembus gerbang kota, menyusul alunan seruling dan janji manis seorang pria asing berpakaian warna-warni.
Dewan kota menyebutnya sihir hitam. Orang-orang tua meratapinya sebagai kutukan.
Namun, Johann (17 tahun) tidak memercayai takhayul. Ia tertinggal di kota yang mendadak senyap itu bukan karena ia kebal terhadap hipnotis, melainkan karena kakinya yang pincang tak mampu mengejar ritme musik si penyuling. Johann diabaikan—baik oleh si penculik, maupun oleh abang kandungnya sendiri yang pergi tanpa pamit.
Rasa iri dan amarah Johann berubah menjadi ketegangan dingin ketika ia menemukan secarik surat rahasia di kamar mereka. Isinya membongkar kebenaran yang mengerikan: Ini bukan penculikan mistis. Dewan kota yang bangkrut telah menjual anak-anak mereka sendiri kepada si penyuling untuk melunasi utang.
Berbekal sebuah peta perdagangan tua dan tongkat kayu penyangganya, Johann menolak tinggal diam menjadi "sisa" di kota yang membusuk. Ia memulai investigasi berbahaya dari balik bayang-bayang tembok kota untuk melacak rombongan yang hilang.
Johann akan membuktikan bahwa kaki yang cacat bukan halangan untuk mengejar sebuah konspirasi. Karena di Hamelin, rahasia yang paling mematikan tidak ditiup lewat seruling, melainkan disembunyikan di balik jubah para penguasa.
Dalam satu malam, kota Hamelin kehilangan masa depannya. Seratus tiga puluh anak muda lenyap tanpa jejak menembus gerbang kota, menyusul alunan seruling dan janji manis seorang pria asing berpakaian warna-warni.
Dewan kota menyebutnya sihir hitam. Orang-orang tua meratapinya sebagai kutukan.
Namun, Johann (17 tahun) tidak memercayai takhayul. Ia tertinggal di kota yang mendadak senyap itu bukan karena ia kebal terhadap hipnotis, melainkan karena kakinya yang pincang tak mampu mengejar ritme musik si penyuling. Johann diabaikan—baik oleh si penculik, maupun oleh abang kandungnya sendiri yang pergi tanpa pamit.
Rasa iri dan amarah Johann berubah menjadi ketegangan dingin ketika ia menemukan secarik surat rahasia di kamar mereka. Isinya membongkar kebenaran yang mengerikan: Ini bukan penculikan mistis. Dewan kota yang bangkrut telah menjual anak-anak mereka sendiri kepada si penyuling untuk melunasi utang.
Berbekal sebuah peta perdagangan tua dan tongkat kayu penyangganya, Johann menolak tinggal diam menjadi "sisa" di kota yang membusuk. Ia memulai investigasi berbahaya dari balik bayang-bayang tembok kota untuk melacak rombongan yang hilang.
Johann akan membuktikan bahwa kaki yang cacat bukan halangan untuk mengejar sebuah konspirasi. Karena di Hamelin, rahasia yang paling mematikan tidak ditiup lewat seruling, melainkan disembunyikan di balik jubah para penguasa.
Tokoh Utama
Johann
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
0
Dibaca
14
Tentang Penulis
Langgeng Ikhtiar Pribadi
Saya adalah manusia yang suka dengan genre gothic dan kotemporer dalam menulis.
Bergabung sejak 2026-05-17
Telah diikuti oleh 25 pengguna
Sudah memublikasikan 3 karya
Menulis lebih dari 49,278 kata pada novel
Rekomendasi dari Religi
Novel
The Leftover
Langgeng Ikhtiar Pribadi
Flash
Keyakinan
C R KHAN
Novel
Surat Cinta untuk Aisha
Mandanisa0112
Novel
Aku Bukan Siti Nurbaya
Mizan Publishing
Novel
Dear Allah
Coconut Books
Novel
A Tribute
Mizan Publishing
Flash
Jembatan Terakhir
Silvarani
Novel
Takkan Pernah Menyerah
Mizan Publishing
Novel
Perjalanan Hijrah Althea
Author Zahra
Cerpen
Dua Manusia Terakhir
Silvarani
Novel
Two Different World
Zaafatm
Cerpen
Skenario Terbaik-nya
Dear An
Novel
Untukmu Imamku
Ardita
Novel
Hi Bye Ummi
Mulheemah
Novel
Aku dan Syawal
Siti Sarah Madani
Rekomendasi