The Kampreto: Ciyus, Babe!

Gue dan Nadine baru aja nikah, tapi hidup gue masih kayak gini. Semua gara-gara dia. Gue ngerasa harga diri gue udah diinjek-injek. Enggak bisa! Keadaan ini enggak bisa gue biarin. Gue harus bertindak!

Gue masuk ke ruang peralatan, kemudian melihat ke sekeliling. Akhirnya gue nemuin benda yang gue cari: gergaji mesin! Dengan benda inilah akan gue abisin rintangan di dalam hidup gue itu. Akan gue tuntasin sampai puas! Hahaha!

Setelah itu, gue keluar lalu masuk ke gudang. Ya, di gudang inilah rintangan gue berada. Dia teronggok di pojok ruangan yang gelap, menunggu untuk segera gue tuntasin. Gue ngelinting lengan baju, nunjukin otot-otot tangan yang bertonjolan. Mata gue terpaku padanya. Segera gue nyalain gergaji mesin. Suara gergaji terdengar nyaring, merdu di telinga gue. Gue angkat gergaji tinggi-tinggi sambil menatapnya tajam.

"Tolooooong!"

"Ish, berisik amat, sih!" Gue ngedumel, "Ah, peduli amat! Sa bodo teuing! Ora ngurus!"

Sisi tajam gergaji mesin gue tempelin dan mulai mengiris-iris.

"Tuolooong! Help! Ngap-ngap pengap!"

"Etdah ..., ganggu konsen aja, nih!"

Gue coba konsentrasi, dan terus menggergajinya. Perlahan-lahan dia terbelah. Hahaha! Akhirnya sebentar lagi rintangan gue akan tuntas! Tapi belum! Masih tersisa bagiannya yang lain!

Gue pindahin gergaji mesin ke bagian lain, kemudian mulai memotongnya perlahan-lahan. Dia mengeluarkan suara yang bagi gue terdengar pilu. Sedikit lagi selesai! Tapi tiba-tiba terdengar jeritan kembali.

"Tuolouououoooong! Ngap-ngap help!"

"Bener-bener, ya!" Saking keselnya gue matiiin gergaji mesin, kemudian keluar dari gudang.

"Babe! Kecilin suara TV-nya, dong!" seru gue ke Nadine yang lagi nonton film romantis. "Aku ciyus, Babe! Lagi motong triplek buat maket[1] Tugas Akhir, nih! Kalo enggak kelar-kelar aku enggak bisa lulus! Gengsi tau kalo junior-junior lulus duluan!"

"Sorry, Darlin'!" teriak Nadine dari dalam.

"Nah, akhirnya jinak juga. Hadeuh ...." Gue masuk lagi ke dalam gudang.

* A'ap ya genre-nya 'gak nyambung. Markiman Markimin (penulis) enggak sengaja.

TAMAT

[1]Maket: miniatur bangunan.

13 disukai 7 komentar 6.5K dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
πŸ˜‚πŸ˜‚
Tak kirain yang minta tolong yang digergaji eh gak taunya triplek..πŸ˜‚πŸ˜…
Iya Bang. Aku awalnya cm mau ikutin satu aja. Keasyikan nih.
Gpp, mulaΒ² iseng lamaΒ² keterusan nulis FF πŸ˜‚
Wkwkwkw enggak Bang. Iseng ajaπŸ˜‚
Gue pikir mau nyembelih orang πŸ˜‚
Saran Flash Fiction