Daftar isi
#1
Elegi Mesiu dan Keheningan
#2
Di Bawah Restu Purnama dan Ciremai
#3
Ritual Pancasona dan Amarah yang Terpendam
#4
Mahar Darah di Lembah Sunyi
#5
Kidung Berdarah
#6
Tamu dari Masa Lalu dan Sumpah di Ujung Kelewang
#7
Fragmen Luka dan Tebasan Takdir
#8
Jagal di Jalur Irigasi
#9
Dendam yang Membasuh Luka
#10
Nyanyian Maut di Kebun Angker
#11
Reuni Hangat di Bawah Bayang-Bayang Maut
#12
Perjamuan Para Serigala Berbulu Domba
#13
Perjamuan Para Mangsa
#14
Gorengan, Darah, dan Sebuah Harga Diri
#15
Maut Dibalik Tawa dan Meja Makan
#16
Pesta Darah di Bawah Langit yang Pecah
#17
Kebangkitan Sang Iblis dari Telaga Darah
#18
Infeksi Luka Dalam Dada
#19
Jagal Iblis Pancasona
#20
Akhir permulaan
#21
Awan abu-abu
#22
Mengendus jejak
#23
Waktu Temaram
#24
Do'a dan dendam
#25
Kenanga rasa
#26
Hati Yang Retak
#27
Tahlil
#28
Buru Sergap
#29
Petaka
#30
Bunga Kenangan
#31
Desis dingin
#32
Seberkas Cahaya
#33
Pelarian
#34
Pembunuh Bayaran
#38
Guntur Bersahutan
#39
Deras Hujan
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#15
Maut Dibalik Tawa dan Meja Makan
Bagikan Chapter
Chapter Terkunci
Cuplikan Chapter ini
Di teras samping rumah peninggalan nenek Mia suasana masih nampak hangat meski kegelapan mulai merayap naik Lima sahabat ituNedi Mia Irni Bayeng dan Obanmasih duduk santai menikmati hidangan cuci mulut di atas meja makan kayu yang kokoh Sesekali kilatan petir yang menyilaukan membelah langit disusul suara guntur yang menggerutu rendah memberikan latar suara yang suram pada malam merekaLo masih inget kang Wawan tanya Oban tiba-tiba pada NediEm Guru silat kita waktu kecil Ned
Beli Chapter
Baca chapter ini, detik ini juga
Rp2.000
atau 2 kunci
Beli Novel
Semua chapter akan terbuka
Rp35.000
atau 35 kunci
Chapter Sebelumnya
Chapter 14
Gorengan, Darah, dan Sebuah Harga Diri
Chapter Selanjutnya
Chapter 16
Pesta Darah di Bawah Langit yang Pecah
Sedang Dibicarakan
Cerpen
Bronze
Bobong dan Negeri Cahaya
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Euforia Hipokampus
Tri Wahyuningsih
Novel
Bronze
Bolehkah aku jadi imammu
Nadilla Karisya agustin
Flash
Bronze
Janji Kosong Nyaring Bunyinya
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Bronze
Perwakilan Rakyat? No! Majelis Binatang? Yes!
Habel Rajavani
Novel
Bronze
ME AND GEMINI
Rara Masrifah
Novel
Bronze
CURSE
Yattis Ai
Novel
Gold
The Moment of Lift
Bentang Pustaka
Novel
Bronze
Naif, Bahagia Atau Luka
Aylani Firdaus
Novel
Bronze
Batu Selomita
YOHS SUWONDO
Novel
Aku dan Mereka Satu Jiwa
Fiyaseni
Cerpen
ARUNIKA
Rizki Mubarok
Flash
Bronze
Mobil Baru Teman Sekelasku
Nabil Bakri
Cerpen
Bronze
Sang Pencuri
Firmansyah Slamet
Flash
Senyuman Penyihir
Jaydee
Novel
Gold
In A Dark, Dark Wood (Indonesian Edition)
Bentang Pustaka
Flash
Mengutuk Tuhan Palsu
Arba Sono
Flash
Bronze
Lipstik Berasap
Silvarani
Novel
System Pengubah Nasib
Sky Eyes
Flash
Seorang Operator Telepon di Negara Dunia Ketiga
Hendra Purnama