Daftar isi
#1
PENDAHULUAN : Legenda yang Tidak Lengkap
#2
Bab 1 Lumbung Terakhir
#3
Bab 2 Raja di Jalan Berlumpur
#4
Bab 3 Syarat Seorang Anak
#5
Bab 4 Ayah Yang Tidak Pulang
#6
Bab 5 Jalan Menuju Watu Ireng
#7
Bab 6 Kerajaan Yang Sering Mengalah
#8
Bab 7 Anak Tanpa Silsilah
#9
Bab 8 Ujian Mahesa Danu
#10
Bab 9 Gantar Dan Kuda Curian
#11
Bab 10 Nama Di Dalam Istana
#12
Bab 11 Huruf,Hukum Dan Lapar
#13
Bab 12 Catatan Yang Berbeda
#14
Bab 13 Pelajaran Tentang Kekuasaan
#15
Bab 14 Gudang di Balik Dinding
#16
Bab 15 Latihan Tanpa Belas Kasihan
#17
Bab 16 Saluran Air Desa Timur
#18
Bab 17 Jejak di Dalam Istana
#19
Bab 18 Raja yang Menghukum Keluarganya
#20
Bab 19 Tombak Bambu di Ruang Raja
#21
BAB 20 Anak Angkat Watu Ireng
#22
BAB 21 Pemuda dari Lumbung
#23
BAB 22 Jalan yang Hilang
#24
BAB 23 Menang Tanpa Pembantaian
#25
BAB 24 Surat dari Ranu Kerta
#26
BAB 25 Perang Celah Utara
#27
BAB 26 Tidak Mengejar yang Mundur
#28
Bab 27 Pasukan Baru Watu Ireng
#29
Bab 28 Lumbung dan Menara
#30
Bab 29 Harga Sebuah Kebangkitan
#31
Bab 30 Undangan dari Baka
#32
Bab 31 Kerajaan Lumbung
#33
Bab 32 Putri yang Menghitung Beras
#34
Bab 33 Darah dan Kelayakan
#35
Bab 34 Penakluk dari Pengging
#36
Bab 35 Duel yang Belum Selesai
#37
Bab 36 Jamuan Para Mahkota
#38
Bab 37 Anak di Pasar Baka
#39
Bab 38 Hukuman bagi Ketakutan
#40
Bab 39 Hujan di Watu Ireng
#41
Bab 40 Orang yang Tidak Bisa Membalas
#42
BAB 41 Kekuatan yang Bisa Berpaling
#43
Bab 42 Hadiah Darma Seta
#44
Bab 43 Undangan Perdamaian
#45
Bab 44 Kecurigaan Arya
#46
Bab 45 Teguran dengan Senyuman
#47
Bab 46 Jalan Menuju Sidang
#48
Bab 47 Peta Pembagian Watu Ireng
#49
Bab 48 Harga Hak Lintas
#50
Bab 49 Arya di Depan Raja
#51
Bab 50 Darah di Sidang Para Pemimpin
#52
Bab 51 Pulang Tanpa Jenazah
#53
Bab 52 Dua Golongan Watu Ireng
#54
Bab 53 Wasiat yang Dituduh Palsu
#55
Bab 54 Api Pertama di Dalam Kota
#56
Bab 55 Serangan dari Tiga Arah
#57
Bab 56 Mereka yang Berdiri Sejak Awal
#58
Bab 57 Raja yang Belum Dinobatkan
#59
Bab 58 Hidup untuk Watu Ireng
#60
Bab 59 Perintah, Paduka
#61
Bab 60 Arya Jayengrana
#62
Bab 61 Takhta yang Tidak Membalas Dendam
#63
Bab 62 Ayah yang Mendengar
#64
Bab 63 Ritual Raja Lama
#65
Bab 64 Dibawah Air Terjun
#66
Bab 65 Aji Sukma Watu
#67
BAB 66 Pembantu yang Tidak Terlihat
#68
Bab 67 Hati Yng Terbuka
#69
Bab 68 Takut Bukan Berarti Tidak Tulus
#70
Bab 69 Benteng Kabut
#71
Bab 70 Duel Dua Raja
#72
Bab 71 Permintaan dari Kendalisada
#73
Bab 72 Jalan Batu yang Tertutup
#74
Bab 73 Raja yang Tidak Mau Mundur
#75
Bab 74 Jalan di Bawah Tebing
#76
Bab 75 Mereka yang Dibawa Keluar
#77
Bab 76 Pertempuran Celah Batu
#78
Bab 77 Besi dan Sumpah
#79
Bab 78 Ratih dan Gantar
#80
Bab 79 Jalur Darah Baka
#81
Bab 80 Serangan Setelah Kemenangan
#82
Bab 81 Pelabuhan yang Terkunci
#83
Bab 82 Ratu dan Dewan Saudagar
#84
Bab 83 Jejak yang Disembunyikan Jin
#85
Bab 84 Takut di Tengah Air
#86
Bab 85 Rantai di Bawah Sungai
#87
Bab 86 Perang Pelabuhan
#88
Bab 87 Api Yang Tidak Dinyalakan
#89
Bab 88 Sumpah Arunika
#90
Bab 89 Percakapan Di Lumbung Baka
#91
Bab 90 Ancaman Sebuah Pernikahan
#92
BAB 91 Takhta Giripura Direbut
#93
BAB 92 MASUK TANPA PANJI
#94
Bab 93 Pewaris yang Harus Berdiri
#95
Bab 94 Jalur yang Tidak Layak Diceritakan
#96
Bab 95 Perebutan Istana Giripura
#97
Bab 96 Sekutu Ketiga
#98
Bab 97 Lelaki di Antara Petani
#99
Bab 98 Ayah yang Tidak Dicari Lagi
#100
Bab 99 Restu Seorang Ayah, Penolakan Seorang Raja
#101
Bab 100 Menara Tanpa Pengakuan
#102
Bab 101 Koalisi Para Penguasa Takut
#103
Bab 102 Watu Ireng Tanpa Arya
#104
Bab 103 Besi dari Pegunungan
#105
BAB 104 Kapal-Kapal Arunika
#106
Bab 105 Debu dari Giripura
#107
Bab 106 Perang Empat Panji
#108
Bab 107 Pengkhianatan Arunika
#109
BAB 108 Persekutuan yang Retak
#110
BAB 109 Layar yang Berbalik
#111
Bab 110 Tiga Timbangan
#112
Bab 111 Harga Membongkar Saudagar
#113
Bab 112 Perwira yang Diperas
#114
Bab 113 Peta yang Sesuai Dugaan
#115
Bab 114 Serangan dari Pegunungan
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#107
Bab 106 Perang Empat Panji
Bagikan Chapter
Chapter ini masih diperiksa oleh kurator
Chapter Terkunci
Cuplikan Chapter ini
Fajar menyingsing tanpa kokok ayam Warga desa luar sudah membawa ayam-ayam mereka ke dalam benteng Sawah kosong Rumah-rumah perbatasan ditinggalkan Kabut tipis menempel pada tanah yang dipenuhi jejak kaki roda pendobrak dan darah yang belum sepenuhnya keringEmpat panji masih berkibar di menara pusat Pasukan koalisi mengawasinya sepanjang malam Pasukan Watu Ireng belum bergerak dan mereka tak tahu apa yang akan terjadi Ketidakpastian itu membuat mereka gelisahRudragni mengirim peng
Beli Chapter
Baca chapter ini, detik ini juga
Rp1.000
atau 1 kunci
Beli Novel
Semua chapter akan terbuka
Rp65.000
atau 65 kunci
Chapter Sebelumnya
Chapter 106
Bab 105 Debu dari Giripura
Chapter Selanjutnya
Chapter 108
Bab 107 Pengkhianatan Arunika
Sedang Dibicarakan
Novel
Kesedihan dan kebahagiaan
Dewi Wulan
Cerpen
Burung di Luar Sangkar
zain zuha
Novel
Bronze
Imperfection : Fight to Be Fine
Andieran
Flash
A Warm Hug
Yooni SRi
Novel
Bronze
Sekolah petarung
Bungaran gabriel
Novel
Tiramisu Cake
Mita Vacariani
Novel
Bronze
Find the Key
Shantymilan
Novel
Dream Map
Afyani29
Cerpen
Bronze
Blanchete
Centrifugal
Flash
Daur Rasa
lidia afrianti
Novel
KHAJANA
Anisa Saraayu
Flash
Bukan Perkara Darah
Silvarani
Cerpen
Bronze
Kenangan Pada Sebuah Jam Tangan
Yuisurma
Cerpen
Bronze
Mereka Yang Tak Terlihat
Dewi Hana
Novel
Gold
Dear Allah
Coconut Books
Cerpen
Bronze
Penjaga Gaib(Based on true story)
Julpiyana
Novel
Bronze
SIMPLE MINUTES
K. Z. Asri
Cerpen
Bronze
A Sandwich
elmero_id
Novel
Bronze
A Man
Yessi Rahma
Novel
Bronze
Sahabat Cinta
Putri Utami