Buih Pikiran
7. Musim 1 Episode 7: Sahabat - Bagian 1

FADE IN:

INT. SMAN 5 PURWOKERTO - KELAS IIA - PAGI

Suasana meriah oleh tawa murid-murid dengan nada meledek, kemudian terdengar suara seorang pria berdehem di luar, pada saat itu juga dengan kompak murid-murid berkata,

MURID-MURID KELAS IIA

Selamat datang, Eka. Selamat menempuh pendidikan di SMA kami.

Guru wanita muda terlihat lega, kemudian guru tersebut berkata,

GURU WANITA MUDA

Silakan bertanya pada Eka untuk mengakrabkan diri.

Sudomo (17 tahun) dengan tawa yang ditahan bertanya,

SUDOMO

SMA Kamu sebelumnya di Ponorogo ’kan?

Eka menjawab dengan gugup,

EKA

I..iya. Es.. es...em...a.. Dua

Sudomo segera memotong.

SUDOMO

Maaf, mas. Sekali lagi maaf. Saya belum selesai.

Semua murid-murid tertawa kecuali Samsul remaja yang masih memperhatikan.

Dengan nada menggerutu Sudomo berkata,

SUDOMO (CONT’D)

Udah dipotong aja.

Eka dengan gugup dan berkeringat menjawab,

EKA

Iya, mas. Si... silakan...

Dengan nada bingung Sudomo bertanya,

SUDOMO

Silakan apa?

Kemudian muncul suara seorang murid bernama Arif (16 tahun) dengan keras.

ARIF (O.S)

Raja sarkas.

Dengan nada kesal Sudomo membalas dengan logat yang sangat dimedok-medokan.

SUDOMO

Sarkas?

Sudumo melanjutkan dengan menirukan nada orang yang gagap.

SUDOMO (CONT’D)

I... inyong... Se... serius, ki.. kiye.

Seluruh kelas kecuali Samsul remaja tertawa. Ibu guru wanita muda pun berusaha menenangkan kelas.

IBU GURU WANITA MUDA

Sudah... sudah. Tenang, anak-anak.

Ibu guru wanita muda itu melanjutkan

IBU GURU WANITA MUDA

Silahkan lanjutkan pertanyaannya.

Sudomo diam sesaat, kemudian ia berkata yang dilanjutkan dengan tanya.

SUDOMO

Tadinya kan kamu sekolah di SMA dua, Ponorogo...

Tiba-tiba Eka yang gugup memotong,

EKA

Es.. es em a... Du.. dua pu...luh

Sudomo terlihat kesal.

SUDOMO

Katanya tadi SMA Dua...

Eka dengan sigap dan nada terburu-buru menjawab,

EKA

Tadi... Ka... kali...mat.. Sa... Saya.. Belum... Se... selesai, bang. Eh, mas. Eh... Si.. siapa.. Nama.. kamu?

Seluruh kelas kontan tertawa riuh. Ibu guru wanita muda pun menenangkan situasi yang makin riuh.

IBU GURU WANITA MUDA

Sudah... Sudah.. Sudomo silakan pertanyaanya.

Sudomo berdehem sebentar, kemudian melanjutkan tanyanya.

SUDOMO

’Kan kamu bersekolah di SMA dua puluh Ponorogo sebelumnya. Pertanyaannya...

Suasana kelas hening sesaat.

SUDOMO (CONT’D)

Apakah di Ponorogo juga ada petrus?

Suasana yang hening tiba-tiba menjadi riuh oleh tawa

murid-murid, ibu guru wanita muda yang berusaha menahan tawa pun menenangkan murid-murid.

IBU GURU WANITA MUDA

Murid..murid, tenang.

Dengan nada menggerutu dan sinis Sudomo berkata,

SUDOMO

Abisnya, gegara konfirmasi SMA yang bener segala saya jadi lupa pertanyaannya, bu. Maaf, bu.

IBU GURU WANITA MUDA

Sudah... Tidak apa-apa. Ada yang mau bertanya lagi.

Samsul remaja menunjukkan tangan.

IBU GURU WANITA MUDA (CONT’D) (O.S)

Iya, Samsul. Silakan.

SAMSUL REMAJA

Domisili sekarang dimana?

EKA

Se..Sekarang... Ru..Rumah saya, di belakang... Ge... gereja, mas.

SAMSUL REMAJA

Oh. Deket banget, dong. Ke sekolahnya.

EKA

Alhamdu... lillah, mas.

Ibu Guru wanita muda kembali bertanya apakah ada lagi murid yang mau bertanya, suara Arif pun terdengar lagi.

ARIF (O.S)

Sepatunya gak kekecilan, mas? Ukurannya berapa?

Eka dengan nada bingung sekaligus gugup menjawab:

EKA

Sepatu saya i... ini ukurannya... Em.. Empat...

Sudomo segera memotong.

SUDOMO

Yaelah... Pertanyaan gitu gak usah dijawab, Reog! 

Murid-murid pun tertawa terkecuali Samsul remaja. Guru wanita muda berusaha menenangkan.

IBU GURU WANITA MUDA

Sudah..Sudah... Sudomo ada benarnya. Ada pertanyaan lagi?

Seorang murid wanita bernama Mutia (16 tahun) bertanya:

MUTIA

Jaketnya keren, ukuran berapa? Beli dimana?

Kemudian suara Arif terdengar menyahut.

ARIF (O.S)

Hati-hati, ka. Si Muti lagi pedekate. Kemarin baru diputusin si Bambang.

Suara tawa riuh terdengar.

Dengan nada menggerutu Mutia berkata,

MUTIA

Yeee. Saya ’kan cuma tanya. Gak bermaksud ke jodoh.

Tiba-tiba Arif menyahut.

ARIF (O.S)

Buktinya tadi sebelum tanya kowe nddadak nganggo lipen disit.

Seluruh murid-murid pun makin riuh tertawa. Ibu Guru wanita muda kemudian menyatakan,

IBU GURU WANITA MUDA

Sudah.. sudah. Sekarang pertanyaan terakhir. Saya minta...

Guru wanita muda tersebut mencari murid yang bertanya, Samsul remaja yang sedang melamun dan melihat ke jendela kemudian ditunjuk.

IBU GURU WANITA MUDA (CONT’D) (O.S)

Samsul saja lagi, karena kayaknya daritadi ibu perhatikan kamu yang paling serius.

Samsul remaja terkejut kemudian bertanya,

SAMSUL REMAJA

Saya tanya lagi, bu?

IBU GURU WANITA MUDA

Iya.. Karena yang lainnya gak ada yang beres.

Samsul remaja berpikir beberapa saat, kemudian ia bertanya,

SAMSUL REMAJA

Keadaan di sekolah sebelumnya?

Eka terdiam, ia tidak menjawab, ia gugup. Suasana hening beberapa saat, Samsul Remaja kemudian bertanya hal lain.

SAMSUL REMAJA (CONT'D)

Hobinya apa?

EKA

Saya hobi... Nu... Nulis.

SAMSUL REMAJA

Wah, saya juga hobi nulis. Puisi? Cerpen? Novel?

Eka terdiam sesaat, ia tersenyum.

EKA

Saya menulis puisi, terkadang cerpen.

SAMSUL REMAJA

Wah hebat. Ikut klub menulis bareng saya, ya.

Eka terlihat mulai tenang, senyumnya mulai mengembang.

EKA

Iya. Saya pasti ikut.

SAMSUL REMAJA

Genre yang disukai?

EKA

Saya apa saja suka, tapi sebisa mungkin dalam karya saya, saya memberi kesan realisme pada karya saya.

SAMSUL REMAJA

Penulis realisme favorit.

EKA

Banyak. Salah satunya...

Belum selesai menjawab tiba-tiba Sudomo memotong,

SUDOMO

Eh, bu. Kapan pelajarannya dimulai?

Ibu Guru wanita muda terkejut.

IBU GURU WANITA MUDA

Maaf, murid-murid. Saya lupa kalau seharusnya pelajaran fisika sudah dimulai sejak 10 menit yang lalu.

Murid-murid pun menyoraki, Ibu guru wanita muda tersebut hanya bisa tersenyum dan membuka-buka buku fisika yang tergeletak di meja.

Eka duduk, ia duduk di urutan meja kedua dari kanan, di bangku urutan ketiga, Samsul remaja memperhatikan Eka dengan serius.

IBU GURU WANITA MUDA

Baik murid-murid. Buka halaman 82.

INT. RUANG GURU SMAN 5 PURWOKERTO

Para guru sedang mengobrol santai, pak Ade (33 tahun) sedang mengobrol dengan Bu Wati (40 tahun) dan Bu Rini (29 tahun)

Kita pun bisa mendengar apa yang mereka obrolkan.

PAK ADE

Murid baru yang dari Ponorogo itu katanya dari surat keterangan dokter punya kecemasan akut.

BU WATI

Iya, pak. Tapi guru-guru belum akrab dengan penyakit tersebut.

PAK ADE

Kalau penyakitnya serius kita harus jaga baik-baik.

BU RINI

Tadi pak Asep mengawasi, katanya Sudomo dan ceesnya si Arif mancing-mancing murid-murid lainnya.

PAK ADE

Wah, harus diawasi, bisa jadi target empuk Sudomo kalau gini.

BU RINI

Alasan Eka pindah apa sih, pak?

PAK ADE

Dibully, kemudian stress berat dan mengamuk di sekolahnya yang lama.

BU WATI

Mungkin itu yang dimaksud gejala kecemasan, pak.

PAK ADE

Mungkin juga. Nanti saya pelajari seperti apa gejala kecemasan.

CUT TO:

INT. SMAN 5 PURWOKERTO - LAPANGAN BASKET

MONTAGE:

EKA DUDUK SENDIRI, IA MEMPERHATIKAN PERMAINAN BASKET, SUDOMO MENEMBAK, BOLA TIDAK MASUK, SAMSUL DATANG MENDEKATI EKA, IA DUDUK DI SAMPING EKA, EKA SERIUS MENONTON, TATAPANNYA TIDAK FOKUS, SAMSUL MEMPERHATIKAN EKA, SAMSUL MENCOLEK EKA, ES JERUK YANG IA PEGANG IA SERAHKAN KE EKA, EKA MENERIMA ES JERUK DARI EKA, MATANYA TIDAK FOKUS SAAT MENERIMA ES JERUK.

EKA MENONTON PERTANDINGAN BASKET, PENONTON RIUH, SUDOMO MEMASUKKAN BOLA, SUDOMO MENUNJUK EKA YANG ADA DI BANGKU PENONTON, EKA NERVEOUS, SAMSUL MEMPERHATIKAN SUDOMO MENUNJUK KE BANGKU PENONTON, SAMSUL MELIHAT EKA KE ARAH PENONTON YANG DITUNJUK SUDOMO, EKA MEMERGOKI SAMSUL MEMANDANGNYA, EKA TERSENYUM NERVEOUS PADA SAMSUL.

BEBERAPA ANAK SEDANG BERKUMPUL, EKA DUDUK SENDIRI, IA DIHAMPIRI EKA, EKA MEMBERIKAN ES JERUK, DENGAN KIKUK EKA MENERIMA ES TEH ITU.

INT. SMAN 5 PURWOKERTO - KELAS IIA - PAGI

MONTAGE:

KELAS SEPI, EKA TERDIAM, MELETAKKAN KEPALANYA DI MEJA, SAMSUL MASUK KE KELAS MEMBAWA TAS KRESEK DAN ES TEH, PANDANGAN EKA TIDAK FOKUS, SAMSUL MENDEKAT, IA MENGAMBIL GORENGAN DARI TAS KRESEK, MENEPUK PUNDAK EKA, EKA TERKEJUT, LUKMAN MEMBERI GORENGAN DAGE PADA EKA, EKA DENGAN KIKUK MENERIMANYA.

EXT. SMAN 5 PURWOKERTO - TAMAN DEKAT MUSHALA SEKOLAH

MONTAGE:

SAMSUL SEDANG MENGOBROL DENGAN BEBERAPA TEMANNYA DI DEPAN RUANG KELAS MENULIS, SAAT MENGOBROL PANDANGAN SAMSUL TANPA SENGAJA MELIHAT EKA YANG SEDANG RUKUK SAAT SHALAT DI MUSHALA KECIL SEKOLAH, HANYA ADA EKA DI MUSHALA, SAMSUL TERSENYUM. SAMSUL BERJALAN KE ARAH MUSHALA, SAMSUL DUDUK DI DEPAN MUSHALA, SAMSUL DUDUK MENUNGGU, PENONTON DISUGUHKAN DENGAN EKA YANG SEDANG SHOLAT, EKA KELUAR MUSHALA, SAMSUL MENEPUK PUNDAK EKA, EKA AGAK TERKEJUT, KEMUDIAN TERSENYUM, MEREKA BERDUA BERJALAN KE ARAH RUANG KELAS MENULIS.

CUT TO:

INT. KAMAR SUDOMO - Malam

Text: Dua bulan kemudian.

Arif, berperawakan pendek serta kurus dan berkepala plontos memakan es tung tung satu sendok demi satu sendok, ia juga sedang mengobrol dengan Sudomo yang sedang tengkurap dan mengipasi dirinya.

ARIF

Ngesuk nggo bullyan Eka apa maning, ya?

SUDOMO

Dikerem neng tempat penyimpanan?

ARIF

Aja lah. Basi banget kowe.

SUDOMO

apa ya kira-kira?

ARIF

kae temenan Eka nduwe kecemasan parah?

SUDOMO

Iya.

ARIF

Melas jane. Kowe ngerti kang sapa?

SUDOMO

Samsudin sih nelpon. Jere Eka ngamuk neng kelas.

ARIF

Neng kelas? Sepupu mu kae bareng karo Eka?

SUDOMO

Iya. Sekelas. Jere gara-gara ngamuk neng kelas si Eka pindah. Jere kejang-kejang neng kelas, ngesuke ora melebu maning, selang rong minggu pindah.

ARIF

Melas jane.

SUDOMO

Aja melas karo bocah kaya kae. Jelas dunia kiye keras, Rif. Sifat pengecute Eka ya salaeh dewek, pada-pada manungsa kenapa malah milih wedi karo menungsa? Ana sing bully kayak dewek ya berarti salaeh kae dewek. Ora ngelawan. Kan lucu. Kae lucune dunia, dunia kiye hiburan, lan wong-wong kayak kae sing pantes diguyuni.

Sudomo terdiam sejenak.

SUDOMO (CONT’D)

lagipula apa aku angger moyok, moyoki Eka tok? Mbok ora.

ARIF

Iya. Salaeh Eka dewek gestur lan gerak-gerike kayak kae. seringe Kikuk ya dadi target. Memang pantes dadi bahan guyon. Menungsa kok wedi menungsa.

SUDOMO

Kae pelawak sejati, ora niat ngelucu tapi lucu.

ARIF

Iya, bener. Tugas pelawak neng dunia ya nggo diguyu, ya. Jere menungsa ana fungsine masing-masing, lan wong kayak Eka tugase sebagai penghibur.

SUDOMO

Bener banget. Salaeh Eka dewek, pada-pada nduwe tangan malah nggo nutupi muka. Nangis. Angger sesuai gosip aku wadeh ming Eka, aku ora bakal juga bully lan moyoki liyane ’kan? Wong bocah kaya kae.

ARIF

Iya, ya. Mentale bae sing lemah. Sakit hati ya salaeh kae dewek, mbok? Kenangapa ora ngelawan, malah menjep, nangis.

SUDOMO

Tepat.

ARIF

Kae juga Samsul siswa berprestasi kayane apik temen, akrab karo Eka.

SUDOMO

Tapi nek Eka dibully, si Samsul ilang nek ora menghindar, mbok?

ARIF

Iya. Jere kancane. Dadi pengecut ya pilihane Samsul karo Eka dewek, ya?

SUDOMO

Iya. Kan nggo hiburan dunia sing melelahkan kiye.

ARIF

Iya bener, manusia memang butuh hiburan, ya. Tapi dosa ora, ya?

SUDOMO

Ana ibadah, ana sholat, ana ngaji. Manusia kon berdoa nggo ngapa? Kan nggo memohon ampun karo Allah. Dosa gari doa mohon ampunan, koh.

ARIF

Bener juga, ya. Eh, pas kae pas lagi pramuka si Eka sih deneng kayak keweden banget padahal dewek ora ngebully?

Wajah Sudomo langsung sumringah.

SUDOMO

Aku nduwe ide.

ARIF

Ide apa?

SUDOMO

Nggo ngerjani Eka ngesuk.

ARIF

Jajal telponi Rohmat, Moko, Ono karo Manto. Susun rencana. Aku juga penasaran idemu kayak ngapa. Biasane idemu jenius.

SUDOMO

(menyeringai)

Oke.

CUT TO:

EXT. DEKAT GERBANG SMAN 5 PURWOKERTO - PAGI

Eka tergopoh-gopoh berlari, Samsul remaja mendengar namanya dipanggil-panggil, ia melongok ke belakang, Kamera menyorot

P.O.V dari sudut pandang Samsul remaja dimana Eka berlari mendekat.

EKA

(nafas ngos-ngosan)

Pagi, Sul.

Triani (16 tahun) yang lewat melakukan celetukan.

TRIANI

Joging sekalian sekolah, Ka? Awas kehabisan bensin pas pelajaran.

Samsul remaja menepuk-nepuk pundak Eka kemudian bertanya,

SAMSUL REMAJA

Ada apa, Ka? Kita ngobrol disini aja, sekalian kamu ngaso. Bel masuk masih sekitar, mungkin sekitaran 20 menit lagi.

Eka mengatur nafas, kemudian ia berkata,

EKA

Ini soal bullyan ke aku dari temen-temen termasuk Sudomo, kamu bisa bantu bilang ke Sudomo supaya berhenti?

Samsul remaja kikuk, ia menjawab,

SAMSUL REMAJA

Kalo Sudomo ke siapapun juga bukanya moyoki? Kamunya aja yang kikuk, sebelum kamu dia juga moyoki yang lain.

EKA

Bukan gitu, Sul. Kan aku beda, aku punya kecemasan. Mentalku tipis banget, tolong...

Samsul remaja memotong pembicaraan.

SAMSUL REMAJA

Waduh aku lupa, ka. Sekarang waktunya aku piket. Bisa dihukum aku kalo gak piket.

Samsul remaja berlari kecil ke dalam sekolah.

SAMSUL REMAJA (CONT’D)

Maaf, aku piket dulu ya, Ka.

Eka memperhatikan. Rautnya kecewa.

INT. SMAN 5 PURWOKERTO - KELAS IIA - PAGI

Seorang guru matematika sedang menjelaskan pelajaran matematika.

GURU MATEMATIKA

Jadi kita geser garis selidiknya, ke arah kanan, kiri, bawah, atas, sampai titik-titik pojok daerah himpunan terpoto...

Belum selesai guru matematika itu menerangkan terdengar pintu kelas diketuk, kamera menyorot Eka yang dengan kikuk berdiri di depan kelas dan menunduk. Kemudian ia berkata,

EKA

(gugup)

Maaf, bu. Angkotnya hari ini jarang, gak tau kenapa.

Kamera kemudian menyorot ke keseluruhan kelas dan terdengar celetukan Triani.

TRIANI

Bukannya tadi pagi kamu ngos-ngosan di depan gerbang sekolah. 20 menitan sebelum gerbang ditutup.

Arif pun menimpali.

ARIF

Iya. Aku juga lihat kamu makan gedang goreng di warung Pak Mardiono.

Sudomo memotong pembicaraan.

SUDOMO

Gedang apa pisang, Rif?

Semua murid-murid tertawa kecuali Samsul Remaja.

GURU MATEMATIKA

Kamu duduk dulu ya, ka. Ikutin pelajaran, nanti istirahat kamu ke guru BK.

Murid-murid tertawa, Eka melangkah kemudian duduk di bangkunya, Eka memperhatikan dan memandang Samsul remaja yang duduk beberapa meter di belakang Eka dengan raut kecewa, Samsul remaja pun kemudian tanpa sengaja melihat Eka memandangnya, mereka beradu mata, saling memandang.

Arif memergoki hal tersebut kemudian berkata pada guru matematika,

Seluruh kelas dishot.

ARIF

Bu, Eka sama Samsul saling pandang-pandangan.

SUDOMO

Astagfirullah.

Semua murid tertawa kecuali Eka yang langsung menunduk dan Samsul Remaja yang seperti kebingungan. Sudomo memanas-manasi, ia menambahkan,

SUDOMO (CONT’D)

Wah ada kaum belok, bu. Bahaya ini.

Samsul emosi dan berkata pada Arif,

SAMSUL REMAJA

Tak kepruk kowe, Rif. Angger mropokasi maning.

Semua murid tertawa kecuali Eka yang panic attack nya kambuh.

GURU MATEMATIKA

Sudah-sudah. Samsul, nanti kamu juga ikut ke guru BK pas istirahat.

Murid-murid tertawa riuh, kemudian Manto (16 tahun) memanggil-manggil Arif dan Rohmat (16 tahun) yang duduk satu meja dengan suara keras namun dilirihkan.

MANTO

Heh, Rif, Rif, Mat, Mat.

Arif dan Rohmat melongok ke arah Manto.

ROHMAT

Ana apa, To?

ARIF

Iya. Ana apa?

MANTO

Sida ngerjani Eka?

ROHMAT

Sida.

ARIF

Sida. Mengko ngaso ana hiburan.

MANTO

(tersenyum puas)

Oke, sip.
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)