Daftar isi
#1
Bab 1: Perang Jemuran
#2
Bab 2: Pagi yang Tidak Baik-Baik Saja
#3
Bab 3: Rapat yang Gagal Jadi Rapat
#4
Bab 4: Koneksi yang (Katanya) Strategis
#5
Bab 5: Operasi Gerbang (Yang Berakhir di Warung Kopi)
#6
Bab 6: War Kamar Mandi, Edisi Spesial Krisis
#7
Bab 7: Survey Diam-Diam (yang Tidak Diam-Diam Sama Sekali)
#8
Bab 8: Kotak Pandora di Gudang Belakang
#9
Bab 9: Damar Jadi Detektif (Versi yang Sangat Tidak Profesional)
#10
Bab 10: Surat Protes yang Berakhir Jadi Bahan Ketawa RT Sebelah
#11
Bab 11: Bu Endang yang Tidak Sesederhana Kelihatannya
#12
Bab 12: Kebenaran yang Mengubah Segalanya
#13
Bab 13: Benci yang Susah Dipupuk
#14
Bab 14: Penebusan Bang Robi (yang Datang dari Arah Paling Nggak Terduga)
#15
Bab 15: Rapat yang (Akhirnya) Beneran Rapat
#16
Bab 16: Rencana Penyelamatan yang (Tentu Saja) Tidak Berjalan Mulus
#17
Bab 17: Latihan Gagal (Tapi Tetap Kocak)
#18
Bab 18: Hari H (yang Dimulai dengan Kekacauan, Seperti Biasa)
#19
Bab 19: Menang dengan Cara yang Sama Sekali Tidak Elegan
#20
Bab 20: Cerita Rumah Kita (Penutup, dengan Jemuran yang (Lagi-Lagi) Jadi Saksi)
#21
Epilog: Enam Bulan Kemudian (Karena Hidup Tetap Berjalan, Walau Dramanya Udah Kelar)
#22
Bonus Bab: Asal Mula Bang Robi (Cerita yang Nggak Ada yang Minta, Tapi Bang Robi Ngotot Pengen Diceritain)
#23
Bonus Bab Kedua: Lima Belas Tahun Bu Darsih (Cerita yang Baru Diceritakan Setelah Semua Orang Cukup Dewasa untuk Mendengarnya)
#24
Bonus Bab Ketiga: Surat untuk Anak yang Belum Lahir (Penutup Sesungguhnya, Promise)
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#20
Bab 20: Cerita Rumah Kita (Penutup, dengan Jemuran yang (Lagi-Lagi) Jadi Saksi)
Bagikan Chapter
Chapter ini masih diperiksa oleh kurator
Chapter Terkunci
Cuplikan Chapter ini
Tiga minggu setelah pertemuan besar di kantor kelurahan kabar akhirnya datang Pak Hendra setelah berdiskusi panjang dengan ibunya danmenurut cerita yang sampai ke telinga Bang Robi lewat jaringan satpam dan tukang parkirnya yang sekarang sudah jadi semacam jaringan informasi resmi Wisma Bahagiasetelah juga berkonsultasi dengan pihak bank soal opsi pinjaman akhirnya memutuskan untuk membatalkan rencana penjualan tanah ituDeveloper di sisi lain memilih untuk tidak melanjutkan proyek me
Beli Chapter
Baca chapter ini, detik ini juga
Rp5.000
atau 5 kunci
Beli Novel
Semua chapter akan terbuka
Rp30.000
atau 30 kunci
Chapter Sebelumnya
Chapter 19
Bab 19: Menang dengan Cara yang Sama Sekali Tidak Elegan
Chapter Selanjutnya
Chapter 21
Epilog: Enam Bulan Kemudian (Karena Hidup Tetap Berjalan, Walau Dramanya Udah Kelar)
Sedang Dibicarakan
Novel
Bronze
Allohu Ahad
Hermawan
Novel
Bronze
EDELWEIS
WAHYU SYAH PUTRA
Flash
Bronze
Reviewer Handal
Rere Valencia
Cerpen
Kita, Rumah yang tak pernah selesai dibangun
Septia Arya Nugraha
Cerpen
Nyawa dalam Secangkir Kopi Senja
Ryan Esa
Novel
Bronze
MR. KRAB
Faiz el Faza
Flash
Under The Rain #2 (END)
Yooni SRi
Novel
Sepupu Romansa
Arbayahs
Flash
RED #1
Kaylasyifa Azzahrie
Komik
Flash of Vengeance
Shafina Ardiani P. Susanto
Flash
Mencari di Sawah.
Lialuck777
Novel
Gold
Anna & Bara
Falcon Publishing
Novel
BRAD
KH_Marpa
Flash
Di Titik Nol
Ilestavan
Cerpen
Delution Memories
Adinda Amalia
Novel
Bronze
BLACK COFFEE
Liz Lavender
Novel
Gold
Reporter Cilik
Mizan Publishing
Cerpen
Anak Satu-Satunya
JOHANNES RENDY PRATAMA HUTABARAT
Cerpen
Bronze
Mahkota dan Luka
gungkeris
Novel
Arsena
Gulla