Sweet Seventeen : Love Destiny

Saat SMP aku pernah menyukai seseorang, sampai kami pernah dekat & akrab. Dia tidak tahu isi hatiku, begitu pula denganku yang sama-sama tak tahu isi hatinya. Sampai akhirnya, saat kami duduk dibangku kelas tiga smp, ciuman pertamaku direbut olehnya. Saat itu perasaanku campur aduk. Ku pikir "apa itu artinya kami memiliki perasaan yang sama?" ya, tadinya begitu. Sampai akhirnya secara tiba-tiba ku dengar dia pindah bersama keluarganya ke luar negeri. disaat itulah untuk pertama kalinya aku merasakan patah hati.

Waktu berlalu, rasanya begitu cepat. hanya 1 minggu lagi menuju ujian akhir & kegiatanku setiap hari hanya belajar, belajar, & belajar. Tak ada waktu untuk bermain. Saat itu yang fokus aku pikirkan hanya tentang kelulusan & bagaimana caranya agar aku bisa lulus dengan nilai yang memuaskan. Namun fokusku teralihkan ketika aku mendengar berita bahwa perusahaan papaku bangkrut. Papa & Mama begitu sedih sampai akhirnya mereka berusaha memikirkan cara agar bisa membangun kembali bisnis yang selama ini telah mereka rintis dari nol. Lalu papa mendapatkan ide untuk kembali ke kampung halaman tempat kami berasal diluar negeri sana. Tak ada pilihan lain, aku, kakak perempuanku serta ibuku, hanya bisa menyetujui usulannya karena dikampung halaman kami setidaknya kakek & nenek dapat membantu.

Ujian berakhir, setelah berusaha mencoba untuk fokus tetapi tetap saja nilai yang ku dapatkan tidak sesuai dengan ekspektasiku. Tetapi tak apa, setidaknya aku telah berusaha semampuku. Seminggu yang lalu kami baru saja tiba dinegera tempat kami berasal. Dan malam ini, dimalam yang indah diterangi lampu-lampu jalanan kota, aku berjalan seorang diri. Aku baru saja pergi ke salah satu tempat yang dulu sering ku kunjungi ketika masih kecil, cukup banyak waktu yang aku habiskan disana hingga tak terasa waktu sudah malam & kakakku dirumah sudah mengomel memintaku untuk pulang sebelum dia mengunci pintu depan.

Dijalanan yang sepi menuju halte bus yang akan membawaku pulang menuju rumah, aku berjalan. Tas selempang kecil yang ku pakai masih tergantung dilengan kananku, tiba-tiba saja tanpa peringatan seseorang berlari dengan cepat dari arah belakangku hingga menabrakku. Awalnya aku akan berteriak & memakinya karena telah berlari tanpa melihat jalan, tetapi begitu ku lihat pria yang baru saja menabrakku itu, aku langsung terkejut. Dia berlari dengan tasku ditangannya. Aku baru saja dicopet! Aku bergegas berlari, barang-barang penting ada didalam sana yaitu ponsel & kartu transpotasiku, tanpa itu aku tidak akan bisa pulang. Lebih sialnya lagi hanya ada dua benda itu didalam sana karena uang serta dompetku tertinggal dirumah.

Aku memperlambat laju lariku ketika aku mulai dekat dengan tempat pria itu berlari. Namun seseorang mengejutkanku, seorang pria tinggi memakai jaket menyodorkan tas ditanganya ke arahku, "itu milikku!" pikirku yang tanpa pikir panjang langsung ku rebut & ku cek semua isinya. "masih lengkap," pekikku dalam hati, ketika aku hendak mengucapkan terimakasih pria itu sudah hilang dari pandanganku.

Setelah libur kelulusan berakhir, kini tibalah masanya untuk aku kembali ke sekolah dengan status baru yaitu pelajar SMA. Tetapi entah apa salahku, takdir malah harus kembali mempertemukanku dengan pria itu. Pria yang sama yang dulu pernah ku sukai saat duduk dibangku SMP.

6 disukai 1.8K dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Saran Flash Fiction