Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#1
Chapter Opening
Bagikan Chapter
[1] Karena satu dari empat orang itu gobloknya bukan main
[2] Semboyan hidupnya, ‘Rawe-rawe rantas, malang-malang putung"
[3] Bahkan, saking tololnya, dia pernah dilabrak sama pacarnya di depan kita. Berkata, ‘Terusin aja kamu main sama teman-teman kamu itu, sampai gak ada waktu lagi buat aku. TERUSIN AJA!". Eh, teman aku yang tolol ini malah mantap menjawab, ‘Oke", lalu menoleh ke kita dan berkata begini, ‘Hayuk, kita terusin lagi mainnya". Ya salam, langsung dijambaklah rambutnya sampai lehernya kecengklak
[4] Bahasa gaul dari, ‘Pacaran"
[5] Tiga dari empat orang
[6] Alhasil, aku diusir. Diturunin di tengah jalan dan dipaksa bayar ongkos dengan nominal yang berlebihan karena supirnya harus membersihkan basahan bekas eek aku
[7] Dia muntah di celana aku juga, by the way. Iya, kampret emang!
[8] Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, ‘Jika salah seorang di antara kalian berdoa, mulailah dengan menyanjung-Nya, lalu ber-shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, setelah itu berdoalah sesuai keinginan" (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud, hasan shahih)
[9] Yang di-save dari internet (Baik dari akun pribadi si cewek, maupun dari akun temannya) untuk dijadikan koleksi pribadinya. Dan, bahkan, kadang ada juga yang memamerkannya ke orang-orang yang sekiranya gak kenal sama cewek yang ditaksirnya itu dan diakuinya sebagai pacarnya. Iya, menyedihkan memang hidupnya. Kalian pasti berpikiran itu adalah aku. Bukan, kalian salah. Aku tidak kadang, tetapi aku sering begitu (Lho? Kenapa di novel aku sendiri, di awal-awal aku sudah kelihatan hina begini? ☹)
[2] Semboyan hidupnya, ‘Rawe-rawe rantas, malang-malang putung"
[3] Bahkan, saking tololnya, dia pernah dilabrak sama pacarnya di depan kita. Berkata, ‘Terusin aja kamu main sama teman-teman kamu itu, sampai gak ada waktu lagi buat aku. TERUSIN AJA!". Eh, teman aku yang tolol ini malah mantap menjawab, ‘Oke", lalu menoleh ke kita dan berkata begini, ‘Hayuk, kita terusin lagi mainnya". Ya salam, langsung dijambaklah rambutnya sampai lehernya kecengklak
[4] Bahasa gaul dari, ‘Pacaran"
[5] Tiga dari empat orang
[6] Alhasil, aku diusir. Diturunin di tengah jalan dan dipaksa bayar ongkos dengan nominal yang berlebihan karena supirnya harus membersihkan basahan bekas eek aku
[7] Dia muntah di celana aku juga, by the way. Iya, kampret emang!
[8] Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, ‘Jika salah seorang di antara kalian berdoa, mulailah dengan menyanjung-Nya, lalu ber-shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, setelah itu berdoalah sesuai keinginan" (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud, hasan shahih)
[9] Yang di-save dari internet (Baik dari akun pribadi si cewek, maupun dari akun temannya) untuk dijadikan koleksi pribadinya. Dan, bahkan, kadang ada juga yang memamerkannya ke orang-orang yang sekiranya gak kenal sama cewek yang ditaksirnya itu dan diakuinya sebagai pacarnya. Iya, menyedihkan memang hidupnya. Kalian pasti berpikiran itu adalah aku. Bukan, kalian salah. Aku tidak kadang, tetapi aku sering begitu (Lho? Kenapa di novel aku sendiri, di awal-awal aku sudah kelihatan hina begini? ☹)
Chapter Sebelumnya
Daftar Isi
Kembali ke halaman awal
Chapter Selanjutnya
Chapter 2
Chapter Pilot [Part 1]
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi
Cerpen
Kamu Gapapa?
Novel
Air Mata di Ujung Kiblat
Flash
Jalani Dulu
Flash
Bola itu Bulat
Komik
Hidden Feelings
Novel
Fantasteen Shadow
Novel
Secercah Asa di Desa Lada
Flash
Kucing & Overthinking
Flash
Jam Tangan
Cerpen
Amor fati
Novel
Shagara
Novel
Sunset in Weh Island
Cerpen
Sejajar, Bukan Menyatu
Flash
Niskala
Flash
KAYLA
Cerpen
RINDU DI MIMPI
Cerpen
Kata Terakhir
Flash
Kau adalah Karya Seni Terindahku
Cerpen
Cinta Saja Tidak Cukup!
Flash
Dewasa