Daftar isi
#1
Bab 1 - Kapal Asing di Ujung Cakrawala
#2
Bab 2 - Firasat di Beranda Omah
#3
Bab 3 - Kapal Asing di Dermaga
#4
Bab 4 - Peti Misterius
#5
Bab 5 - Rapat di Halaman Belakang
#6
Bab 6 - Jalan Pulang Dalam Penantian
#7
Bab 7 - Misi Penyusupan
#8
Bab 8 - Kotak Bersegel Lilin Merah
#9
Bab 9 - Dokumen Rahasia
#10
Bab 10 - Sang Penjaga
#11
Bab 11 - Janji Kepala desa
#12
Bab 12 - Pesan Untuk Dermaga
#13
Bab 13 - Hari - Hari yang Memudar
#14
Bab 14 - Sinyal Bahaya Dari Gayatri
#15
Bab 15 - Kabut Panyasatan
#16
Bab 16 - Pertempuran di Batas Desa
#17
Bab 17 - Mengulur Waktu
#18
Bab 18 - Keputusan yang Menyakitkan
#19
Bab 19 - Yang kembali, Yang Hilang
#20
Bab 20 - Perdebatan di Ruang Tamu
#21
Bab 21 - Pulau di Ujung Khatulistiwa
#22
Bab 22 - Bayang-Bayang Khianat di Kedai Kopi
#23
Bab 23 - Antara Ego dan Hirarki
#24
Bab 24 - Dermaga Kecil di Selatan Desa
#25
Bab 25 - Layar Terkembang, Arah Tertuju
#26
Bab 26 - Berlayar ke Ujung Khatulistiwa
#27
Bab 27 - Ketiduran
#28
Bab 28 - Tersesat di Tengah Samudera
#29
Bab 29 - Rasi Bintang Pari
#30
Bab 30 - Hikayat Bintang & Catatan Kakek Buyut
#31
Bab 31 - Pulau Misterius di Balik Kabut
#32
Bab 32 - Perburuan Senyap 1
#33
Bab 33 - Perburuan Senyap 2
#34
Bab 34 - Pulau Alas Dewa
#35
Bab 35 - Hutan Alas Dewa
#36
Bab 36 - Jejak Misterius di Balik Kabut
#37
Bab 37 - Misteri Hilangnya Omah
#38
Bab 38 - Masuk Dalam Perangkap
#39
Bab 39 - Mantra yang Salah Sasaran
#40
Bab 40 - Sang Legenda
#41
Bab 41 - Kisah Panglima yang Membelot
#42
Bab 42 - Ayo Mandi Hari sudah Maghrib
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#21
Bab 21 - Pulau di Ujung Khatulistiwa
Bagikan Chapter
Chapter ini masih diperiksa oleh kurator
Chapter Terkunci
Cuplikan Chapter ini
Omah yang sejak tadi diam mendengarkan perdebatan itu sebelumnya kini dengan mata yang menerawang jauh akhirnya kembali bicara suaranya kini jauh lebih lembut dari sebelumnya seolah kemarahan yang sempat muncul tadi sudah mengalir pergi bersama air mata yang tak sempat ia tunjukkan secara terbukaOmah minta maaf katanya pelan membuat semua mata kembali beralih kepadanya Omah terlalu terpaku pada tanggung jawab menjaga desa ini sampai lupa bahwa tanggung jawab Omah yang sesungguhnya j
Beli Chapter
Baca chapter ini, detik ini juga
Rp3.000
atau 3 kunci
Beli Novel
Semua chapter akan terbuka
Rp100.000
atau 100 kunci
Chapter Sebelumnya
Chapter 20
Bab 20 - Perdebatan di Ruang Tamu
Chapter Selanjutnya
Chapter 22
Bab 22 - Bayang-Bayang Khianat di Kedai Kopi
Sedang Dibicarakan
Cerpen
Kebahagiaan untuk Ninik
Kiara Hanifa Anindya
Cerpen
Bronze
AH, KITA?
Citra Rahayu Bening
Cerpen
Dunia Takkan Pernah Tahu
Erika Hasan
Flash
Aku, Dia, dan Benda-Benda yang Bisa Berbicara
Rimadian
Cerpen
Ibuku Bukan Ibu-Ibu
SURIYANA
Novel
Rayla 2.0 Side A (Catatan 2017-2019)
Rivaldi Zakie Indrayana
Novel
Gold
KKPK Love Music
Mizan Publishing
Novel
Bronze
Pekat: Wanita Bermata Cahaya
Imajinasiku
Flash
Selamat Ulang Tahun, Rara
Sekar Kinanthi
Flash
Penulis yang Patah Hati
Gita Oktavia
Novel
Bronze
The Miracle Of Saeeda
Delfa Anesia
Novel
Bronze
White Nights
Jumel
Cerpen
Bronze
@giman
Nuel Lubis
Flash
Sungai Pasir
muhamad fahmi fadillah
Cerpen
Seperti Abu Tembakau
Utopis H
Novel
Bronze
Still With You
Arinaa
Novel
Bronze
Mendadak Backpacker
Hamli Akbar Pramulyana
Flash
Bronze
Penggantiku
Rere Valencia
Novel
Tiga Bintang Paling Terang
Dann
Novel
Dengarkanlah Gemuruhku, Dhawa
ayyy