Buih Pikiran
8. Musim 1 Episode 7: Sahabat - Bagian 2

FADE IN:

INT. SMAN 5 PURWOKERTO - KANTIN SEKOLAH - SIANG

Eka sedang bercengkrama dengan Samsul remaja, terlihat mereka memakan gorengan, Eka pisang goreng sedangkan Samsul remaja bakwan.

Manto, Arif dan Rohmat pun terlihat sedang mengobrol dan menyantap mendoan serta dage. Manto memakan dage, sedangkan Arif serta Rohmat sedang melahap mendoan. Dari pembicaraan mereka sedang membahas piala dunia 1986.

Ono (16 tahun) tiba-tiba berlari tergopoh-gopoh ke dalam kantin, ia menanyakan keberadaan Eka pada seorang murid.

ONO

(dengan nafas ngos-ngosan)

Ndeleng Eka ora?

Murid tersebut pun menunjukn ke arah Eka dan Samsul remaja yang sedang makan gorengan.

Ono langsung menghampiri Eka dan Samsul remaja. Ia berkata pada Eka,

ONO

Akhire ketemu juga kowe, Ek.

EKA

Ada apa, ya?

ONO

Anu ada telepon dari pakdemu, Ka. Pakdemu mau ngomong sama kamu.

Eka terlihat cemas, panic attack nya timbul.

Rohmat memperhatikan, ia berkata pada Arif dan Manto,

ROHMAT

Wis mulai wis mulai, keh.

Arif dan Manto pun ikut memperhatikan Eka yang mulai panik.

ARIF

Asik. Bakal rame kiye.

MANTO

Bener, kiyeh.

Tiba-tiba Manto berpikir dan bertanya.

MANTO (CONT’D)

Tapi kur telepon, tok. Deneng Eka dadi kayak cemas kayak kuwe?

ROHMAT

Eka nduwe phobia nelpon, dadi deg degan banget angger ana sing nelepon kae bocah.

MANTO

Oh kaya kuwe, nembe ngerti aku ana penyakit kaya kuwe.

ARIF

Penyakit? Kae bae Eka ne sing pecundang.

MANTO

Eh, iya. Bener... Bener.

ROHMAT

Iya jere Sudomo be kaya kuwe, Rif.

ARIF

Jajal ndeleng yuh, dramane kayak ngapa.

Eka meninggalkan kantin dengan panic attack yang sedang menguasai tubuhnya, Samsul remaja mengikuti di belakangnya, ia melihat tangan Eka bergetar halus dan menetes keringat dari tangannya, raut wajah Samsul remaja cemas.

Ono mengikuti langkah Eka keluar kantin, Rohmat, Manto dan Arif pun ikut melangkah keluar kantin untuk mengikuti Eka.

CUT TO:

INT. SMAN 5 PURWOKERTO - RUANG PERPUSTAKAAN - SIANG

Eka dalam keadaan panic attack, ia meletakkan gagang telepon di telinganya, ia gemetar, kemudian terdengar suara Mulyono (40 tahun)

MULYONO (O.S)

Ka. Halo?

EKA

Ya... Pa.. Pakde.

MULYONO (O.S)

SPP mu yang di SMA mu yang dulu katanya masih nunggak.

EKA

Hah? Ga.. Gak, pakde. Semua sudah lunas.

MULYONO (O.S)

Masa? Tengah malam pakde ditelepon dari pihak sekolah. Katanya belum lunas.

EKA

Na...Na... Namanya?

MULYONO (O.S)

Maksude?

EKA

Nama ya.. yang menele...pon, pakde.

MULYONO (O.S)

Orangnya gak nyebut nama. Hanya katanya dari pihak yayasan.

EKA

S... SMA 20 Ponorogo, pakde?

MULYONO (O.S)

Oh, berarti salah sambung. Tapi namamu bukannya Eka Satrio ’kan?

EKA

I..Iya pakde?

MULYONO (O.S)

Eka Satrio Gagah Wibowo?

EKA

E...Eka Satri...a... Wi...Wi... Wi... Wibowo, pa... pakde.

MULYONO (O.S)

Yo wis. Kayane salah sambung lan jenenge mandan pada. Salam nggo bapak ibu lan adi-adimu ya, Ka.

EKA

Nggih... nggih, pakde.

MULYONO (O.S)

Assalamualaikum.

EKA

Wa...wa...wa’alaikum salam.

Terdengar suara telepon ditutup, kamera menzoom in telinga dimana Eka meletakkan gagang telepon dimana tangan Eka gemetaran, kemudian kamera menzoom out, terlihat ekspresi Eka yang seperti kelelahan, tiba-tiba terdengar suara tertawa para murid, Eka terdiam sesaat dan panic attacknya makin kuat, ia keluar dari ruang perpustakaan.

EXT. SMAN 5 PURWOKERTO - DEPAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH - SIANG

Eka melihat beberapa anak perempuan sedang istirahat mata pelajaran olahraga, mereka tertawa, Eka mematung sesaat, raut wajahnya kusam dan lemas, kemudian dia berbelok dan berjalan.

INT. SMAN 5 PURWOKERTO - KELAS IIA - SIANG

Moko (16 tahun) melihat keluar jendela, kamera P.O.V Eka yang dari P.O.V jendela nampak sedang berjalan, nampak Eka panic attack berat, ia berkeringat.

MOKO

Woy! Bocah phobia telepon dateng. Siki giliranku, ya!

Keseluruhan kelas disorot.

SUDOMO

Hu, kowe! Soal ngerjani wong bae koe paling seregep.

MURID-MURID KELAS IIA KECUALI SAMSULE REMAJA

Huuu huu.

ONO

Keplaki bae kae endase.

RAHMAT

Kon adu sumo karo Hayat kelas IIC bae.

SUDOMO

Hush... Hayat biyunge lagi lara.

MURID-MURID KELAS IIA KECUALI SAMSUL REMAJA

Hoooo.

RAHMAT

Sapa sing ngerti ibune lagi lara?

TRIANI

Koe, tok.

ONO

Wong murid-murid sesekolah wis nengoki kabeh, koh.

SUDOMO

(nada sarkas)

Bali pas pelajaran agama gegara ngaku beda agama ya kaya kuwe.

Tiba-tiba Triani menyaut,

TRIANI

Bareng Ono biasane.

Semua murid tertawa terbahak-bahak kecuali Samsul remaja dan Ono, Ono lebih ke tertunduk karena salah tingkah.

Arif melihat Eka memasuki kelas.

ARIF

Eh. Kae bocaeh teka.

RAHMAT

Ko... Siap-siap, Ko.

Moko mendekati Eka yang wajahnya pucat serta berkeringat dan masih panic attack, ia menyapa Eka.

MOKO

Ka...

EKA

Da... da... da... dalem.

ARIF

Sedalam apa? Seluas apa? Cintamu.

SUDOMO

Astagfirullah. Ming kanca dewek koh kaya srawuh maring tetua desa.

Murid-murid tertawa, kita fokus pada Sudomo yang gesturnya mengejek. Lalu fokus kembali ke Moko dan Eka.

MOKO

Maaf, ka. Kamu punya fobia telepon, ya?

Wajah Eka pucat, tak siap dengan pertanyaan Moko.

EKA

Y... y.... y... y... Ya.

ONO

Ada berapa tuh huruf Y nya?

RAHMAT

Yang jawab bener dikasih cium french kiss sama Triani.

ARIF

Lima!
RAHMAT
Oke Triani, istirahat kedua ditunggu Arif di belakang warung.

TRIANI

Apa-apaan sih. Najong! kirik!

SUDOMO

Wah, Rif. Koe kirik. Kenyataan apa fitnah kae?

Arif membalas ke Sudomo dengan nada kesal.

ARIF

Tak kepruk endasmu, Su.

SUDOMO

Wah kata binatang metu. Bisa olih point.

ARIF

Maksudku, Su, nama awalmu.

Murid-murid tertawa, Triani tertawa sambil menutupi mulutnya, Samsul remaja terlihat memalingkan muka.

Fokus kembali pada Eka dan Moko.

MOKO

Kalo ada apa-apa cerita ya, sobat. Pulang sekolah saya tunggu kamu di gerbang. Kamu boleh curhat apapun permasalahan hidupmu. Kebetulan saya baru diangkat jadi ketua curahan hati murid-murid. Organisasi baru sekolah ini.

SUDOMO

Apa maning kae?

MURID-MURID KELAS IIA KECUALI SAMSUL REMAJA

Sst... Ssst...

MOKO

Boleh tau nomor teleponnya? Kalo nanti misal gak bisa ketemu, kalo ada curahan hati telepon saja. Ini kartu nama saya.

Moko menunjukkan kertas dengan coretan pulpen nama dirinya serta nomor telepon didalamnya.

Bersamaan dengan saat Moko menyerahkan kartu nama asal buat ke tangan Eka, Sudomo berseloroh,

SUDOMO (O.S)

Woi! Eka kae phobia telepon! Malah diweih nomer telepon!

Dan disaat yang sama terdengar celetukan Triani,

TRIANI (O.S)

Apa kae? kartu nama ninine buyute aku pas jaman V.O.C. malah lewih apik.

Lalu suara Arif membalas celetukan Triani,

ARIF (O.S)

Triani pranakan londo!

Moko berpura-pura dirinya lupa.

MOKO

Oh, maaf. Lupa.

Ia melanjutkan,

MOKO (CONT’D)

Bisa sehabis selesai sekolah hari ini kita ngobrol-ngobrol tentang penanganan phobia mu, Ka?

Eka terkejut, panic attack akibat kecemasannya makin tinggi, tiba-tiba terdengar suara kentut yang tidak bisa ditahan, bunyinya sangat panjang dan agak lama, setelah suara kentut berakhir Eka segera berlari dari ruang kelas, murid-murid tertawa keras kecuali Samsul Remaja.

SUDOMO

Wah, hal tak disangka menjadi penutup drama komedi kali ini.

ARIF

Tapi makin lucu.

ONO

Ending tak terduga yang membuat penonton ternganga.

TRIANI

In english we called that plot twist.

Semua murid kecuali Samsul remaja tertawa, Samsul Remaja memperhatikan keluar jendela, ia sedang melihat Eka berlari ke arah toilet dimana kamera mem-P.O.V Eka yang sedang berlari ke arah toilet dari jendela yang dipandang oleh Samsul Remaja.

Samsul Remaja menaruh kepalanya di tangan yang ia letakkan di meja, ia memejamkan mata, kamera menzoom-out secara perlahan sehingga kita bisa melihat ruang kelas dengan lebih luas dimana kamera berfokus pada papan tulis yang sedang dibersihkan Rahmat.

Bersamaan dengan itu kita dengar celetukan Arif yang dibalas dengan ketus oleh Triani.

ARIF (O.S)

Tri, waraih aku bahasa inggris, ya.

TRIANI (O.S)

Moh! Aku Londo. Dudu Inggris.

CUT TO:


EXT. DEKAT GERBANG SMAN 5 PURWOKERTO - SIANG

Eka berdiri dekat gerbang sekolah, sekolah sudah sepi, Samsul remaja yang baru keluar sekolah kaget melihat Eka.

SAMSUL REMAJA

Kok belum pulang? Harusnya kamu udah di rumah, loh. Kalo saya kan ada rapat sama Pak Ade.

EKA

Saya nungguin Moko, Sul.

SAMSUL REMAJA

Ya ampun. Kamu cuma dikerjain si Moko. Itu permainannya si Sudomo sama gengnya. Mereka ngerjain kamu.

EKA

Jadi saya dikerjai?

SAMSUL REMAJA

Ya, begitu.

EKA

Sial amat saya hari ini. Diomeli guru BK, ada yang nelpon, kapicirit karena panic attack. Dibikin malu besar saya.

Samsul remaja terdiam kikuk.

EKA (CONT’D)

Kamu gak bisa bantu saya sih, Sul?

SAMSUL REMAJA

Sabar aja.

EKA

(nada meninggi kesal)

Hampir tiap hari saya dikerjai dan jawaban kamu cuma "Sabar aja" atau jawaban gagu kayak Aa...Eee..Uuum, Gimana, ya?" Kamu temen saya bukan, sih?!

SAMSUL REMAJA

Eh, maaf. Aku harus buru-buru pulang. Ibuku pesen aku harus nganter beras ke rumah budheku. Kebetulan angkotnya udah ada. Besok pagi jangan lupa buat dateng ke rumahku, buat belajar lomba cerdas cermat lusa.

EKA

Oh iya, Saya lupa senin cerdas cermat, tapi, Sul. Tolong...

Samsul Remaja berlalu pergi, wajah Eka tampak kesal, dengan kesal Eka memperhatikan Samsul Remaja yang mulai naik angkot. Samsul remaja duduk di angkot yang sesak, angkot melaju dan Eka masih memperhatikan, ia melihat ke arah angkot yang mulai berjalan. Ia memperhatikan dengan kesal.

CUT TO:

EXT. RUMAH KELUARGA SAMSUL REMAJA - RUANG LESEHAN DEPAN RUMAH - MALAM

Eka memakan muntul goreng dengan gugup, ia menunduk, disampingnya duduk Wahyono (43 tahun) ayah Samsul, terlihat pula Samsul Remaja yang sedang menyeruput sirop jeruk, mereka lesehan di tikar, terlihat budin goreng, muntul goreng juga pisang goreng terhidang di tikar. Wahyono nampak sedang mengajak Eka mengobrol. Kita dengar Wahyono berkata,

WAHYONO

Kucingnya Samsul yang item putih itu, Bromo, juga kadang suka pipis sembarangan.

Wahyono melanjutkan kata-katanya sambil tertawa,

WAHYONO (CONT’D)

Tapi dianya kesibuken belajar, jadi saya lagi atau ibunya yang bersihin.

Eka terdiam menunduk, tersenyum dan manggut-manggut.

WAHYONO (CONT’D)

Tapi akhirnya dia 3 besar terus. Walau cuma di kelasnya.

Eka tersenyum lagi, sambil manggut-manggut ia mengambil sirup dan menyeruputnya. Eka kemudian menatap jam di dinding, sudah pukul 8 malam lebih 30 menit, dengan gagap Eka berkata,

EKA

Pa...pa... pak. Su... dah jam setengah sembilan. Sa... saya pamit. Saya janji... sama... Orang... tua sampe rumah jam 9.

WAHYONO

Oh gitu. Ya sudah.

EKA

Nanti... sa... saya... sampaikan salam ke orang tua.

WAHYONO

Iya. Semoga orang tuamu sehat-sehat selalu, Ka.

EKA

A... Amin, pak.

Wahyono bangkit berdiri, begitupun Eka diikuti oleh Samsul Remaja. Lalu datang dari arah dapur Mary (39 tahun) ibu Samsul. Ia berkata,

MARY

Sudah mau pulang ya, Ka?

EKA

I... iya, bu. Saya janjinya... jam 9 sudah sampai... ru... rumah, bu.

MARY

Salam buat bapak ibu, ya.

EKA

Ba... baik, bu.

Samsul remaja ke belakang, beberapa saat kemudian dia muncul dan sudah memakai helm dan menenteng satu helm, ia memberikan helm satunya pada Eka.

SAMSUL REMAJA

Nih, Ka. Helmnya.

EKA

Makasih, Sul.

Eka kemudian berkata pada kedua orang tua Samsul,

EKA

Pamit du... dulu. Assa... Assalamualaikum, Pa.. Pak Wahyono, Bu... Bu Mary.

WAHYONO & MARY

Ya. Silakan.

WAHYONO

Hati-hati di jalan.

Eka memakai helm dan melangkah menuju motor, terdengar suara motor berderu, Wahyono dan Mary memperhatikan, beberapa saat kemudian terdengar motor melaju, sambil memperhatikan mereka mengobrol kecil,

MARY

Sayang bocah pinter lan sopan kayak kae ndue penyakit mental ya, pak.

WAHYONO

Iya. Sayang banget.

MARY

Jenenge apa ya, pak?

WAHYONO

Kecemasan karo panic attack.

MARY

Nganggo bahasa inggris pak penyakite. Kaya penyakite wong sugih.

WAHYONO

Penyakit tetep bae penyakit, bu.

MARY

Melas Eka.

WAHYONO

Wis ketetapan.

MARY

Aja nganti Samsul atawa keturunane nduwe lara kaya kae.

WAHYONO

Semoga ora, bu. Tekun dalam doa bae.

MARY

Iya, pak. Amin.
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)