Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
"Tidak semua orang pulang untuk tinggal. Sebagian hanya ingin memastikan rumahnya masih mengingat namanya."
Sepeninggal sang ayah, Raka bertekad membereskan rumah masa kecilnya secepat mungkin, menjualnya, dan kembali ke kehidupannya yang rapi dan terkendali. Hubungan mereka yang dingin dan penuh jarak selama bertahun-tahun membuat Raka merasa tak ada lagi hal yang perlu ditahan di rumah itu.
Namun, rencana itu mendadak buyar ketika ia menemukan enam peti kayu kecil bertuliskan nama-nama asing tersembunyi di dasar lemari ayahnya, disertai selembar pesan singkat: "Jangan jual rumah ini sebelum semua kotak sampai."
Wasiat resmi notaris memberikan syarat yang tak bisa ditawar: Raka harus mengantarkan sendiri keenam kotak itu langsung kepada pemiliknya dalam waktu enam bulan, atau rumah tersebut akan disita dan dihibahkan.
Didorong rasa penasaran dan beban warisan misterius, Raka melangkah menyusuri jejak perjalanan dari desa nelayan Banyuwangi, sudut kelam Kota Solo, lorong pasar Cirebon, hingga Purwokerto, Yogyakarta, dan Bandung. Di balik setiap peti yang dibuka, tersingkap potongan tragedi masa lalu, rasa bersalah yang terendam puluhan tahun, serta utang emosional yang tak pernah sempat dibayar sang ayah semasa hidupnya.
Akankah perjalanan ini membantu Raka memahami alasan di balik jarak dan kepergian ayahnya selama ini? Ataukah ia justru menemukan bahwa kebenaran yang tersembunyi jauh lebih berat dari yang sanggup ia panggul?
Sebuah drama keluarga yang menyentuh hati tentang memori, luka masa lalu, maaf yang terlambat, dan pencarian makna sejati dari sebuah tempat yang kita sebut 'rumah'.
Sepeninggal sang ayah, Raka bertekad membereskan rumah masa kecilnya secepat mungkin, menjualnya, dan kembali ke kehidupannya yang rapi dan terkendali. Hubungan mereka yang dingin dan penuh jarak selama bertahun-tahun membuat Raka merasa tak ada lagi hal yang perlu ditahan di rumah itu.
Namun, rencana itu mendadak buyar ketika ia menemukan enam peti kayu kecil bertuliskan nama-nama asing tersembunyi di dasar lemari ayahnya, disertai selembar pesan singkat: "Jangan jual rumah ini sebelum semua kotak sampai."
Wasiat resmi notaris memberikan syarat yang tak bisa ditawar: Raka harus mengantarkan sendiri keenam kotak itu langsung kepada pemiliknya dalam waktu enam bulan, atau rumah tersebut akan disita dan dihibahkan.
Didorong rasa penasaran dan beban warisan misterius, Raka melangkah menyusuri jejak perjalanan dari desa nelayan Banyuwangi, sudut kelam Kota Solo, lorong pasar Cirebon, hingga Purwokerto, Yogyakarta, dan Bandung. Di balik setiap peti yang dibuka, tersingkap potongan tragedi masa lalu, rasa bersalah yang terendam puluhan tahun, serta utang emosional yang tak pernah sempat dibayar sang ayah semasa hidupnya.
Akankah perjalanan ini membantu Raka memahami alasan di balik jarak dan kepergian ayahnya selama ini? Ataukah ia justru menemukan bahwa kebenaran yang tersembunyi jauh lebih berat dari yang sanggup ia panggul?
Sebuah drama keluarga yang menyentuh hati tentang memori, luka masa lalu, maaf yang terlambat, dan pencarian makna sejati dari sebuah tempat yang kita sebut 'rumah'.
Tokoh Utama
Raka
Pak Darma
#1
Bab 1 - Rumah Dijual
#2
Bab 2 - Wasiat Terakhir
#3
Bab 3 - Kotak Pertama
#4
Bab 4 - Perjalanan Pertama
#5
Bab 5 - Lelaki yang Tidak Pernah Pulang
#6
Bab 6 - Rumah yang Menunggu
#7
Bab 7 - Surat Nomor Dua
#8
Bab 8 - Ayah yang Tidak Pernah Bercerita
#9
Bab 9 - Mencari Marlina
#10
Bab 10 - Yang Tak Pernah Sendirian
#11
Bab 11 - Nama yang Diganti
#12
Bab 12 - Yang Disalahkan
#13
Bab 13 - Rumah yang Ramai tapi Sepi
#14
Bab 14 - Cita-cita yang Ditulis Anak Kelas Lima
#15
Bab 15 - Surat yang Tidak Pernah Sampai
#16
Bab 16 - Empat Puluh Tahun Terlambat
#17
Bab 17 - Kotak yang Kosong
#18
Bab 18 - Jejak yang Sengaja Dihapus
#19
Bab 19 - Benang yang Sama
#20
Bab 20 - Buku yang Disembunyikan di Loteng
#21
Bab 21 - Relawan yang Tidak Pernah Absen
#22
Bab 22 - Enam Bagian dari Satu Kesalahan
#23
Bab 23 - Surat yang Ditulis Ibu
#24
Bab 24 - Kebohongan yang Menyelamatkan
#25
Bab 25 - Alas Ganda
#26
Bab 26 - Kunci Rumah, Surat untuk Raka
#27
Bab 27 - Rumah Singgah di Cempaka Sari
#28
Bab 28 - Semua yang Pernah Menerima Kotak
#29
Bab 29 - Cerita yang Belum Selesai
#30
Bab 30 - Tuduhan yang Tidak Pernah Dijawab
#31
Bab 31 - Bukan yang Selama Ini Dikira Orang
#32
Bab 32 - Marah
#33
Bab 33 - Surat yang Terakhir
#34
Bab 34 - Rumah yang Tidak Pernah Ditinggalkan
#35
Bab 35 - Selamat Jalan, Bu Guru (Tambahan)
#36
Bab 36 - Anak-anak yang Pulang (Tambahan)
#37
Epilog
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
8
Dibaca
76
Tentang Penulis
Putra Dewangga Candra Seta
-
Bergabung sejak 2026-08-02
Telah diikuti oleh 8 pengguna
Sudah memublikasikan 1 karya
Menulis lebih dari 25,710 kata pada novel
Rekomendasi dari Drama
Novel
Kiamat Masih Lama
Langlang R
Novel
RUMAH YANG TIDAK PERNAH DITINGGALKAN
Putra Dewangga Candra Seta
Novel
Kabur ke Rumah Paman Seto
Paman Bulan
Novel
ENDORFIN
Aga Lesmana
Cerpen
Sebuah Sampah
Titin Widyawati
Novel
Di Ujung Senja Kau Sebut Namaku
Raida Hasan
Novel
CADAS KARANG DI BAWAH TEBING CURAM
Atis Dee Jay
Novel
ORANG YANG DATANG
Aga Lesmana
Flash
Terkoyak
Sugiadi Azhar
Novel
Batas Tabu
Yuditeha
Novel
ROBIN
cynthia ocarina
Novel
SUNRISE
Kala Hujan
Novel
Every Pain We Ever Feel
En
Skrip Film
Dia Kembali Setelah Hilang
Herman Siem
Cerpen
Lelaki Kenangan dan Kupu-Kupu di Lampu Merah
Titin Widyawati
Rekomendasi