Fade In:
EXT. JALAN RAYA - DI MOTOR - PAGI
Kaca dari helm Siti trkena pantulan sinar matahari. Siti yang memakai kacamata hitam bergeming dan mengendarai motornya dengan kencang. Suasana Jakarta saat itu ramai, Lukman memegangi pinggang Siti dengan erat, ia melamun dan melihat ke arah kiri jalan.
Siti berhenti karena lampu merah, Lukman yang terus memperhatikan sisi kiri jalan melihat beberapa petugas kebersihan sampah sedang mengerjakan tugas mereka.
Seorang pria seumuran Lukman, Slamet (24 tahun) sedang mengangkat tong sampah kemudian dimasukan ke dalam truk sampai, Slamet berkeringat, ia diam, terlihat rekan satu profesinya saling mengobrol.
Suasana bising dan ramai oleh lalu lalang kendaraan. Dengan tatapan kosong memandang ke arah Slamet, Lukman berkata lirih,
LUKMAN
CUT TO FLASH BACK:
INT - WARUNG NON KANTIN DI DALAM AREA SEKOLAH - SIANG
Dilayar terdapat text: 7 Tahun yang lalu.
Lukman Remaja (14 tahun) dan beberapa teman nongkrong SMA nya salah dua diantara mereka, Jaka Remaja (15 tahun) serta Ridwan Remaja (15 tahun) mereka menghisap rokok. Penjaga warung, seorang pria berusia sekitar 25 sedang asyik bermain handphone.
Jaka Remaja mengambil 3 buah pisang goreng, ia kemudian berkata pada penjaga warung yang sedang fokus main handphone.
JAKA REMAJA
Yang kemudian dibalas oleh penjaga warung sambil terus fokus main handphone.
PEMUDA TANGGUNG PENJAGA WARUNG
Ridwan Remaja terbatuk kaget sedangkan beberapa teman Jaka Remaja yang lain menunduk, mereka berusaha menyembunyikan tawa, tetapi seringai menahan tawa mereka terlihat jelas.
Lukman Remaja bangkit, mengambil dua bakwan, baru saja ia mau berbicara Ridwan Remaja tiba-tiba berkata dengan suara keras,
RIDWAN REMAJA
Sambil santai bermain handphone penjaga warung berkata,
PEMUDA TANGGUNG PENJAGA WARUNG
Dengan kesal Lukman Remaja menunjuk Ridwan Remaja.
LUKMAN REMAJA
Kemudian Lukman lanjut berkata,
LUKMAN REMAJA
Dengan santai dan masih memainkan handphone pemuda penjaga warung menjawab,
PEMUDA TANGGUNG PENJAGA WARUNG
Lukman Remaja, Ridwan Remaja dan para siswa yang sedang nongkrong pun tertawa terbahak-bahak.
JAKA REMAJA
(mengeluarkan uang 1000 rupiah dan meletakkan di meja warung)
Seisi ruangan tertawa keras semua kecuali penjaga warung yang masih fokus main handphone.
Jaka Remaja yang kesal tanpa sengaja melihat ke arah luar warung, ia melihat, Slamet (15 tahun) sedang berjalan ke arah warung.
Dengan segera Jaka Remaja memberi tahu kawan-kawannya bahwa ada Slamet Remaja datang.
JAKA REMAJA (CONT’D)
SALAH SATU KAWAN SMA LUKMAN 1
Semua pun mematikan rokok kemudian mengibas-ngibas agar asap rokok hilang, kemudian menyembunyian rokok di belakang sepasang kursi rotan kayu.
Secara reflek Lukman remaja berkata,
LUKMAN REMAJA
(Sambil cengengesan menengok ke kawannya satu persatu)
SALAH SATU KAWAN SMA LUKMAN 1
Lukman Remaja berjalan mendekat dengan gestur menahan tawa kemudian membisikan sesuatu pada kawannya yang bertanya tersebut. Salah satu kawan Lukman remaja yang sedang jongkok dan kipas-kipas tersebut cengengesan kemudian ia membisikan sesuatu pada kawan Lukman Remaja lainnya yang ada di sebelahnya, kemudian terjadi adegan berulang-ulang, kawan SMA Lukman remaja semuanya berbisik pada rekan yang ada di dekatnya.
Slamet Remaja masuk warung, semua siswa yang ada di tempat pura-pura sedang mengobrol serta pura-pura tidak memperhatikan Slamet.
SLAMET REMAJA
RIDWAN REMAJA
JAKA DAN SELURUH KAWAN LUKMAN REMAJA LAINNYA.
Setelah menjawab salam semua berusaha melakukan kegiatan normal seperti mengobrol dan makan, ada yang makan nasi bungkus, ada pula yang menggigit dan mengunyah singkong goreng. Setiabudi (15 tahun) salah satu kawan Lukman Remaja tidak bisa menahan tawa, Jaka pun menjitak kepalanya.
SETIABUDI
Kemudian kawan Lukman lainnya nyeletuk.
SALAH SATU KAWAN SMA LUKMAN 2
Ia menghentikan apa yang hendak diucap kemudian bertanya pada kawan-kawannya yang lain.
SALAH SATU KAWAN SMA LUKMAN 2 (CONT’D)
Kawan Lukman Remaja yang lain menimpali.
SALAH SATU KAWAN SMA LUKMAN 3
Yang dibalas oleh kawan Lukman yang lainnya lagi.
SALAH SATU KAWAN SMA LUKMAN 4
Secara kompak seluruh yang ada di tempat pun bertepuk tangan riuh. Seorang kawan Lukman yang bertubuh kecil dan sedikit pendek bersalto, ia salto lima kali menjauhi area warung kemudian salto lima kali kembali ke arah warung, ia juga berakrobat menirukan gestur pencak silat, kemudian berkata,
SALAH SATU KAWAN SMA LUKMAN 5
Tepuk tangan pun bertambah meriah, penjaga warung pun tak tahan menahan tawa.
Lukman Remaja mendekati Slamet Remaja, ia memegangi perutnya, wajahnya menunjukan ketidaknyamanan.
LUKMAN REMAJA
JAKA
SALAH SATU KAWAN SMA LUKMAN 1
SALAH SATU KAWAN SMA LUKMAN 3
Kontan semuanya pun tertawa terbahak-bahak.
SALAH SATU KAWAN SMA LUKMAN 3
RIDWAN REMAJA
Jaka Remaja merespon dengan senyum mengembang, ia menunjukan dua jempol pada Slamet Remaja.
SLAMET REMAJA
SALAH SATU KAWAN SMA LUKMAN 2
Secara serempak sebagiab orang yang ada di tempat berteriak memarahi salah satu kawan Lukman Remaja tersebut.
HAMPIR SEMUA ORANG DI WARUNG
Semua yang ada di tempat pun tertawa terbahak-bahak.
SLAMET REMAJA
LUKMAN REMAJA
(berjalan ke arah Slamet remaja kemudian merangkulkan tangannya pada Slamet)
SLAMET REMAJA
Lukman Remaja dan Slamet Remaja keluar dari warung, merekaa melangkah pergi. Lukman Remaja merangkul Slamet Remaja sambil sesekali mengelus-elus perutnya. Lukman Remaja pura-pura mengeluh kesakitan.
LUKMAN REMAJA
Seluruh kawan-kawan Lukman Remaja memperhatikan, kamera menyorot Lukman Remaja dan Slamet Remaja berbelok di tikungan.
Kawan-kawan Lukman Remaja mengambil puntung rokok dari belakang sepasang kursi rotan kayu, Ridwan Remaja mengambil dan membuka tas Slamet Remaja kemudian seluruh kawan-kawan Lukman Remaja bersiap memasukkan puntung rokok ke tas Slamet Remaja. Mereka cekikikan.
Pemuda penjaga warung tidak peduli, ia terus bermain handphone.
Beberapa kawan-kawan Lukman Remaja hendak memasukkan puntung rokok ke tas Slamet, tapi tiba-tiba Jaka Remaja menahannya.
JAKA REMAJA
Setiabudi menjawab,
SETIABUDI
Jaka Remaja mengambil buku sejarah milik Slamet Remaja dari tas, membukanya, kemudian menaruh puntung rokok ke tengah-tengah halaman buku sejarah.
CUT TO:
INT. RUANG KELAS 2F - SIANG
Dono (49 tahun) masuk kelas, ia berperawakan tinggi gemuk dan memakai kacamata, ia juga menjinjing sebuah tas koper. Dono meletakkan tasnya di meja kemudian berbasa basi sedikit kepada para murid.
DONO
Semua murid menjawab kecuali Jaka Remaja, Ridwan Remaja, Lukman Remaja, dan seorang siswi yang sibuk mencabuti alis.
HAMPIR SEMUA MURID
DONO
Jaka Remaja sedang mengorek kupingnya sedangkan seorang murid perempuan sibuk mencabuti alis yang berantakan dengan pinset, Lukman Remaja dan Ridwan Remaja memperhatikan Slamet Remaja yang fokus pada Dono.
Dono meneruskan kata-katanya,
DONO (CONT’D)
Dengan sigap Slamet Remaja menjawab,
SLAMET REMAJA
DONO
Dono membuka buku sejarah beberapa halaman kemudian berkata,
DONO (CONT’D)
Slamet Remaja mengambil tas yang letakkan di belakangnya, mengambil buku sejarah dari tas, saat buku pelajaran sejarah ditarik dari tas puntung dan abu rokok bertebarane kemana-mana.
Dono memandangi Slamet Remaja, emosi terlihat dari wajahnya, ia memanggil Slamet Remaja.
DONO (CONT’D)
Slamet Remaja gugup, wajahnya menunjukkan kecemasan sedangkan para murid perempuan protes kecuali seorang siswi yang sejak tadi sibuk menabuti alisnya yang berantakan.
SISWI KELAS 2F
BEBERAPA SISWI KELAS 2F 2
Lukman Remaja pun turut berkomentar memprotes.
LUKMAN REMAJA
Dengan suara keras Setiabudi ikut memprotes.
SETIABUDI
Jaka ikut memprotes dengan nada memanas-manasi.
JAKA REMAJA
Slamet Remaja maju ke depan, tubuhnya gemetaran, ia menunduk. Dono kemudian berkata dengan nada tinggi,
DONO
Dono berbicara kepada semua murid yang ada di kelas 2F.
DONO (CONT’D)
Murid-murid menjawab termasuk siswi yang sejak tadi mencabuti alis yang berantakan, ia pun ikut-ikutan menjawab nasehat dari Dono dengan reaksi agak kaget dan gugup.
HAMPIR SEMUA MURID
SISWI YANG SEJAK TADI MENCABUT ALIS
Dono melangkah menuju pintu keluar kelas 2F.
DONO
Dengan gemetar Slamet Remaja mengikuti Dono, terlihat celana Dono sedikit basah di sebelah kiri dan kanan selangkangannya. Dono dan Slamet Remaja meninggalkan ruang kelas 2F.
Murid-murid melongok ke arah luar, mereka melihat Dono dan Slamet berjalan menjauh kecuali seorang siswi yang kembali sibuk mencabuti alisnya. Selang beberapa detik semua murid tertawa terbahak-bahak kecuali seorang siswi yang sibuk mencabuti alisnya.
INT. RUMAH KELUARGA SAMSUL - RUANG SANTAI - MALAM
Danu (20 tahun), Samsul, dan Lukman Remaja sedang menonton acara talk show bergenre komedi, sesekali mereka tertawa dengan tingkah polah pengisi acara di talk show yang mereka tonton.
Intan (18 tahun) datang dari luar belakang, ia berkata,
INTAN
Dengan sigap Lukman Remaja menjawab,
LUKMAN REMAJA
INTAN
(tersenyum ramah)
Tiba-tiba Danu berkata:
DANU
Intan menjawab,
INTAN
DANU
Samsul melongok pada Danu kemudian bertanya,
SAMSUL
DANU
SAMSUL
DANU
Samsul kemudian bertanya pada Intan,
SAMSUL
INTAN
EXT. JALAN RAYA - MALAM
Lukman Remaja mengayuh sepeda dengan semangat, ia mengayuh sepedanya dengan kencang, tiba-tiba Lukman Remaja mengerem mendadak, beberapa meter di depannya banyak warga yang berkerubung ramai, mereka fokus melihat ke arah sebuah gang sempit. Sebuah mobil pemadam kebakaran terparkir, beberapa petugas kebakaran sibuk saling bahu membahu mengulur selang pemadam kebakaran dan memasukkannya ke dalam gang.
Warga melihat ke arah langit, Lukman Remaja pun ikut-ikutan melihat ke arah langit, terlihat asa tebal kebakaran membumbung tinggi.
Kemudian warga sekitar yang baru datang mengendarai sepeda motor berhenti dan bertanya,
WARGA DENGAN SEPEDA MOTOR
Seorang warga yang sejak tadi menonton kebakaran menjawab,
SALAH SATU WARGA YANG MENONTON KEBAKARAN
Lukman Remaja terkejut wajahnya pucat dan menunjukkan gestur deg-degan.
LUKMAN REMAJA
FLASH BACK CUT TO:
EXT - JALAN RAYA - DI MOTOR - PAGI
Lukman masih memegang erat Siti dengan pandangan mata kosong, Lukman berkata dengan hampir tak mengeluarkan suara. Terlihat bibirnya menyebut nama,
LUKMAN (CONT’D)
Air mata menetes dari mata sebelah kiri Lukman sedangkan motor yang dikendarai Siti melaju kencang.