Daftar isi
#1
Chapter 1 : Kelahiran bayi pertama yang cantik #1
#2
Chapter 2 : Kehidupan Fia dari TK sampai lulus
#3
Chapter 3 : Masa SD yang kurang menyenangkan
#4
Chapter 4 : Good bye to Duri
#5
Chapter 5 : Duduk di pesawat yang sama dengan teman asing
#6
Chapter 6 : Pertemuan pertama
#7
Chapter 7 : Teman sekamar
#8
Chapter 8 : Pemulaian audisi
#9
Chapter 9 : Belanja bersama teman kenalan Fia
#10
Chapter 10 : Kejutan rahasia oleh Fia
#11
Chapter 11 : Bersenang-senang sebelum perjuangan
#12
Chapter 12 : Sebelum mencapai akhir
#13
Chapter 13 : Perpisahan dan Penyambutan
#14
Chapter 14 : Perayaan ultah pertama untuk Fia
#15
Chapter 15 : Kecurangan Marsya terbongkar
#16
Chapter 16 : Kejutan kedatangan keluarga
#17
Chapter 17 : Hadiah ultah tak terlupakan untuk Fia
#18
Chapter 18 : Apartemen grup
#19
Chapter 19 : Jadwal grup pertama
#20
Chapter 20 : Pertemuan akhir dengan keluarga dan teman sekolah
#21
Chapter 21 : Detik-detik kejutan kedatangan Teenebelle
#22
Chapter 22 : Welcome to Duri, Teens
#23
Chapter 23 : Mengunjungi rumah Fia
#24
Chapter 24 : Awal hari ujian yang canggung
#25
Chapter 25 : Pelaksanaan ujian semester genap sampai selesai
#26
Chapter 26 : Perpisahan SD
#27
Chapter 27 : Going to Jakarta again
#28
Chapter 28 : Unboxing kado ultah Fia
#29
Chapter 29 : Buka hadiah ultah kedua tanpa rekaman.
#30
Chapter 30 : Yoga declares his love to Fia in Monas
#31
Chapter 31 : Kegiatan ketika tidak ada jadwal grup
#32
Chapter 32 : Pergi melakukan pendaftaran smp offline
#33
Chapter 33 : Berita gembira untuk Teens
#34
Chapter 34 : Tanggal masuk sekolah di rubah
#35
Chapter 35 : Mpls smp
#36
Chapter 36 : Awal kehidupan di kelas 7B
#37
Chapter 37 : Jadi ketua kelas 7B
#38
Chapter 38 : Datang bulan waktu puasa ramadhan
#39
Chapter 39 : Rencana kegiatan pramuka pada bulan Ramadhan
#40
Chapter 40 : Diskusi antara osis dan perwakilan kelas 7
#41
Chapter 41 : Hampir dibully kakak kelas 9
#42
Chapter 42 : Bersenang-senang di panti asuhan pada bulan Ramadhan
#43
Chapter 43 : kelas melukis pertama
#44
Chapter 44 : Kegiatan sebelum pulkam
#45
Chapter 45 : Teman Korea kedua ketika pulkam
#46
Chapter 46 : Perjalanan mudik dimulai
#47
Chapter 47 : Bukaan di rumah nenek di Koto Tangah Simalanggang
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#1
Chapter 1 : Kelahiran bayi pertama yang cantik #1
Bagikan Chapter
Duh kenapa cepat sekali keluar bayinya?" Keluh wanita paruh baya.
"Anak saya prematur mak, jadi harus melahirkan di kota Dumai. Tidak bisa ke rumah sakit di sini" jelas pria itu yang duduk disamping istrinya, ibunya wanita itu duduk di samping kirinya, adiknya wanita itu didepan samping pria itu.
"Sudah tahu tempat rumah sakitnya, bang?" Tanya adiknya wanita itu.
"Tahu, sudah di kasih tahu oleh pihak rumah sakitnya tapi sayangnya kami tidak punya banyak uang untuk melahirkan" jelas pria itu.
"Sudah ada kerja?" Tanya pria itu.
"Sudah, kami jualan kecil-kecilan di depan rumah tapi penghasilannya cuma sampai 2 juta" jelas pria itu.
"Biar saya bantu biaya persalinan Mela, Dan" usul pria itu.
"Duh, Terima kasih om Hen, semoga saya bisa membayar utang ini" balas pria itu yang bernama Edan.
"Iya sama-sama semoga anak kalian lahir dengan selamat" balas pria itu yang bernama Henry.
"Cewek atau cowok anak kalian?" Tanya Henry.
"Cewek dan semoga saja cantik kayak ibunya" balas Edan dengan tersenyum cerah sedangkan sang istri hanya tidur dengan bersandar di bahu suaminya.
"Iya pasti cantik tuh" balas Henry.
"Wah cantik sekali anaknya Edan dan Mela" puji Henry.
"Mirip kak Mela dan tidak ada mirip bang Edan" tambah Rika dengan tersenyum cerah.
"Wah tak disangka anak kalian cantik fan hidungnya mancung" kata Henry.
"Alhamdulillah doa saya terkabul om Henry" balas Edan.
"Anak saya prematur mak, jadi harus melahirkan di kota Dumai. Tidak bisa ke rumah sakit di sini" jelas pria itu yang duduk disamping istrinya, ibunya wanita itu duduk di samping kirinya, adiknya wanita itu didepan samping pria itu.
"Sudah tahu tempat rumah sakitnya, bang?" Tanya adiknya wanita itu.
"Tahu, sudah di kasih tahu oleh pihak rumah sakitnya tapi sayangnya kami tidak punya banyak uang untuk melahirkan" jelas pria itu.
"Sudah ada kerja?" Tanya pria itu.
"Sudah, kami jualan kecil-kecilan di depan rumah tapi penghasilannya cuma sampai 2 juta" jelas pria itu.
"Biar saya bantu biaya persalinan Mela, Dan" usul pria itu.
"Duh, Terima kasih om Hen, semoga saya bisa membayar utang ini" balas pria itu yang bernama Edan.
"Iya sama-sama semoga anak kalian lahir dengan selamat" balas pria itu yang bernama Henry.
"Cewek atau cowok anak kalian?" Tanya Henry.
"Cewek dan semoga saja cantik kayak ibunya" balas Edan dengan tersenyum cerah sedangkan sang istri hanya tidur dengan bersandar di bahu suaminya.
"Iya pasti cantik tuh" balas Henry.
"Wah cantik sekali anaknya Edan dan Mela" puji Henry.
"Mirip kak Mela dan tidak ada mirip bang Edan" tambah Rika dengan tersenyum cerah.
"Wah tak disangka anak kalian cantik fan hidungnya mancung" kata Henry.
"Alhamdulillah doa saya terkabul om Henry" balas Edan.
Chapter Sebelumnya
Daftar Isi
Kembali ke halaman awal
Chapter Selanjutnya
Chapter 2
Chapter 2 : Kehidupan Fia dari TK sampai lulus
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi
Cerpen
KASIH PUTIH DARI HINDUSTAN
Novel
The God Legacy
Novel
Darkpunzel
Novel
Langit Merah Batavia
Cerpen
06 Sang Pengamat
Flash
Si Bungsu Emas
Cerpen
Calla Lily
Novel
Cinta di Balik Pesantren (Buku Pertama)
Novel
We Have Always Lived in the Castle
Cerpen
Di Akhir Bulan Fitri
Novel
Dari Timur Jauh | From the Far East
Novel
SUPAI
Novel
Sinar-Sinar Cinta
Novel
A Slice of Love
Cerpen
Apokalips Pukul Lima Sore
Cerpen
Waktu Terbalik di Denpasar Utara
Cerpen
Dalang di Balik Dirimu
Cerpen
Senja di Langit Lahewa
Cerpen
JANGAN RAMPAS WAKTUNYA
Novel
Memories of You in Seoul