A. R. Tawira

@artawira
Di setiap tempat, selalu ada yang tertinggal.
Kadang hanya suara. Kadang nama. Kadang seseorang yang tak tahu bahwa dirinya sudah lama pergi.

Dalam setiap edisi, A. R. Tawira mengundang pembaca berjalan di ruang-ruang yang tak pernah benar-benar sunyi: kota yang basah, kafetaria yang menua, rumah yang menolak bercermin, hingga perpustakaan yang menulis ulang siapa pun yang masuk.

Ini bukan sekadar cerita pendek. Ini peta tentang tempat-tempat yang mengingat manusia—dan manusia yang tak bisa melupakan tempatnya.
Katara Nadir
retnoara
hendri putra
dhejan7
Yessy Azwarni
yessyazwarni
Timeline
Belum timeline
Silakan bagikan pengalamanmu.