Daftar isi
#1
Chapter 1- Kabut pagi dan Suara ejekan
#2
Chapter 2 - Siang panas dan Rupiah pertama
#3
Chapter 3 - Senja dan Napas yang berat
#4
Chapter 4 - Pagi yang menyesakkan
#5
Chapter 5 - Diantara panas dan sesak
#6
Chapter 6- Sesak yang tak pernah pergi
#7
Chapter 7- Pagi yang membeku
#8
Chapter 8- Ketakutan yang Menyelinap
#9
Chapter 9 - Penghasilan online kedua
#10
Chapter 10 - Padi yang tak pernah jadi nasi
#11
Chapter 11 - Hari pertama susu kedelai Ayla
#12
Chapter 12 Yang kuat Tampa suara
#13
Chapter 13 - Tenang tak selalu Kuat
#14
Chapter 14 - Yang tak pernah Di rencanakan
#15
Chapter 15 - Satu hari yang menentukan
#16
Chapter 16 - Sakit yang menyusup Diam- diam
#17
Chapter 17 - Antara harapan dan Telepon misterius
#18
Chapter 18 - Guncangan di pagi hari
#19
Chapter 19 - Siang yang Mengusik Takdir
#20
Chapter 20 - Air mata yang tak Terlihat
#21
Chapter 21- Antara Menantu dan Mertua
#22
Chapter 22- Surat pindah dan Tanggung jawab
#23
Chapter 23 - Lima ratus ribu dan Sebuah kabar
#24
Chapter 24 - Janji ayla untuk ibu
#25
Chapter 25 - Tangis di Ujung Telpon
#26
Chapter 26 - Demi menjenguk Ka Riyan
#27
Chapter 27 - Kabar dari Jakarta
#28
Chapter 28- Perjalanan tergesa menuju Jakarta
#29
Chapter 29 - Malam yang penuh cemas
#30
Chapter 30 - Doa diantara Harap dan Cemas
#31
Chapter 31 - Kabar baik di Tengah penantian
#32
Chapter 32 - Kritis di ICU
#33
Chapter 33 - Belum waktunya pergi
#34
Chapter 34 - Lega yang Tertunda
#35
Chapter 35 - Saat keluarga di Uji
#36
Chapter 36 - Harapan di Tengah Lelah
#37
Chapter 37 - Tanggung jawab yang Terbagi
#38
Chapter 38 - Pulang di bawah langit gelap
#39
Chapter 39 - Panen,Bisik, dan Sebuah cerita
#40
Chapter 40 - Gabah yang di jemur, Luka yang di pendam
#41
Chapter 41 - Hangat yang tak lama
#42
Chapter 42 - Beban yang datang pagi itu
#43
Chapter 43 - Harapan Enam puluh ribu
#44
Chapter 44 - Dari Dapur kecil, Harapan di mulai
#45
Chapter 45 - Hari yang tetap berjalan
#46
Chapter 46 - Singkong di Tengah Badai
#47
Chapter 47 - Saat harus melepaskan
#48
Chapter 48- Diantara lamaran dan impian
#49
Chapter 49 - Jalan yang tak terduga
#50
Chapter 50 - Langkah Pertama di Kota
#51
Chapter 51 - Gajih pertama untuk Orang Tua
#52
Chapter 52 - Buah dari kesabaran
#53
Chapter 53 - Mimpi yang menjadi Nyata
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#53
Chapter 53 - Mimpi yang menjadi Nyata
Bagikan Chapter
Chapter Terkunci
Cuplikan Chapter ini
Beberapa hari setelah kembali ke kotaHari-hari Ayla kembali dipenuhi rutinitas seperti biasaPagi hari ia mengajar di lembaga bimbingan belajarSore harinya membuat video affiliateMalam hari ia sesekali berdiskusi dengan editor mengenai proses penyuntingan novel yang sedang dipersiapkan untuk diterbitkanSuatu pagiSaat hari libur tiba Ayla baru saja selesai merapikan kamar mesnyaPonselnya yang berada di atas meja tiba-tiba bergetarNama yang muncul di layar membuat Ayla tersenyumNo
Beli Chapter
Baca chapter ini, detik ini juga
Rp1.000
atau 1 kunci
Beli Novel
Semua chapter akan terbuka
Rp53.000
atau 53 kunci
Chapter Sebelumnya
Chapter 52
Chapter 52 - Buah dari kesabaran
Chapter Selanjutnya
Tamat
Sedang Dibicarakan
Flash
Bronze
dari APRIL
Muhammad Yunus
Cerpen
GUNUNG SIBAYAK
farant c.n. pardosi
Novel
Haram Jadah: Hari Pembalasan
Marion D'rossi
Cerpen
Bronze
Our Last Summer
sisniwati
Novel
Bronze
Ruwatan Misteri
Nurul Adiyanti
Novel
Gold
PBC Girls
Mizan Publishing
Flash
Bronze
Hal Tersulit Dari Menjadi Miskin
Nabil Bakri
Novel
Menunggu Bapak Ramadhan Ini
Kifa Ansu
Cerpen
Bronze
Tuan Baru
Christian Shonda Benyamin
Novel
Bronze
Hati yang Tak Seharusnya Singgah
Risti Windri Pabendan
Cerpen
NENEK BERWAJAH KAKEK
Meliana
Cerpen
Maya
MHD Yasir ramadhan
Cerpen
Bronze
ARWAH NONI BELANDA & BONEKA UNGU
Sri Wintala Achmad
Cerpen
DIA DISAMPINGMU
MUCHAMAD FADHLI
Cerpen
Bronze
Dari Jiwa Yang Kesepian
Iman Ali Janovit
Novel
sticky notes
cippocip
Flash
Bronze
CINTA RENATA
Maldalias
Cerpen
Bronze
Jejak Aroma
Alina Fresila
Flash
Setan Curhat
Sugiadi Azhar
Flash
Aku, Dirimu, dan Palung Mariana
Foggy FF