Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Soal uang sekarang jadi masalah buat hampir semua orang. Cari susah. Pegang sebentar, habis. Mau ngeluh juga percuma. Orang berangkat pagi, pulang capek, besok diulang lagi. Bukan karena mau, tapi karena harus. Hidup jalan kalau uang ada. Terus ada satu orang. Kelihatannya nggak ke mana-mana. Tiap lewat, dia ada.
Pagi ada. Siang ada. Sore juga masih di rumah. Nggak kelihatan kerja. Nggak kelihatan sibuk. Tapi hidupnya tetap jalan. Dan di situlah mulai kerasa bedanya. Uang jadi masalah buat semua orang—
tapi entah kenapa, nggak kelihatan jadi masalah buat dia.
Awalnya cuma kepikiran. Lalu kepikiran itu mulai disambung-sambung. Orang mulai nebak sendiri-sendiri. Diterka ke mana-mana. Setiap lihat hal kecil, langsung dicocok-cocokin dengan dugaan masing-masing.
Yang satu bilang begini.
Yang lain bilang beda lagi.
Nggak ada yang benar-benar yakin, tapi omongan keburu jalan. Pemuda itu tetap diam. Dan diamnya malah bikin semua terkaan terasa makin mungkin.
Cerita ini mulai dari situ. Dari uang yang bikin semua orang pusing, dan satu orang yang kelihatannya nggak ikut pusing. Apa yang sebenarnya terjadi, belum ada yang bisa nunjuk dengan pasti—
tapi semua sudah keburu punya ceritanya sendiri.
Pagi ada. Siang ada. Sore juga masih di rumah. Nggak kelihatan kerja. Nggak kelihatan sibuk. Tapi hidupnya tetap jalan. Dan di situlah mulai kerasa bedanya. Uang jadi masalah buat semua orang—
tapi entah kenapa, nggak kelihatan jadi masalah buat dia.
Awalnya cuma kepikiran. Lalu kepikiran itu mulai disambung-sambung. Orang mulai nebak sendiri-sendiri. Diterka ke mana-mana. Setiap lihat hal kecil, langsung dicocok-cocokin dengan dugaan masing-masing.
Yang satu bilang begini.
Yang lain bilang beda lagi.
Nggak ada yang benar-benar yakin, tapi omongan keburu jalan. Pemuda itu tetap diam. Dan diamnya malah bikin semua terkaan terasa makin mungkin.
Cerita ini mulai dari situ. Dari uang yang bikin semua orang pusing, dan satu orang yang kelihatannya nggak ikut pusing. Apa yang sebenarnya terjadi, belum ada yang bisa nunjuk dengan pasti—
tapi semua sudah keburu punya ceritanya sendiri.
Tokoh Utama
Tika
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
0
Dibaca
26
Tentang Penulis
Dwi Scativana Isnaeni
-
Bergabung sejak 2026-01-27
Telah diikuti oleh 7 pengguna
Sudah memublikasikan 1 karya
Menulis lebih dari 2,876 kata pada novel
Rekomendasi dari
Rekomendasi