Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
"Jangan pukul Tegar, jangan sakiti dia. Tegar sudah tidak beruntung dalam segala hal. Tidak ada tangan ayah yang mengantarnya ke sekolah. Tidak ada pelukan ibu yang menemaninya tidur.
Tegar sudah hidup tanpa kasih sayang kedua orang tuanya sejak lahir. Dia hampir tidak memiliki apa pun di kehidupan ini. Kalau aku ikut menyakitinya, lalu dia harus pulang pada siapa? Tegar cuma punya aku sebagai rumahnya."
Akhirnya aku mengerti, kenapa Mbah tidak pernah sekalipun memukulku. Bukan karena beliau memanjakanku tetapi karena Mbah tahu, aku sudah banyak menangis sejak kecil.
Sejak hari itu, aku berjanji tidak akan membuat Mbah menangis lagi. Aku tidak akan berkelahi lagi. Aku tidak akan memukul teman yang mengejekku sebagai anak haram. Aku ingin menjadi anak yang baik. Anak yang bisa dibanggakan Mbah.
Tapi hari ini, aku ada di kantor kepala desa. Setelah sebelumnya orang-orang dewasa itu memukulku tanpa memberiku kesempatan untuk bicara.
Mereka menuduhku mencuri. Aku sudah mengatakan kalau bukan aku pelakunya, tapi tidak ada satu pun yang mau mendengarkanku.
Kali ini... apakah Mbah akan percaya padaku?
Tegar sudah hidup tanpa kasih sayang kedua orang tuanya sejak lahir. Dia hampir tidak memiliki apa pun di kehidupan ini. Kalau aku ikut menyakitinya, lalu dia harus pulang pada siapa? Tegar cuma punya aku sebagai rumahnya."
Akhirnya aku mengerti, kenapa Mbah tidak pernah sekalipun memukulku. Bukan karena beliau memanjakanku tetapi karena Mbah tahu, aku sudah banyak menangis sejak kecil.
Sejak hari itu, aku berjanji tidak akan membuat Mbah menangis lagi. Aku tidak akan berkelahi lagi. Aku tidak akan memukul teman yang mengejekku sebagai anak haram. Aku ingin menjadi anak yang baik. Anak yang bisa dibanggakan Mbah.
Tapi hari ini, aku ada di kantor kepala desa. Setelah sebelumnya orang-orang dewasa itu memukulku tanpa memberiku kesempatan untuk bicara.
Mereka menuduhku mencuri. Aku sudah mengatakan kalau bukan aku pelakunya, tapi tidak ada satu pun yang mau mendengarkanku.
Kali ini... apakah Mbah akan percaya padaku?
Tokoh Utama
Tegar
Mbah
#1
Anak Haram
#2
Maaf, Mbah
#3
Aku Janji Akan Jadi Anak Baik
#4
Garis Pembatas
#5
Aku Masih Punya Mbah
#6
Ayam Kecap
#7
Es Krim Mangga
#8
Nasehat Mbah
#9
Hari Ini Aku Bahagia
#10
Garam
#11
Kacang Tanah
#12
Maju Kalian Semua
#13
Maafkan Aku, Mbah
#14
Pelukan Mbah
#15
Ibu
#16
Demam
#17
Aku Benar-benar Senang
#18
Cerita Sebelum Tidur
#19
Obrolan-obrolan Itu
#20
Balsam
#21
Tuduhan Itu
#22
Aula Balai Desa
#23
Memaafkan
#24
Mbah
#25
Rumah Kami
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
16
Dibaca
269
Tentang Penulis
Nanas Nanas 🍎
Suka berhalu ria heheeee. Dunia halu sangat menyenangkan. Yuukk saling sapa lewat tulisan. Salam kenal dari nanas manis 🥰🙏 Padamu
Bergabung sejak 2020-01-01
Telah diikuti oleh 21 pengguna
Sudah memublikasikan 2 karya
Menulis lebih dari 35,284 kata pada novel
Rekomendasi dari Drama
Novel
Kelap-Kelip Kunang-Kunang di Telapak Tangan dan Telapak Kaki Kami
Dirman Rohani
Novel
Every Pain We Ever Feel
En
Novel
Mbah
Nanas Nanas 🍎
Flash
Istri Pengarang
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Salam Sayang Kekasih Hati
Larasatijingga
Novel
Perempuan Gagal
Anifa Hambali
Novel
Diary Seorang Gadis Tunarungu
winda aprillia
Novel
Baby Si(s)tter
Annisa Diandari Putri
Komik
PANDORA
Shuichi Gemilang
Skrip Film
Beauty Of Mercy
Jordi Dharmawan Wijaya
Skrip Film
Hantu-hantu Laut
Decky Putra
Skrip Film
CITRA
Hayatus Salmi
Flash
Ruang Kedua
Hesti Ary Windiastuti
Flash
Rain
Indah Setiorini
Novel
Mata untuk Aini
Aji Najiullah Thaib
Rekomendasi