Buih Pikiran
4. Musim 1 Episode 4: Percobaan

FADE IN:

 

INT. RUMAH KELUARGA SAMSUL - RUANG MAKAN/KAMAR LUKMAN - SORE

Samsul memberi kecap pada nasi dengan lauk telur ceplok, nasi tinggal tersisa separuh, Samsul memberi kecap dengan pelan dan hati-hati, kecap yang ia tuangkan sangat sedikit.

Di kamarnya Lukman menyuap satu demi satu nasi dengan lauk telur ceplok, kita fokus pada Lukman yang sedang makan dengan pelan. Terdengar suara Siti dengan nada keluhan, kamera tetap fokus pada Lukman yang sedang makan.

SITI (O.S)

Pegimane ya, bang. Tiga bulan ini kok kita makan telor terus, ini juga sisa dari pemberian si Mitha. Artinye, bang. Tiga bulan ini kita gak sanggup beli lauk. Sanggupnya pemberian.

Kamera masih fokus pada Lukman, setiap kata demi kata Siti membuat kunyahan makan Lukman semakin pelan dan pelan, mata Lukman nanar, ia menunduk, mencoba fokus makan.

SAMSUL (O.S)

Mau gimana lagi. Ekonomi kita lagi susah gini. Lagi di titik terendah kita.

SITI (O.S)

Seandainya Danu sama Intan masih ade ye, bang.

SAMSUL (O.S)

Iya. Seandainya.

SITI (O.S)

Seandainya Lukman kayak anak-anak yang lainnye ya, bang.

Mata Lukman makin memerah, pupilnya makin membesar, Lukman mengambil handphone yang ada di sebelahnya, membuka pengaturan, membuka pengaturan SIM dan paket data, menyalakan paket data, scrool sedikit ke bawah di menu tersebut, menyalakan data internet facebook, kemudian membuka Facebook.

SAMSUL (O.S)

Iya. Pasrah aja deh.

Lukman mengetik kata kunci ’Kucing Lucu’ di Facebook. Berbagai video kucing lucu tersaji di layar, ia pun membuka salah satu video konten kucing lucu milik conten creator Mio Oren.

Di video seekor kucing oren lusuh sedang melompat kaget setelah mainan ikan bergerak melompat ke arahnya saat kucing Oren itu mencoba menangkapnya. Lukman tertawa, ia mengulang video tersebut beberapa kali, dan tertawa lagi.

Lukman pun mencoba menscrool kolam komentar, ia membaca komentar satu persatu. Lukman tertawa membaca berbagai komentar kocak.

LUKMAN (O.S)

Haha..

Lukman tiba-tiba mengubah tone tertawanya seperti orang yang dikejutkan oleh hal negatif.

LUKMAN (O.S) (CONT’D)

Ha...

Kita dengan jelas dapat melihat komentar apa yang dilihat Lukman.

Komentarnya adalah,

PENGEMIS TAMPAN: KUCING OREN PENGEN PUNYA, SAYANG NGANGGUR DAN MAKAN BIKIN GUE BISULAN. KASIAN KALO KUCINGNYA DIPIARA.

Komentar tersebut mendapat 328 react tertawa. Lalu terdapat beberapa balasan,

ANDRE: DARIPADA, LU. BEBAN KELUARGA.

Komentar untuk membalas komentar balasan dari Udin Peya tersebut mendapat 2 react tawa.

LISTYAWATI: IYA MAKAN SAMA TELOR MULU.

Komentar untuk membalas komentar dari Pengemis Tampan tersebut mendapat 32 react tawa.

SAYID DINA TOYIB: UMUR GUE UDAH 34, PAS UMUR 23 DIOMONGIN BAPAK IBU SUPAYA KERJA, GUE GAK PEDULI,PADA AKHIRNYA GUE SEKARANG NYESEL, KERJA UMURNYA UDAH GAK MASUK KUALIFIKASI.

Komentar untuk membalas komentar dari Pengemis Tampan tersebut mendapat 222 react tawa dan sedih.

LUKMAN SI BEBAN: BEBAN HIDUP LU, GUE JUGA BEBAN SEBENARNYA WKOKOKOK.

Komentar untuk membalas komentar dari Sayid Dina Toyib tersebut mendapat 3 react tawa dan sedih.

Syut mengarah ke reaksi Lukman yang masam saat membaca komentar dari Lukman si Beban tersebut, Lukman diam beberapa saat di komentar tersebut kemudian menahan nafas dan menghembuskanya, Lukman kemudian kembali meng-scrool dan fokus kembali ke kolom komentar Facebook page conten creator Mio Oren.

SLAMET YAWARAS YA SLAMET: APA SIH FILM YANG DI TIAP EPISODENYA KARAKTERNYA MAKANNYA ITU-ITU DOANG?

Komentar untuk membalas komentar dari Budi Cemong tersebut mendapatkan 5 react tertawa.

RANDI NANGENDI ENDI: TSNYA BADUT, BEBAN KELUARGA.

Komentar untuk membalas komentar dari Pengemis Tampan tersebut mendapatkan 2 react tertawa.

Kita kembali fokus ke Lukman yang terlihat emosi dan lelah, ia memejamkan matanya kemudian membukanya kembali, nasi masih tersisa seperempat dan lauk telur juga tersisa seperempat.

Fokus kembali ke handphone, Lukman memilih pengaturan, membuka pengaturan SIM dan paket data, scrool kebawah sedikit, mematikan data internet facebook, kemudian mematikan paket data.

Lukman berjalan beberapa meter, ia mengambil kotak obat di atas lemari kecil dan membukanya, mengambil satu bungkus Alprazolam dari kotak obat, kemudian menutup kembali kotak obat dan meletakannya kembali di atas lemari kecil, berjalan beberapa meter, duduk, kemudian mengambil satu butir Alprazolam dari wadahnya, kemudian segera meminumnya.

Lukman menggeser piring yang berisi nasi dan lauk telur ceplok di samping tempat tidur, Lukman menutupi kepalanya dengan bantal, berusaha tidur.

Selama beberapa detik kita melihat Lukman yang mencoba tidur sambil menutupi kepalanya dengan bantal, tiba-tiba ia terbangun, ia mengambil handphone yang tergeletak di kasur, membuka pengaturan, dan mematikan paket data.

Tiba-tiba reaksi dari Lukman seperti teringat sesuatu, ia pun membuka sms, menekan salah satu SMS kemudian memilih opsi pilih semua. Lukman tiba-tiba melihat pesan tentang 'Percobaan' dari nomor 085741486089.

Lukman terdiam sesaat, dalam hati dia bergumam,

LUKMAN (CONT’D) (V.O)

Gue tunggu. Kalo ada dua tiga kali kayak di Facebook tadi, gue bakal hubungin 6089.

Lukman membaringkan tubuhnya menutupi kepalanya dengan bantal. Lukman berbicara dengan suara lirih berbisik dengan nada lelah.

LUKMAN (CONT’D)

Kalo ada lagi berati itu rancangan percobaan iblis.

Kita mendengar di kepala Lukman suara dengan suara nada tinggi dan rendah yang membuat paduan suara,

SUARA-SUARA DI KEPALA LUKMAN (O.S)

Engkau telah dihakimi. Engkau telah dihakimi. Engkau telah dihakimi.

Tiba-tiba sayup-sayup terdengar suara mirip suara Samsul.

SAMSUL (O.S)

Eh, kamu kok kayak beban? Kamu gak malu seandainya kamu dibicarakan di dunia maya karena suatu saat tetangga tahu kita terus makan sama telor? Man, jangan jadi pecundang kayak bapak.

Tangan Lukman bergetar, dalam hati ia berkata,

LUKMAN (V.O)

Tinggal dua momen lagi.

Lukman terbangun, Lukman mendengar suara dengkur dari Samsul, terdengar suara di televisi yang menyala, Lukman bangkit berdiri, berjalan beberapa langkah mengambil earphone di atas meja belajar, mengambil handphone yang tergeletak di kasur, memasangkan earphone pada handphone, membuka aplikasi mp3 di handphone, menscrool list mp3 nya, kemudian memutar lagu ’Far from Any Road’ dari The Handsome Family, ia menaruh handphone di sampingnya, kemudian menutup kepalanya dengan bantal dan mencoba tertidur.

Suasana hening sampai lagu ’Far from Any Road’ dari The Handsome Family selesai, terdengar suara khas pembuka lagu Loser dari Beck, Lukman menyingkirkan bantal dari wajahnya, tangannya mengepal, sambil berbisik dengan nada geram Lukman berkata,

LUKMAN (CONT’D)

Tinggal satu momen lagi.

Lukman mencoba tidur, ia menekan tombol next dari aplikasi mp3nya kemudian Lukman menutupi kepalanya dengan bantal, jam menunjukkan pukul 16.02, kita bisa mendengar lagu ’Happy Together’ dari The Turtles mengalun.

JUMP CUT TO:

Lagu She’s a Rainbow dari The Rolling Stone sedang mengalun di bagian reffain, waktu menunjukkan pukul 19.02, Lukman lelap tertidur, kaki Lukman bergerak, Lukman menyingkirkan bantal yang menutup kepalanya, meregangkan tubuh kemudian terbangun, ia menghirup udara kemudian menghembuskannya.

Lukman merasa sangat segar, syut kembali fokus ke handphone Lukman, Lukman membuka aplikasi penyimpanan telepon, membuka menu catatan dan memilih menu file words, ia kemudian membuka catatan dengan judul "Tak Terpupus Putus Asa"

Dokumen words pun terbuka, Lukman kemudian mencopy semua isi tulisan di dalam catatan words tersebut, Lukman kemudian menuju menu pengaturan telepon, membuka menu pengaturan SIM dan paket data, menyalakan paket data, menyalakan paket data internet aplikasi Kwikku, kemudian membuka aplikasi Kwikku.

Lukman mengklik menu buat karya kemudian memilih ke halaman author, Lukman membuka panel Novel, ia membuka salah satu novelnya yang sudah terpublikasi yaitu Semoga Senyum Mu Tak Ikut Tenggelam Bersama Malam, ia membuka salah satu bab, Lukman nampak kecewa, tidak ada komentar di salah satu babnya itu.

Fokus ke Lukman yang menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya, ia kemudian scrool ke atas kemudian mengklik tombol biru dengan tulisan + Chapter, kemudian penonton bisa melihat judul bab dan pratinjau, Lukman segera menulis isi di bagian judul dengan judul "Dan Setelah Ada Bahagia, Akan Ada Sabar Kembali, Lukman kemudian menatap kolom sinopsis beberapa saat, kemudian berkata,

LUKMAN

Gue lupa. Pratinjau bab nya.

Saat Lukman berkata seperti itu, kita fokus ke Lukman dan melihat reaksi Lukman yang kesal sambil menggaruk-garuk rambut dengan keras.

Fokus kembali ke handphone, Lukman membuka menu penyimpanan handphone, membuka file catatan, memilih menu file txt, kemudian mengklik file txt dengan judul Karunia Bab 9 - Tak Terpupus Putus Asa, kemudian file txt terbuka, Lukman kemudian mencopy seluruh isi dari file txt tersebut.

Lukman kembali ke aplikasi Kwikku, Aplikasi kembali ke beranda awal yang disertai keluhan dari Lukman, kemudian Lukman mengklik menu buat karya, memilih ke halaman author, memilih novel kemudian ia mengklik karyanya yang sudah terpublikasi berjudul "Semoga Senyum Mu Tak Ikut Tenggelam Bersama Malam" Lukman kemudian menekan tombol biru bertuliskan + Chapter, mempaste hasil copyan nya ke menu pratinjau, merapikan tulisannya untuk beberapa saat.

Lukman kemudian kembali ke penyimpanan handphone, membuka file catatan, memilih menu file words, kemudian mengklik file words dengan judul Semoga Senyum Mu Tak Ikut Tenggelam Bersama Malam Bab 9 - Dan Setelah Ada Bahagia, Akan Ada Sabar Kembali, kemudian file words terbuka, Lukman kemudian mencopy seluruh isi dari file words tersebut.

Pada saat akan membuka menu Kwikku Lukman berkata dalam hati,

LUKMAN (CONT’D) (O.S)

Tolong jangan mulai dari beranda lagi. Ya Tuhan, mohon jangan ngulang dari beranda lagi.

Terdengar tarikan nafas lega dari Lukman ketika saat aplikasi Kwikku ia buka kembali, Lukman langsung berada di menu +Chapter dan mempastekan copyan nya ke menu isi cerita.

Lukman pun mempaste tulisannya, sekitar beberapa menit ia merapikan tulisannya, kita tidak melihat tulisan seperti apa yang dirapikan oleh Lukman, Lukman terlihat serius, kemudian Lukman berkata dalam hati,

LUKMAN (CONT’D) (O.S)

Dah.

Jam menunjukkan pukul 19.22 Lukman ke kasur dan berbaring, ia berbaring menatap ke atap beberapa detik kemudian ia bengong sesaat, kemudian sambil rebahan ia mengambil handphone yang ada di sampingnya.

Fokus kembali ke handphone, Lukman membuka menu pengaturan, membuka menu pengaturan SIM dan paket data, scrool kebawah sedikit, memantikan paket internet Kwikku, scrool ke atas sedikit, kemudian menyalakan paket Facebook, kemudian membuka aplikasi Facebook, tanpa sengaja di beranda paling atas ia melihat sebuah status dari temannya di grup Fobia Sosial Indonesia. Kita fokus pada status yang muncul di beranda Facebook tersebut.

Status dari Dora No Kemon tersebut adalah,

DORA NO KEMON: GUE MERASA JADI BEBAN, SETIAP HARI KERJANYA GUE TIDUR MULU, GUE TAU KARENA GUE STRESS GAK KETERIMA KETERIMA KERJA GEGARA KARENA GUE GAGAP PAS INTERVIEW BUAT GUE MERASA LELAH DAN PENGEN TIDUR, ITU NORMAL KATA PSIKIATER GUE, TAPI YA, GUE MERASA BERSALAH JUGA. GUE MERASA JADI BEBAN KELUARGA.

Komentar tersebut mendapat 18 react sedih dan react care.

Kita kembali pada Lukman yang menarik nafas dalam-dalam kemudian mengatupkan tangan berdoa, Lukman berdoa, tiba-tiba ia dikejutkan oleh dialog Siti dan Samsul di ruang televisi.

SITI (O.S)

Lukman sampe kapan tiduran mulu ya, bang?

SAMSUL (O.S)

Kita lihat dulu perkembangannya, kata psikiater dia, dia gak boleh kena lelah mental untuk kira-kira dua minggu.

SITI (O.S)

Lama ya, bang.

SAMSUL (O.S)

Percaya Gusti Yesus. Gusti mboten sare.

SITI (O.S)

Amin, bang.

Saat dialog tersebut terjadi, kita fokus pada reaksi Lukman yang amat kesal kemudian menangis, sambil memainkan handphonenya, dengan suara lirih dan isak ia berkata,

LUKMAN

Percobaan ini. Percobaan.

Tiba-tiba terdengar suara piring pecah, dari balik tembok samping kasur Lukman terdengar suara suami dan istri yang bertengkar.

SUAMI (O.S)

Gue udah kerja capek-capek, elu malah habisin buat judi slot online? Elu selain nganggur bisanya ngabisin duit suami! Kerja capek tau! Beban! Beban! Beban!

ISTRI (O.S)

Aye cuma berusaha buat ngelipat gandain uang kite, bang. Abang kan tau penghasilan abang kalau cuma dari kerja gak cukup.

SUAMI (O.S)

Ya, elu bisa kerja.

ISTRI (O.S)

Kerja ape bang? Aye cuma lulusan smp, umur udah 38 taun, kalaupun kerja anak siape yang urus, bang?

SUAMI (O.S)

Ya, tapi jangan habisin uang lewat judi online.

Setelah itu terdengar suara tembok dipukul dengan keras beberapa kali yang terdengar jelas oleh Lukman. Siti dan Samsul mendekat, mereka berdua mendengarkan dengan seksama pertengkaran suami istri tersebut.

Pertengkaran suami istri masih ada namun terdengar samar-samar oleh kita, Siti tanpa sengaja melihat Lukman yang tertunduk lemah gontai dan handphone tergeletak di lantai, Siti melihat nasi dan lauk telur ceplok yang masih tersisa seperempat. Siti menggoyang-goyangkan tubuh Lukman sambil berkata,

SITI

(tersenyum)

Man...Man...Gue taruh piringnya di belakang, ya. Lu udah gak laper ’kan? Buat kucing aje ye ini.

Lukman tidak bereaksi, tidak menjawab. Siti menunggu beberapa saat, Lukman tetap menunduk.

SAMSUL

Udah biarin aja. Mungkin lagi relaps dia. Kata psikiater pan kalo die relaps lebih baiknya kagak diganggu. Yuk, lanjut nonton.

SITI

Mungkin dia denger omongan kita tadi, bang.

SAMSUL

Bisa jadi. Pas kita ngobrol kita fokus ke yang kita tonton di tivi aja, jangan ngomongin Lukman.

SITI

Iya, bang. Yuk, nonton lagi.

Siti dan Samsul melangkah keluar dari kamar Lukman, Lukman seperti orang bingung, ia menengok ke kanan dan ke kiri, kemudian ia melihat handphonenya ada di sampingnya, ia kemudian memainkan handphone beberapa detik, lalu kita fokus ke handphone, Lukman melihat kembali SMS dari 085741486089 dan kemudian membukanya. Kita fokus pada Lukman yang memperhatikan dengan serius.

Kemudian fokus kembali ke handphone, terlihat Lukman sedang membuka menu Whatsapp, kemudian memilih opsi telepon dan memilih menu tambah kontak di Whatsapp nya kemudian memasukkan nomor 085741486089, menamai kontak tersebut dengan nama ’Penyelamat?’ kemudian menyimpannya.

Lukman kemudian membuka menu chat, nampak menu chat yang isinya hanya chat dari Siti, Samsul, dan grup bernama Keluarga Yohanes yang berisi 9 chat yang belum diread oleh Lukman, Lukman menekan tombol chat berwarna hijau di sebelah kanan kemudian mencari kontak ’Penyelamat?’ kemudian mengetik sesuatu, lalu setelah Lukman selesai menulis pesan Whatsapp, kita fokus pada pesan Lukman tersebut yang isinya,

LUKMAN: SAYA SEDANG DICOBAI, BISAKAH ANDA BANTU SAYA?

Lukman diam beberapa saat, kita masih fokus ke handphone Lukman, jari Lukman seperti akan mengetik sesuatu, kemudian Lukman menekan pilihan emotikon, mengscrool emotikon sampai jauh ke bawah kemudian mengklik emotikon mengatupkan tangan tanda memohon.

Lukman kemudian mengirim pesan tersebut pada ’Penyelamat’, hanya ada satu centang putih, kita fokus kembali ke Lukman yang menatap layar handphone, kemudian Lukman menatap ke arah depan dengan pandangan kosong. Matanya nanar, air mata menetes dari mata sebelah kiri Lukman, Lukman terus memandang ke depan sambil menangis, sesekali ia mengkembang-kembiskan hidungnya yang mulai keluar ingus, tatapan Lukman kosong.

Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)