Daftar isi
#1
Windu Pertama: Lahir
#2
Titip
#3
Bukan Kakek dan Nenek
#4
Tamu Jauh
#5
Kehilangan Pertama
#6
Hari-hari Tanpa Bapak
#7
Dijemput
#8
Windu Kedua: Kehidupan Baru
#9
Beradaptasi dengan Kota
#10
Kehilangan Kedua
#11
Lebih Lama Bersama Ibu
#12
Ditinggalkan Tanpa Kata Selamat Tinggal
#13
Mencintai Diri Sendiri
#14
Penampilan Baru
#15
Windu Ketiga: Kembali Ke Masa Lalu
#16
Melanjutkan Mimpi
#17
Persahabatan dan Cinta
#18
Sakit
#19
Kerja
#20
Kuliah Sambil Bekerja
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#1
Windu Pertama: Lahir
Bagikan Chapter
Ojo nantangi kehendak Gusti Allah, Nduk. Ojo nambahi doso. Jangan menantang kehendak Gusti Allah, Nduk. Jangan menambah dosa.
Kulo nuwun: ucapan salam ketika datang ke rumah orang
Monggo: ucapan untuk menjawab salam dari tamu yang datang
wis teko: sudah datang
Ayune: cantiknya
Atimu kui dienggo, Las! Salahe anakmu opo? Tek iso kowe tego arep ngguak anakmu dewe. Ora miker kowe! Hatimu itu dipakai, Las. Salahnya anakmu apa? Kok bisa kamu tega mau membuang anakmu sendiri. Gak mikir kamu!
Kulo nuwun: ucapan salam ketika datang ke rumah orang
Monggo: ucapan untuk menjawab salam dari tamu yang datang
wis teko: sudah datang
Ayune: cantiknya
Atimu kui dienggo, Las! Salahe anakmu opo? Tek iso kowe tego arep ngguak anakmu dewe. Ora miker kowe! Hatimu itu dipakai, Las. Salahnya anakmu apa? Kok bisa kamu tega mau membuang anakmu sendiri. Gak mikir kamu!
Chapter Sebelumnya
Daftar Isi
Kembali ke halaman awal
Chapter Selanjutnya
Chapter 2
Titip
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi
Cerpen
Semesta Cinta Sheila
Flash
Pekerjaan Rumah Dua Puluh Tahun Lalu
Flash
Just a Moment With You
Flash
Hanya Pengisi Waktu Kosongmu
Cerpen
Zombi Yang Tak Layak Mendapat Cinta
Flash
Asal usul wayang tanah jawa
Novel
The Ring of Roses
Flash
Kisi-Kisi
Cerpen
Pergilah ke Surga
Cerpen
Milikku Sejak Pandangan Pertama
Novel
Orang Itu
Flash
Love In Jakarta
Cerpen
Estafet Pulpen
Cerpen
Amayadori
Novel
Terima Kasih Sudah Menjadi Istriku
Komik
KAOS HITAM
Novel
Atap Rumah Maisa
Cerpen
STALL NOMOR TUJUH
Cerpen
Ia yang Selalu Membayangkan Kematian
Novel
Dan Rasanya Cuma Kosong