Rahasia Para Gadis
4. Obat Tidur

16 INT. RUANG INTROGASI KANTOR POLISI - MORNING

Ami membersihkan kacamatanya dengan kain kecil. Ia lalu mengenakannya. Di depannya, ada POLISI SOFI. Di meja, ada kertas-kertas dan dua gelas kertas berisi air putih.

POLISI SOFI

Kau pernah bermasalah dengan Berlian? Ada temanmu yang mengatakan dia pernah meminjam uang padamu.

AMI

Ya, tapi dia akhirnya mengembalikan.

POLISI SOFI

Lian dibunuh dengan tusukan bertubi- tubi. Biasanya itu karena balas dendam, rasa amarah.

Ami membetulkan letak kacamatanya.

AMI

Aku sudah tidak dendam padanya. Uangku sudah dikembalikan.

POLISI SOFI

Kau tahu dia punya hubungan dengan PAK SAMIN?

AMI

Hubungan? hubungan apa?

CLOSE UP: Wajah AMI yang gelisah. BLACK SCREEN.

CUT TO:

17 INT. RUMAH KOS CEMPAKA - DAWN (FLASH BACK)

--LANTAI DUA

Terdengar suara musik keluar dari ponsel BERLIAN. Ia memutar lagu Cradle of Filth - Nymphetamine Fix. Suaranya cukup keras.

Itu membuat AMI di kamar sebelahnya terganggu. AMI tak bisa tidur, ia lalu keluar kamar. Ia melihat kamar BERLIAN terbuka sedikit. Terdengar suara lenguhan yang bercampur suara musik.

AMI penasaran dan mencoba mengintip. Ia menutup mulutnya, matanya terbelalak. Kaget melihat BERLIAN sedang bersama seorang pria.

Ia segera kembali ke kamarnya.

CUT TO:

18 INT. RUANG INTROGASI KANTOR POLISI - DAY

POLISI SOFI menunjukkan screenshot video yang telah dicetak. AMI melihatnya dengan tegang.

POLISI SOFI

Kau mengirimkan video itu ke email Berlian? Kau mau mengancamnya? Kau bisa dihukum jika terbukti. Kami tak bisa menemukan ponselnya.. kemungkinan penjahatnya sudah merusaknya.

AMI

Tidak, aku hanya bercanda. Aku tak berniat mengancamnya.

POLISI SOFI

Kau sering memergoki mereka?

AMI

Tidak, hanya dua kali. Sekali waktu malam hari, lalu itu siang hari. Aku kebetulan membawa ponsel, jadi kurekam.

POLISI SOFI

Siapa lagi yang tahu hubungan mereka?

AMI

Semuanya tahu. Aku menceritakan pada yang lain. Hanya anak-anak di kos.

POLISI SOFI

PERMATA juga tahu? Dia juga punya hubungan dengan PAK SAMIN. Kau tahu juga kan.

Ami menjawabnya dengan mengangguk.

CUT TO:

19 INT. KANTOR POLISI - DAY 

--RUANG KERJA POLISI

POLISI SOFI mengetik di komputer. POLISI ANDRE masuk ke dalam ruangan.

POLISI ANDRE

Bagaimana? Ada petunjuk lain?

POLISI SOFI

Keduanya selingkuhan PAK SAMIN.

POLISI SOFI memberikan beberapa berkas ke POLISI ANDRE. POLISI ANDRE duduk di ujung mejanya. Ia memeriksa berkas yang diberikan.

POLISI ANDRE

Mungkin bukan selingkuhan, hanya teman bermain hahaha..

POLISI SOFI

Apa mungkin PAK SAMIN memberi imbalan?

POLISI ANDRE

Itu sudah pasti.

POLISI SOFI

Tapi dia bukan pria yang terlalu kaya. Dia hanya guru dan pemilik rumah kos. Apa hebatnya?

POLISI ANDRE

Mungkin dia punya kehebatan yang lain haha..

POLISI SOFI

Jangan bercanda. Kita perlu menentukan tersangka. Atasan tadi datang, dia bahkan memberi batas waktu. Kita harus cepat.

POLISI ANDRE

Ah, deadline.. aku selalu takut menentukan tersangka yang salah.

POLISI SOFI

Lebih baik masih tersangka yang salah, jangan sampai terdakwa.

POLISI KASIM baru datang, ia masuk ke dalam ruangan. Ia terlihat masih lesu dan langsung duduk di mejanya.

POLISI KASIM

Belum ada tersangka? Istriku mengenal PAK SAMIN dan istrinya.

CUT TO:

20 INT. RUANG INTROGRASI KANTOR POLISI - NIGHT

POLISI ANDRE ditemani POLISI KASIM. Mereka berhadapan dengan VIVI. Di meja ada tiga gelas kertas berisi kopi.

VIVI

Aku tak suka kopi.

POLISI ANDRE

Maaf, punyamu aku ganti air putih saja.

POLISI ANDRE mengambil gelas kopi itu. Keluar sebentar, lalu masuk lagi membawa segelas air putih. Ia meletakkannya di depan VIVI.

Polisi Kasim menekan alat perekam.

POLISI KASIM

Aku Polisi Kasim dan Polisi Andre akan mewawancarai Vivi Andrea sebagai saksi untuk kasus pembunuhan PERMATA Intan Savitri. Wawancara ini dimulai pukul 19.10.

POLISI KASIM melihat ke arah berkas, lalu beralih ke VIVI.

POLISI KASIM

Pada saat malam tewasnya PERMATA, kau ada di mana?

VIVI

Aku ada di dalam kamar. Aku tidur, aku memakai headset, tak mendengar apa-apa.

POLISI KASIM

Kau tidur jam berapa? Kapan terakhir bertemu PERMATA?

VIVI

Aku terakhir bertemu dengannya di ruang tamu. Ia baru pulang kerja.

POLISI KASIM

Kau yang membuat sirup kurma itu? Kau membagikannya ke teman-temanmu.

VIVI

Aku tak membaginya. Aku hanya membuatkan. SARA dan NUR mengambil sendiri. NUR juga mengambil untuk PERMATA dan BERLIAN. Dia juga yang mencuci gelas mereka.

POLISI KASIM

AMI tidak kau beri?

VIVI

Ia bilang akan belajar. Kami tak mau mengganggunya.

POLISI ANDRE

Ada obat tidur terdeteksi di tubuh Berlian.

VIVI

Oh ya? Aku tak tahu apa-apa. NUR yang membawa minuman ke atas.

POLISI KASIM

Berarti salah satu dari kalian merencanakannya. Atau jangan-jangan kalian bekerja sama...

VIVI

(panik)

Aku sungguh tak tahu apa-apa..

BLACK SCREEN.

--RUANG KERJA POLISI

Polisi Andre, Polisi Kasim, dan Polisi Sofi duduk di kursi kerjanya masing-masing.

POLISI ANDRE

Jadi kemungkinan besar, anak-anak kos itu sendiri. Obat tidur itu membuktikannya. Pak Samin dan keluarganya tidak mungkin bisa.

POLISI KASIM

Ya, idealnya begitu. Tapi itu hanya obat tidur. Berlian dan Permata tak meninggal hanya karena obat tidur.

POLISI SOFI

Tapi obat tidur itu bisa membantu pembunuhnya untuk lebih leluasa membunuh. Dia tak yakin dengan kekuatannya sendiri. Tak heran, mereka perempuan.

POLISI ANDRE

Jadi ini sepertinya pembunuhan berencana.. ah. Aku sedih melihat gadis-gadis muda ini.

POLISI KASIM

Target utamanya mungkin Berlian. Ia tewas seperti itu. Obat tidur juga hanya di temukan di tubuhnya.

POLISI ANDRE

Kita harus cari tahu lagi tentang latar belakang keduanya. Mungkin ada petunjuk.

CUT TO:

21 INT. RUMAH ORANG TUA PERMATA - DAY 

POLISI ANDRE menguap berkali-kali. Pagi-pagi, ia berangkat sendiri ke kota tempat orang tua Permata, tiga jam perjalanan.

Ia duduk di teras, di depannya ada segelas teh hangat dan sepiring biskuit. Ia melihat ke sekeliling, ada banyak tanaman hias. Rumah itu tak terlalu mewah, biasa saja, tak jelek juga.

Seorang pria kemudian muncul. Ayah Permata, PAK BUDI. Ia duduk di dekat Polisi Andre. PAK Budi mengenakan kemeja batik dan celana kain. Belum terlalu tua, wajahnya cukup rupawan, mirip dengan Permata.

PAK BUDI

Repot-repot ke sini, seharusnya saya yang bisa ke sana. Bagaimana, apa sudah ditemukan pembunuhnya?

POLISI ANDRE

Penyidikan masih berlangsung. Kami butuh bukti yang kuat.

PAK BUDI

Ah... pasti anak-anak kos itu kan? Apa ada orang lain yang bebas masuk ke sana? Bukan pencuri kan?

POLISI ANDRE

Saya mau tanya tentang PERMATA. Apa dia tak pernah bercerita tentang teman-temannya? Atau ada masalah lain.

PAK BUDI

Dia jarang bercerita. Setelah dia bekerja sebagai SPG, dua tahun ini.. ia jadi jarang pulang. Hanya saat libur panjang.

POLISI ANDRE

Bagaimana dengan masalah keuangan? Dia tak pernah cerita?

PAK BUDI

Setiap bulan saya mengirimnya uang. Hanya sedikit, maka dari itu ia memilih bekerja. Ia bahkan sempat memberi uang ke saya dan ibunya. Adiknya juga dibelikan ponsel android.

POLISI ANDRE

Bapak tahu pacarnya? Si Heri. Saya mencarinya dari kemarin, kata temannya ia pulang ke rumah orang tuanya.

PAK BUDI

Ah, Heri. Ya, dia anak sini juga. Dulu mereka berteman saat SMA. Saya baru tahu mereka berpacaran beberapa bulan ini. Dia anak baik, tak pernah macam-macam.

POLISI ANDRE

Bapak tahu rumah orang tuanya? Saya gak begitu tahu daerah sini.

CUT TO:

22 INT. MOBIL POLISI ANDRE - DAY

Heri duduk di samping Polisi Andre. Mobil itu terparkir di depan rumahnya.

POLISI ANDRE

Pacarmu tewas, dan kau malah kabur?

HERI

Aku tak kabur. Aku hanya takut.

POLISI ANDRE

Ceritakan tentang Permata. Apa kau tahu hubungannya dengan teman-teman kosnya?

HERI

Apa yang membunuh teman kosnya? Dia dekat dengan NUR. Sepertinya tidak dengan yang lain. Ia tinggal di sana sudah lama, NUR juga. Tapi yang lain agak baru. Penghuni kos yang lama banyak yang sudah lulus dan pindah tempat kos.

POLISI ANDRE

Ah, kau juga belum lulus.

HERI

(malu)

Ya..

POLISI ANDRE

Ceritakan lagi soal PERMATA. Sifatnya, apa dia ada masalah akhir- akhir ini...

HERI

Kau merekamnya?

POLISI ANDRE

Aku sudah merekam sejak tadi.

Heri menegakkan punggungnya.

DISSOLVE TO:

23 EXT. FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS HARTA BUMI - DAY (FLASH BACK)

PERMATA berjalan ke arah kelas. Ia tampak cantik dengan kemeja garis berwarna biru muda, dan rok sepaha. Ia membawa tas wanita bermerek. Ada NUR di sampingnya. Mereka berbincang dan tertawa.

HERI muncul. Berlari ke arah PERMATA.

HERI

TATA!

PERMATA dan NUR berhenti. HERI bergabung bersama mereka, lalu berjalan bersama.

HERI

Nanti malam ada acara? Aku ingin mengajak ke kafe. Kepalaku pusing skripsiku direvisi terus.

PERMATA

(kesal)

Kau lupa nanti malam aku ada kerja?

HERI

Ah, kau kerja. Aku antar? Jam berapa?

PERMATA

Tak perlu. Nanti aku dijemput temanku.

HERI

Cowok?

PERMATA

(kesal)

Cewek.

Nur hanya terdiam.

Mereka lalu berpapasan dengan seorang dosen. Sang dosen menyapa PERMATA. PERMATA lalu pergi ke ruang dosen. Nur dan Heri lalu tinggal berdua.

NUR

Kau masih mau ke kafe nanti malam?

HERI

Permata tak bisa..

NUR

Aku bisa. Jangan khawatir, aku traktir.

HERI

Ah.. maaf aku tak enak pergi dengan cewek yang bukan pacarku. Maaf.

Heri lalu pergi. Nur berdiri sendirian.

CLOSE UP: Wajah Nur yang sedih.

NUR

Lelaki bodoh.

--RUANG DOSEN

Permata duduk di depan dosen pembimbingnya. Sang dosen tampak tersenyum. Ia kemudian bangkit dan menutup pintu yang terbuka sedikit. Ia lalu menguncinya.

DISSOLVE TO:

Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar