Nyeri Sunyi Palestina
Puisi
hari demi hari
membaca kembali puisi Mahmoud Darwish
rajin menanti kabar langsung dari postingan jurnalis Gaza
sambil melihat demo bela Palestina tumpah ruah di jalanan kota-kota Barat
tidak luput perang opini di dunia maya
apakah ngeri dan nyeri ini hanya akan tetap sunyi?
ternyata menjadi saksi sejarah
lebih membosankan
daripada sekadar membaca sejarah
apakah nyali memilih para martir?
tetapi mungkin memang masih ada
puisi yang doa dan bunga di dunia ini
untuk yang telah pergi
dan yang tetap tinggal bertahan
#Duaribuduaempat
Suka
Favorit
Bagikan