Daftar isi
#1
AIR MATA MAMAK DI SUJUD TERAKHIR
#2
Setelah Mamak Sendiri
#3
Anak-anak Kebanggaan
#4
Rindu Ingin Ketemu Bapak
#5
Meniti Jalan Keadilan
#6
Perjuangan Tiada Henti
#7
Wanita Itu
#8
TANGGUH
#9
MENCIUM BANGKAI
#10
Sejumput Harap Yang Memuai
#11
Bertarung Tujuan
#12
Memasung Keyakinan
#13
Terpenjara Kebiasaan
#14
Ujian Hidup Itu Memang Berat
#15
Jalan Datar Cenderung Gelap
#16
Mengolah Pikiran
#17
Keluarga Itu Segalanya
#18
Keluarga Itu Tempat Berbagi
#19
Yang Kedua Kalinya
#20
Ujian Itu Nikmat Rasanya
#21
Tantangan Baru
#22
Bidak Takdir
#23
Sesak Napas
#24
Bukan Prioritas (lagi)
#25
Cinta Si Anak Pertama
#26
Terhina Ambisi Hidup
#27
Jalani Saja, Jangan Dijadikan Beban
#28
Surgaku Sayang Surgaku Menghilang
#29
Raga Tak Berjiwa
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#1
AIR MATA MAMAK DI SUJUD TERAKHIR
Bagikan Chapter
"Kenapa banyak orang yang mengatakan surga di bawah telapak kaki ibu,
karena segala kebaikan di dalam rumah berawal dari seorang ibu"
A novel by HADI WIYONO
SINOPSIS
Ketika sebuah keluarga dihadapkan dengan kenyataan pahit, cobaan bertubi, dan kemiskinan menghantui. Hanya satu jalan keluarnya, usaha tiada henti, usaha yang tidak mengenal lelah dan takut.
Adalah Mamak Ningsih yang memiliki empat orang anak. Dua anak pertamanya berjuang membantu perekonomian keluarga yang morat marit setelah ditinggal oleh pemimpin keluarg -yang tergoda seorang wanita di dekat rumahnya.
Mamak Ningsih dan anak-anaknya berjuang memeras keringat dan banting tulang meraih penghidupan yang layak. Hingga akhirnya mereka mengalami kenyataan hidup yang pahit, harus kehilangan salah seorang anggota keluarganya.
Mampukah mereka bangkit?
***
karena segala kebaikan di dalam rumah berawal dari seorang ibu"
A novel by HADI WIYONO
SINOPSIS
Ketika sebuah keluarga dihadapkan dengan kenyataan pahit, cobaan bertubi, dan kemiskinan menghantui. Hanya satu jalan keluarnya, usaha tiada henti, usaha yang tidak mengenal lelah dan takut.
Adalah Mamak Ningsih yang memiliki empat orang anak. Dua anak pertamanya berjuang membantu perekonomian keluarga yang morat marit setelah ditinggal oleh pemimpin keluarg -yang tergoda seorang wanita di dekat rumahnya.
Mamak Ningsih dan anak-anaknya berjuang memeras keringat dan banting tulang meraih penghidupan yang layak. Hingga akhirnya mereka mengalami kenyataan hidup yang pahit, harus kehilangan salah seorang anggota keluarganya.
Mampukah mereka bangkit?
***
Chapter Sebelumnya
Daftar Isi
Kembali ke halaman awal
Chapter Selanjutnya
Chapter 2
Setelah Mamak Sendiri
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi
Novel
Sabit di antara Gemintang
Novel
Cinta di Balik Pesantren (Buku Kedua)
Cerpen
Kelas Tambahan Di Hari Rabu
Cerpen
UANG IURAN KELUARGA
Cerpen
Selamat jalan Gendut
Novel
CHAMOMILE TEA
Flash
Selamat Tinggal
Cerpen
Melodi Darah dan Biola
Novel
Detik Masa
Cerpen
PUKUL DUA
Cerpen
CARA KAWUL MERAYAKAN LEBARAN
Cerpen
Bertemu Ajak di Thailand
Novel
Unlimited Hope
Cerpen
Stok Ekstrasabar
Cerpen
Makhluk Tanah
Novel
REGRET
Flash
Catatan harian yang tidak pernah tertulis
Novel
MEPET DINDING
Novel
JIGAR & RISMA
Flash
Bekal Makanan