Jari mengikuti tulisan dengan hati-hati.
LILY
(melanjutkan)
Berhenti membaca. Menatap Raka.
Ada keputusan di mata Lily. Keputusan yang sudah dia pikirkan
berhari-hari.
LILY
(pelan tapi tegas)
RAKA
(potong, keras, langsung
berdiri)
Suara keras—final. Tidak ada ruang negosiasi.
LILY
(tetap tenang)
RAKA
(emosional, frustrated)
Berjalan menjauh—tidak bisa duduk diam. Terlalu emosional.
RAKA
(punggung menghadap
Lily, suara bergetar)
Berbalik—menatap Lily dengan mata penuh air mata.
RAKA
Melangkah lebih dekat—desperate.
RAKA
Air mata jatuh—tidak bisa ditahan.
RAKA
(berteriak)
Lily berdiri—tenang meski mata berkaca-kaca. Mendekat ke Raka.
Berdiri berhadapan—jarak hanya 30 cm. Bisa merasakan napas satu
sama lain.
LILY
(pelan tapi sangat
tegas)
Raka menatapnya—shock, tidak percaya, tidak mengerti.
LILY
(melanjutkan, suara
bergetar tapi kuat)
Pause—eye contact tidak putus.
LILY
Air mata jatuh di pipi Lily—untuk pertama kali Raka melihat Lily
menangis.
LILY
Menggenggam tangan Raka yang transparan—hangat meski hampir
tidak terlihat.
LILY
(berbisik)
Raka menatapnya lama—mengerti perasaan itu karena dia merasakan
hal yang sama.
Maju—memeluk Lily erat.
Mereka berpelukan lama dalam keheningan. Hanya suara jam tua
yang berdetak di ruangan sebelah.
RAKA
(berbisik di pelukan)
Lily mengangguk di pelukan—tapi di dalam hati, dia tahu
kemungkinannya kecil.
Dari ruangan sebelah—Pak Yanto terbangun. Mendengar percakapan
itu. Tersenyum sedih.
Dia tahu perasaan itu. Tahu dilema itu. Dia pernah ada di posisi
yang sama 37 tahun lalu.
Dan dia memilih lari.
INT. BENGKEL JAM - FAJAR (FEBRUARI 2027)
Cahaya fajar mulai masuk dari jendela. Bandung tua mulai bangun—
suara becak, pedagang kaki lima, burung.
Raka berdiri di jendela—menatap matahari terbit di atas atap tua
Braga yang masih mempertahankan arsitektur Belanda.
60% transparan sekarang. Bisa melihat jantung berdetak di dada.
Bisa melihat paru-paru mengembang kempis. Seperti anatomi hidup.
Lily mendekat dari belakang—membawa dua cangkir kopi panas.
Memberikan satu ke Raka.
Berdiri di sampingnya—diam. Menikmati fajar bersama.
LILY
(pelan, tidak menatap
Raka)
Raka menyeruput kopi—hangat di tenggorokan.
RAKA
(tanpa berbalik)
Pause—mengingat momen di mobil yang tenggelam.
RAKA
Menatap matahari yang semakin tinggi.
RAKA
Berbalik—menatap Lily.
RAKA
Lily menatapnya—sedih tapi bangga.
LILY
RAKA
(tersenyum kecil—pahit)
LILY
Meniru kata-kata Pak Yanto dengan nada skeptis.
RAKA
(mengakui)
Mereka terdiam—menimbang risiko.
RAKA