Daftar isi
#1
Prolog
#2
Kedatangan
#3
Jamuan Internasional
#4
Tornhusset
#5
Konferensi
#6
Makan Siang
#7
Kuning dan Biru
#8
Tamparan Gunnar
#9
Markus
#10
Makan Malam
#11
Gustav Adolfs Torg
#12
Di Bawah Tanah
#13
Annetta Nicchi
#14
Koordinasi
#15
Pemanggilan
#16
Penggeledahan
#17
Tempat yang Tinggi
#18
Kebocoran
#19
Dua Perdana Menteri
#20
Dalam Satu Titik
#21
Terjun Bebas
#22
Kedok-kedok Terbuka
#23
Ă–resund yang Damai
#24
Epilog
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#20
Dalam Satu Titik
Bagikan Chapter
Chapter Terkunci
Cuplikan Chapter ini
Kita selama ini bahkan tidak perlu khawatir lupa mengunci pintu ketika keluar rumah, karena kita yakin bisa hidup dengan aman dan damai.
Beli Chapter
Baca chapter ini, detik ini juga
Rp4.000
atau 4 kunci
Beli Novel
Semua chapter akan terbuka
Rp24.000
atau 24 kunci
Chapter Sebelumnya
Chapter 19
Dua Perdana Menteri
Chapter Selanjutnya
Chapter 21
Terjun Bebas
Sedang Dibicarakan
Komik
HARI-HARI ARIO
faith
Novel
Bronze
The Motive
IyoniAe
Novel
Jakarta Zero: a country covered in ice due to nuclear war (series 1) novel edison
Pikri YAnor
Cerpen
Bronze
Selepas Hujan
Anisha Dayu
Cerpen
Tak Sampai ke Long Jenew
Rifin Raditya
Novel
Bronze
Flight of Birds
DMRamdhan
Cerpen
Bronze
Surat dari Penjara
Muhammad Ari Pratomo
Novel
Past and Future
Lydia
Novel
Bronze
Bukan Cinta Picisan
Nur'afifah Hasbi Nasution
Flash
Refleksi Terakhir
Allamanda Cathartica
Novel
Bronze
DARA, Kutukan atau Anugerah.
Rosi Ochiemuh
Cerpen
Bronze
Kereta terakhir
Irvan D
Flash
Dreamcore Room
Lail Arahma
Cerpen
Sekali Lagi Purnama
Siti Sulha Darmaini
Flash
Balas Dendamku Pada Dunia
Tazkia Irsyad
Cerpen
Datang Bawa Malu, Pulang Bawa Duit (lagi)
cahyo laras
Novel
Bronze
Catatan Keempat: Serindi
Saepul Kamilah
Cerpen
Rembulan Berlesung Pipit
Sofiza
Cerpen
Heart And Soul
Reni Refita
Novel
Gold
Too Far To Hold
Bentang Pustaka