Daftar isi
#1
Prolog
#2
Janji
#3
Tentang Om dan Kemenakannya
#4
Kenangan yang Terlintas
#5
Resolusi Tahunan
#6
Resolusi Shasa
#7
Persahabatan yang Manis
#8
Berawal dari Musikalisasi Puisi
#9
Resolusi Irvan
#10
Resolusi Marla, Semi Final, dan Krisna
#11
Keangkuhan yang Memudar
#12
Pemantik
#13
Rujak Es Krim
#14
Yang Tak Kuketahui
#15
Resolusi Alan
#16
Greentopia, Bersama Alan
#17
Perang Dingin
#18
Guncangan
#19
Eksekusi
#20
Peringatan untuk Sang Ketua II
#21
Bertandang ke Mariot
#22
Pengakuan
#23
Pencerahan
#24
Minggu Terakhir Semester 1
#25
Les Privat
#26
Bisikan Tepat di Telinga
#27
Karena Marla
#28
Resolusiku
#29
Konsekuensi Akhir
#30
Tekad
#31
Mimpi Buruk Mariot
#32
Diasingkan
#33
Pindah
#34
Negosiasi
#35
Mulai Saling Mengerti
#36
Gunung Es yang Mencair
#37
Berdamai
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#26
Bisikan Tepat di Telinga
Bagikan Chapter
Chapter Terkunci
Cuplikan Chapter ini
Makan malam yang dicicil pada petang hari itu disambung dengan melaksanakan sholat maghrib berjamaah di atas permadani ruang tengah Aku dan Alan kembali ke ruang tamu memulai les sesi kedua IPA Angin malam yang bertiup sepoi dari luar berhembus melewati pintu yang dibuka lebar-lebar menyegarkan wajah kami yang tengah berdiskusi serius Bagian demi bagian materi kami bahas Mengupas tuntas konsep-konsep yang belum Alan pahami dengan baikBisa minta tolong jelasin lagi yang ini Rin Aku
Beli Chapter
Baca chapter ini, detik ini juga
Rp1.000
atau 1 kunci
Beli Novel
Semua chapter akan terbuka
Rp10.000
atau 10 kunci
Chapter Sebelumnya
Chapter 25
Les Privat
Chapter Selanjutnya
Chapter 27
Karena Marla
Sedang Dibicarakan
Flash
Sandiwara Berdarah
Allamanda Cathartica
Cerpen
Bronze
Wali Nikah
Karlia Za
Cerpen
Bronze
GINJAL
Yasin Yusuf
Cerpen
Dukun Dadakan dari Depok
Penulis N
Cerpen
Kopi dan Teh
Zoids
Novel
Mission Complete
deru senja
Flash
Gadis Tercantik di Sekolahku-Elissa
Elisabet Erlias Purba
Flash
Bronze
Mimpi Ibu Ikan dan Ayah Laba-laba
Alfian N. Budiarto
Cerpen
Keputusan Terindah
Dear An
Flash
Bronze
Di Antara Dua Hati
Risti Windri Pabendan