Daftar isi
#1
Titik Temu Akar dan Peradaban
#2
Perkenalan dengan Samaira Fathia
#3
Pertemuan Tak Sengaja
#4
Kajian tentang fitrah manusia
#5
Benih Al-Hubb di Balik Senyum
#6
Garis Batas Iman
#7
Filosofi Air Kolam
#8
Diskusi Kecil tentang Mahabatullah
#9
Samaira menghadapi ujian keluarga
#10
Solusi Makruf di Tengah Badai
#11
Tingkatan Cinta
#12
Memantapkan Niat
#13
Langkah Mulia Menjemput Restu
#14
Samaira melakukan istikharah panjang
#15
Cahaya Istikharah di Ujung Penantian
#16
Ikatan Suci di Bawah Naungan Rida-Nya
#17
Lembaran Baru
#18
Memahami Al-Mawaddah
#19
Penyesuaian kebiasaan hidup
#20
Kejujuran sebagai Penjernih Air
#21
Harmoni Ayat Suci di Sepertiga Malam
#22
Simbol Ketenangan
#23
Ketulusan di Balik Asap Dapur
#24
Ujian kecil: Perbedaan pendapat
#25
Redupnya Amarah di Basuhan Air Wudu'
#26
Bahtera di Atas Karang
#27
Berbagi di Jalan-Nya
#28
Berkah yang Tumbuh di Hati
#29
Ghazy menjadi suami siaga
#30
Menyamakan Visi Mendidik Generasi Rabbani
#31
Bayang-Bayang Masa Lalu di Ujung Senja
#32
Menjaga Hati dari Prasangka
#33
Kejujuran yang Menjaga Rumah Tangga
#34
Kelegaan hati Samaira
#35
Cermin Keimanan di Tengah Titian Pernikahan
#36
Runtuhnya Pilar Impian di Lereng Selatan
#37
Ujian di Ujung Dompet
#38
Titik Rapuh sang Pelindung
#39
Air kolam rumah tangga mulai keruh
#40
Kekuatan di Balik Ayat Sabar dan Salat
#41
Detik-Detik Kritis di Tengah Badai Perjuangan
#42
Titik Terendah
#43
Sujud Panjang di Sepertiga Malam
#44
Samaira menguatkan Ghazy
#45
Jalan Kejujuran di Tengah Badai Investigasi
#46
Rahmat di Balik Ujian
#47
Jernihnya Air Kolam Hati
#48
Pulihnya Sang Ibu, Sehatnya Sang Buah Hati
#49
Kebenaran terungkap
#50
Tangga Kesabaran di Langit Ujian
#51
Sujud Syukur di Lereng Manglayang
#52
Buah Kesabaran dan Kasih Sayang
#53
Penantian Penuh Suka Cita di Sudut Rumah
#54
Pemahaman ulang tentang batas cinta
#55
Ikrar Abadi di Bawah Naungan Arasy-Nya
#56
Fajar Kehidupan Baru di Kaki Manglayang
#57
Gema Suci di Telinga Sang Buah Hati
#58
Melukis Jiwa Kecil di Rumah Penuh Berkah
#59
Kolam ikan di halaman belakang
#60
Kejernihan Air dan Tarian Koi di Halaman Hati
#61
Fajar Kebangkitan Sang Arsitek Hijau
#62
Pameran Cinta dan Kejernihan Hati
#63
Menyambut Ketenangan Lewat Pemaafan
#64
Membangun rutinitas tahsin dan kajian Al-Qur'an
#65
Menyalakan Kembali Lentera di Lorong Waktu
#66
Jejak Kasih di Lereng Senja
#67
Menanam Benih Kasih di Taman Hati
#68
Akar yang Menghujam, Dahan yang Menggapai Langit
#69
Ujian kesehatan orang tua Ghazy
#70
Pelukan Terakhir di Ambang Keabadian
#71
Abadi di Ujung Takdir
#72
Ritme Tenang di Taman Abadi
#73
Dekade Penuh Berkah dalam Sujud Syukur
#74
Filosofi kolam air jernih yang semakin sempurna
#75
Untaian Tasbih di Ujung Senja
#76
Penyejuk Mata dan Jiwa di Ujung Perjalanan
#77
Air Kolam yang Tak Pernah Keruh oleh Waktu
#78
Epilog
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#26
Bahtera di Atas Karang
Bagikan Chapter
Chapter Terkunci
Cuplikan Chapter ini
Malam di ruang tamu kediaman Ghazi Arkana dan Samaira menyuguhkan keheningan yang kontras dengan hiruk-pikuk sidang gugatan perdata di Pengadilan Negeri Bandung siang tadi Lampu dinding berona kuning temaram memancarkan cahaya lembut yang memantul di atas rak buku arsitektur dan tumpukan dokumen hukum yang berserakan rapi Udara malam pegunungan merayap lewat celah ventilasi membawa aroma kayu basah dan sisa wangi teh jahe yang mengepul di atas meja kecil berukir jatiSamaira duduk bersimpu
Beli Chapter
Baca chapter ini, detik ini juga
Rp1.000
atau 1 kunci
Beli Novel
Semua chapter akan terbuka
Rp5.000
atau 5 kunci
Chapter Sebelumnya
Chapter 25
Redupnya Amarah di Basuhan Air Wudu'
Chapter Selanjutnya
Chapter 27
Berbagi di Jalan-Nya
Sedang Dibicarakan
Novel
Gold
Layla
Bentang Pustaka
Flash
Konyol Memang
Drew Andre A. Martin
Flash
Saatnya Memohon Ampunan Tuhan
Agung Satriawan
Flash
What A Thrilling Night!
hyu
Novel
Just Bodyguard
Ankano Wen
Cerpen
Bronze
Apakah yang Kita Harapkan dari Hujan?
Habel Rajavani
Cerpen
Dunia Sang Penjelajah
Elysiaaan
Flash
Mengeja Gerimis
Fianaaa
Novel
Bronze
Senapati Indonesa
Hermawan
Cerpen
JANGKA JAZ
Kiki Isbianto