Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Ada banyak cara manusia mengenang seseorang yang telah pergi: menyimpan foto-fotonya, menandai tanggal kematiannya di kalender, lalu merayakannya setiap tahun dengan kesedihan yang sama. Namun bagi Falea, cara terbaik untuk bertahan adalah melupakan. Hidup seolah-olah ayahnya tidak pernah ada.
Ketika berusia dua puluh dua tahun, Falea mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak pernah selesai dalam diri ibunya. Foto-foto Ayah tak pernah dibuang. Laci-laci tua tak pernah benar-benar dibereskan. Hingga suatu malam, saat membersihkan kamar ibunya, Falea menemukan setumpuk tiket menuju Seoul yang telah lama kedaluwarsa—kecuali satu. Dan di antara tumpukan itu, terselip tiket baru yang dipesan seminggu sebelumnya, tepat setelah malam ketika ia menemukan ibunya mabuk sendirian di sudut kamar.
Falea mencoba menemukan kembali serpihan ingatan yang telah lama menguar, memantapkan pilihan untuk menuju satu titik, pergi ke Seoul.
Perjalanan ke Seoul membuka kembali kenangan yang selama ini sengaja dikubur. Semakin jauh Falea mengikuti jejak ayahnya, semakin ia memahami bahwa kehilangan tidak selalu berarti kematian, dan melupakan tidak selalu berarti sembuh.
Falea pergi bukan untuk mencari Ayah.
Gadis itu pergi untuk memastikan bahwa ia sudah tidak membutuhkannya.
Ketika berusia dua puluh dua tahun, Falea mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak pernah selesai dalam diri ibunya. Foto-foto Ayah tak pernah dibuang. Laci-laci tua tak pernah benar-benar dibereskan. Hingga suatu malam, saat membersihkan kamar ibunya, Falea menemukan setumpuk tiket menuju Seoul yang telah lama kedaluwarsa—kecuali satu. Dan di antara tumpukan itu, terselip tiket baru yang dipesan seminggu sebelumnya, tepat setelah malam ketika ia menemukan ibunya mabuk sendirian di sudut kamar.
Falea mencoba menemukan kembali serpihan ingatan yang telah lama menguar, memantapkan pilihan untuk menuju satu titik, pergi ke Seoul.
Perjalanan ke Seoul membuka kembali kenangan yang selama ini sengaja dikubur. Semakin jauh Falea mengikuti jejak ayahnya, semakin ia memahami bahwa kehilangan tidak selalu berarti kematian, dan melupakan tidak selalu berarti sembuh.
Falea pergi bukan untuk mencari Ayah.
Gadis itu pergi untuk memastikan bahwa ia sudah tidak membutuhkannya.
Tokoh Utama
Falea
Ayah
Ibu
Aska
Nenek
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
0
Dibaca
391
Tentang Penulis
Ni Kadek Wiwik Dwi Oktari
-
Bergabung sejak 2026-08-13
Telah diikuti oleh 7 pengguna
Sudah memublikasikan 1 karya
Menulis lebih dari 3,922 kata pada novel
Rekomendasi dari
Rekomendasi