Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Perih dan seperti terbakar. Nicha menatap pergelangan tangannya.
"Aku takut, pasti menyakitkan. Tapi, ini cara yang paling cepat."
Perempuan itu bicara sendiri di ruang pribadinya. Sebuah kamar berdinding warna tosca yang sangat tenang dan damai. Nicha selalu suka dengan kamarnya sampai hari ini tiba.
"Kalau dia ingin menguasai semuanya, biar saja aku yang jangan pergi."
Kali ini meski takut Nicha mengiris lebih dalam di sisi tangan yang sama. Perih dansedikit terbakarlagi, tapi kali ini Nicha menahannya.
Warna merah sudah membasahi seprei di tempat dia duduk bersandar. Beberapa kenangan indah dia munculkan sehingga senyum mengembang di wajahnya yang berkeringat dingin.
Ruang IGD cukup riuh hari itu, dan ketika ambulance sampai di sebuah rumah sakit terdekat, tubuh Nicha langsung di bawa masuk dan dipindahkan, lukanya ditanggani oleh dokter yang sangat cekatan.
"Tidak ada luka di bagian lainnya?" Dokter itu terlihat memperhatikan jahitannya yang sudah selesai.
"Tidak Dok, tapi, pasien kehilangan cukup banyak darah. Saya akan menyiapkan transfusi satu kantong setelah ini." Perawat terdengar mengatakan tindakan lanjutan.
"Oke, selesai dengan baik untuk saat ini. Tapi tetap awasi, pasien seperti ini biasanya cukup sering megulangi kebodohannya." Perawat mengangguk mengerti apa yang Dokter katakan.
Yotha terdengar cukup dingin, dia berjalan melewati selubung tirai yang melingkar di tempat penangganan Nicha baru saja, dia menuju ke lobby setelah melihat sekeliling.
Dia ingin mengumpat, memaki, seseorang ingin menghilangkan nyawanya sendiri sedangkan profesinya begitu berlawanan dengan semuanya itu.
"Aku takut, pasti menyakitkan. Tapi, ini cara yang paling cepat."
Perempuan itu bicara sendiri di ruang pribadinya. Sebuah kamar berdinding warna tosca yang sangat tenang dan damai. Nicha selalu suka dengan kamarnya sampai hari ini tiba.
"Kalau dia ingin menguasai semuanya, biar saja aku yang jangan pergi."
Kali ini meski takut Nicha mengiris lebih dalam di sisi tangan yang sama. Perih dansedikit terbakarlagi, tapi kali ini Nicha menahannya.
Warna merah sudah membasahi seprei di tempat dia duduk bersandar. Beberapa kenangan indah dia munculkan sehingga senyum mengembang di wajahnya yang berkeringat dingin.
Ruang IGD cukup riuh hari itu, dan ketika ambulance sampai di sebuah rumah sakit terdekat, tubuh Nicha langsung di bawa masuk dan dipindahkan, lukanya ditanggani oleh dokter yang sangat cekatan.
"Tidak ada luka di bagian lainnya?" Dokter itu terlihat memperhatikan jahitannya yang sudah selesai.
"Tidak Dok, tapi, pasien kehilangan cukup banyak darah. Saya akan menyiapkan transfusi satu kantong setelah ini." Perawat terdengar mengatakan tindakan lanjutan.
"Oke, selesai dengan baik untuk saat ini. Tapi tetap awasi, pasien seperti ini biasanya cukup sering megulangi kebodohannya." Perawat mengangguk mengerti apa yang Dokter katakan.
Yotha terdengar cukup dingin, dia berjalan melewati selubung tirai yang melingkar di tempat penangganan Nicha baru saja, dia menuju ke lobby setelah melihat sekeliling.
Dia ingin mengumpat, memaki, seseorang ingin menghilangkan nyawanya sendiri sedangkan profesinya begitu berlawanan dengan semuanya itu.
Tokoh Utama
Nicha Arasa
Yotha Permana
#1
Bukan Tragedi Besar
#2
Sendiri
#3
Terlalu Menyedihkan
#4
Terlalu Panik, Terlalu Tenang
#5
Murah Hati
#6
Kembali ke TKP #6
#7
Yotha dan Ketulusannya
#8
Ikhlas yang Berulang
#9
Tinggal Bersama?
#10
#10 Negosiasi
#11
Sarapan Bersama
#12
Sebuah Penghakiman Teman
#14
Iya, Dokter yang Kompeten
#15
Dokter Menahan Nicha?
#16
Laras Tebar Pesona
#17
Memeriksa Apartemen Sebelah
#18
Dia Ada di Depan Pintu
#19
Bajuku Tidak Pantas?
#20
Jadi 200 Juta
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
0
Dibaca
640
Tentang Penulis
tami ilmi
-
Bergabung sejak 2020-08-31
Telah diikuti oleh 33 pengguna
Sudah memublikasikan 4 karya
Menulis lebih dari 115,455 kata pada novel
Rekomendasi dari Sejarah
Novel
Arah Pulang
tami ilmi
Cerpen
Eklipsium Kuasa
Marion D'rossi
Cerpen
Aroma Mesiu Di Langit Senja Pantai Malaka
Anjrah Lelono Broto
Novel
Meditations
Noura Publishing
Novel
Bukan Calon Kakak Ipar
bainara
Novel
Mikiran Yayat: Dari Yayat, Oleh Yayat, Untuk Rakyat
Bentang Pustaka
Novel
SANDWICH
Richi Rizkya
Novel
KISAH SI PEMUDA CEROBOH YANG BERUNTUNG
Bung Rey Reborn
Novel
Hong, Qilin, dan Dua Negeri
Petrus Setiawan
Novel
Nama Terakhir Di Alamat Itu
A.A.Pusung
Novel
Selling Yourself
Mizan Publishing
Novel
Pa, Saya Sudah Datang
Dewangga Putra
Cerpen
Bayang-Bayang di Benteng Arunika
Penulis N
Novel
SOETIENA
dhania_r
Cerpen
Esarhaddon, Raja Asyria; Leo Tolstoy
Ahmad Muhaimin
Rekomendasi