Daftar isi
#1
1. Pagi di Kost Putri
#2
2. Deanna, Masih ABG
#3
3. Menjelang Valentine's Day
#4
4. 42 dan 16
#5
5. Kuasakata
#6
6. Pacaran Tanpa Jadian
#7
7. Arwah Membuat Speechless
#8
8. Sesuatu yang Tak Berubah
#9
9. Sejernih Embun Pagi
#10
10. Ini Kehendak Takdir
#11
11. Ingin Memeluk
#12
12. E-Pacaran
#13
13. Buku Artis Korea
#14
14. Sebagian Besar Arwah Penasaran
#15
15. Di Ambang Perang Besar
#16
16. Bertemu Dia Lagi
#17
17. Bahagia dari Hong Kong?
#18
18. Di Bawah 10 Jiwa
#19
19. Diva & Zora
#20
20. SMS-an sama Arwah
#21
21. Tidak Tahu Caranya
#22
22. Memegang Tangan
#23
23. Harapan yang Menyublim
#24
24. Nakal
#25
25. Caranya Tobat
#26
26. Kayak Malaikat
#27
27. Stalking IG
#28
28. Rambut yang Tergerai
#29
29. Kaku Seperti Mayat
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#25
25. Caranya Tobat
Bagikan Chapter
Chapter Terkunci
Cuplikan Chapter ini
"Tapi aku tetap merasa kotor. Lagian periode saat itu aku bener-bener mutusin untuk jadi nakal. Siapapun yang ajak, pasti aku mau. Bahkan kadang-kadang aku yang ajak duluan."
Beli Chapter
Baca chapter ini, detik ini juga
Rp5.000
atau 5 kunci
Beli Novel
Semua chapter akan terbuka
Rp29.000
atau 29 kunci
Chapter Sebelumnya
Chapter 24
24. Nakal
Chapter Selanjutnya
Chapter 26
26. Kayak Malaikat
Sedang Dibicarakan
Komik
Bronze
Dusphire
pelpin
Flash
Cinta Pergilah, Hari Sudah Malam
IGN Indra
Novel
Gold
The Coldest Boyfriend
Coconut Books
Novel
Bronze
Please
IguanaTertawa_
Novel
Gold
KKPK Album Foto Misterius
Mizan Publishing
Cerpen
Bronze
Pelanggan Terbaik
Titin Widyawati
Flash
Miss Beautiful Vietnam
Luca Scofish
Cerpen
Rumah Ternyaman
W
Novel
GIORA
Salwa Auralyra H
Cerpen
Bronze
Cinta Selepas Hujan
Novita Ledo
Novel
Bronze
HABROMANIA
Jessamine
Novel
Bronze
Hiraeth
Imas Yulianti
Novel
Bronze
EGOIS
Yutanis
Cerpen
My Scary Boss
Duna Izm
Cerpen
Jangan Seperti Ibu
Nabil Jawad
Novel
Bronze
Di Balik Senyuman Itu
Rintik Hujan
Flash
Nama yang Tidak Pernah Dipanggil
Aulia umi halafah
Novel
Bronze
Lantun Cinta Usaid
elinaqueera
Cerpen
Sherly
Panipun
Cerpen
Stasiun Terakhir Sebelum Pagi
Fredhi Lavelle