Daftar isi
#1
Bab 1: Lorong Sepi di Pukul Empat
#2
Bab 2: Lagu Dream High dan Gerakan yang Patah
#3
Bab 3: Ketangkap Basah!
#4
Bab 4: Si Ketua OSIS yang Ternyata Alay
#5
Bab 5: Ancaman di Balik Jas OSIS
#6
Bab 6: Aluna: Gadis Tanpa Kamera
#7
Bab 7: Si Nomor Absen yang Terlupakan
#8
Bab 7: Ruang Rahasia Menjadi Milik Berdua
#9
Bab 9: Kesepakatan di Atas Meja Tua
#10
Bab 10: Kenapa Harus Dance?
#11
Bab 11: Broadcast Messenger yang Viral
#12
Bab 12: Bukan Aku yang Sebar
#13
Bab 13: Tamparan Realita: Jurang Si Kaya dan Si Miskin
#14
Bab 14: Tantangan Gila di Pinggir Lapangan
#15
Bab 15: Latihan Rahasia yang Menguras Air Mata
#16
Bab 16: Hari H: Debat Calon Ketua OSIS
#17
Bab 17: Kejutan di Atas Panggung
#18
Bab 18: Saat Seluruh Sekolah Terdiam
#19
Bab 19: Kemenangan Mutlak dan Tepuk Tangan
#20
Bab 20: Nama Aluna yang Mulai Dikenal
#21
Bab 21: Di Balik Nilai 100 yang Sempurna
#22
Bab 22: Tugas yang Tak Pernah Memakai Nama Aluna
#23
Bab 23: Kontrak Tak Tertulis demi Sesuap Nasi
#24
Bab 24: Si Juara Umum yang Takut Kehilangan Otaknya
#25
Bab 25: Arka Mulai Menyadari Kejanggalan
#26
Bab 26: Tes Kecil yang Membongkar Segalanya
#27
Bab 27: Kenapa Lo Mau Melakukannya, Lun?
#28
Bab 28: Kemiskinan Bukan Alasan untuk Menyerah
#29
Bab 29: Rasa yang Tumbuh di Sela-sela Tugas Sekolah
#30
Bab 30: Cemburu dan Kecurigaan Sang Juara Umum
#31
Bab 31: Perintah Sang Ketua OSIS: "Lepas dari Dia!"
#32
Bab 32: Dilema: Antara Perut dan Harga Diri
#33
Bab 33: Kencan Sederhana di Warung Pinggir Jalan
#34
Bab 34: Pulsa dan SMS Tengah Malam
#35
Bab 35: Teror dari Si Pemilik Modal
#36
Bab 36: Saat Jawaban Ujian Sengaja Disalahkan
#37
Bab 37: Ancaman Putus Sekolah
#38
Bab 38: Pelindung di Balik Bayangan
#39
Bab 39: Pengakuan di Ruang Rahasia
#40
Bab 40: Rencana Besar untuk Ujian Akhir Semester
#41
Bab 41: Jebakan untuk Si Juara Umum Palsu
#42
Bab 42: Kejujuran yang Menyakitkan
#43
Bab 43: Sidang di Ruang Kepala Sekolah
#44
Bab 44: Kehilangan Pekerjaan, Mendapatkan Kebebasan
#45
Bab 45: Beasiswa Prestasi yang Seharusnya
#46
Bab 46: Menari Tanpa Perlu Bersembunyi Lagi
#47
Bab 47: Janji di Akhir Jabatan OSIS
#48
Bab 48: Kenangan Tahun 2013: Foto Pertama dengan HP Baru
#49
Bab 49: Mimpi yang Tidak Lagi Rahasia
#50
Bab 50: Finale: Melangkah Bersama ke Masa Depan
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#48
Bab 48: Kenangan Tahun 2013: Foto Pertama dengan HP Baru
Bagikan Chapter
Chapter Terkunci
Cuplikan Chapter ini
Bab 48 Kenangan Tahun 2013 Foto Pertama dengan HP BaruTahun 2013 terasa berjalan begitu cepat Bagi Aluna koridor SMA Pelita kini terasa lebih luas sekaligus lebih sepi sejak angkatan Arka lulus Sebagai siswi kelas XII yang kini memegang predikat calon juara umum hari-harinya dihabiskan dengan tumpukan buku persiapan SBMPTNPagi itu Aluna sedang duduk di bangku taman depan perpustakaan Di tangannya sebuah ponsel baru hasil tabungan mandiri dari honor menulis soal bimbel dan hadiah oli
Beli Chapter
Baca chapter ini, detik ini juga
Rp1.000
atau 1 kunci
Beli Novel
Semua chapter akan terbuka
Rp5.000
atau 5 kunci
Chapter Sebelumnya
Chapter 47
Bab 47: Janji di Akhir Jabatan OSIS
Chapter Selanjutnya
Chapter 49
Bab 49: Mimpi yang Tidak Lagi Rahasia
Sedang Dibicarakan
Flash
Bronze
Aroma
Afri Meldam
Novel
Gold
Not in Worderland
Bentang Pustaka
Flash
Berkunjung
Rolly Roudell
Cerpen
Angin Sejuk Di Bawah Matahari Terik
faridhachacha
Novel
KAPTEN - SEBUAH CERITA PAHLAWAN NASIONAL
Herlan Herdiana
Novel
Pacar Sewaan
Daca Dacita
Cerpen
Bronze
Malam di Sungai Lamandau
Risti Windri Pabendan
Novel
Fall In Love
Chaerunnisa nurul ichsani
Novel
Bronze
Life of Nadia - Original Version
mr. putri
Flash
MANGKAT
IGN Indra
Flash
Bronze
Adam-Adam Penghuni Masjid (Membicarakan Adam 13)
Silvarani
Cerpen
Bronze
Kopi 7
syaifulloh
Novel
Herrscher
Dark Specialist
Flash
Bronze
Kangen
Eva yunita
Cerpen
Bronze
Bayang-Bayang Besi di Sektor 7
andika
Flash
Burung-Burung Baiduri
Silvia
Novel
LELAKI DITITIK NADIR
Bhina Wiriadinata
Novel
Nampek
Makrifatul Illah
Novel
Setelah 1999
Pintu Belakang
Flash
Ajari Aku Mencintai-Mu
Rintik Senja