I Kissed The Groom
5. Palembang

12. INT . KAMAR HOTEL - NIGHT

Putri selesai menata koper dan barang bawaan lalu merebahkan dirinya diranjangnya.

Kevin berdiri didekat jendela menatap keluar memandang kota Palembang.

PUTRI

Kenapa Palembang?

(Menatap Kevin dan masuk kedalam selimut)

(Putri menyalakan TV)

KEVIN

(Masih diposisi yang sama)

Aku dibesarkan di salah satu panti asuhan di Palembang Put. Saat umurku duabelas tahun, aku diadopsi oleh salah satu keluarga yang tinggal tidak jauh dari panti asuhan, dan mereka membawaku ke Jakarta.

(Kevin tersenyum menatap Putri lalu kembali menatap kearah luar)

KEVIN

Dan sejak saat itu, aku tidak pernah lagi menginjakkan kakiku di sini. Terakhir aku lihat, tempat itu hanya sebuah lapangan dengan banyak warung tenda, dan sekarang sebuah mall terbesar berdiri diatasnya.

(Kevin berjalan menuju ranjangnya dan merebahkan dirinya)

KEVIN

Kesibukan menjadi orang dewasa terkadang membuat waktu cepat berlalu dan tiba-tiba kita tersadar sudah berada diujung waktu.

PUTRI

Sebuah ironi ya mas, dulu sewaktu kecil kita ingin segera menjadi dewasa dan hidup mandiri, tapi setelah kita menghadapi dunia orang dewasa, kita merasa lelah dan ingin kembali kemasa kecil kita.

KEVIN

(Menatap Putri dan sebaliknya)

Mungkin kalau kita bahagia, tidak ada pikiran untuk kembali kemasa kecil kita.

(Hening)

PUTRI

Kemana tujuan pertama kita besok?

(Putri sibuk mengganti saluran telivisi)

KEVIN

Makan Pempek, Martabak Har, Mie Celor, Pindang dan Brengkes lalu...

(Putri menatap Kevin dengan heran lalu melemparnya dengan bantal)

(Mereka tertawa)

CUT TO

13. INT/EXT. LRT PALEMBANG - DAY

Putri dan Kevin duduk berhadapan didalam LRT Palembang yang sedang menuju stasiun Ampera. Mereka memandang keluar jendela, melihat kemacetan kota Palembang.

Putri dan Kevin turun di stasiun Ampera, berjalan sepanjang masjid Agung Palembang. Kevin sibuk memotret suasana kota Palembang.

14. INT. RESTO PEMPEK SAGA - DAY

Putri dan Kevin duduk dimeja yang sudah tersaji pempek lengkap.

Putri tersenyum saat Kevin memotret dirinya.

Selesai memotret hidangan pempek, Kevin meletakkan kameranya diatas meja. Putri hanya tersenyum mengawasi tingkah Kevin.

KEVIN

Bagi orang Palembang, hari mereka tidak akan lengkap kalau tidak dimulai dengan pempek, dan disetiap sudut kampung, pasti ada yang menjual pempek dengan harga merakyat.

(Kevin dan Putri asyik menyantap hidangan pempek)

KEVIN

Orang Palembang bilang, seenak apapun pempek yang kamu makan, kalau cukonya terasa biasa maka pempeknyapun akan terasa biasa. Dan sebaliknya, kalau pempekmu biasa saja tapi cukonya luar biasa maka pempekmu akan menjadi luar biasa juga.

PUTRI

Walau sudah lama tidak kesini, semuanya masih nampak didalam ingatan mas.

KEVIN

(Tersenyum)

Istilahnya, kalau kita sudah minum air sungai musi, pasti akan rindu kembali kesini.

PUTRI

(Terkejut)

Serius?

KEVIN

Istilah Put...

(Mereka tertawa)

(Kevin tampak kepedasan dengan kuah pempeknya. Putri Segera menyodorkan minuman kepadanya, sambil diusapnya keringat diwajah Kevin dengan tisu)

KEVIN

Jangan bikin aku baper!.

PUTRI

(Tersenyum)

Sudah termasuk fasilitas.

(Kevin terkejut menatap Putri)

KEVIN

Untunglah, aku pikir ada biaya tambahan.

(Putri mencubit bahu Kevin)

(Kevin kesakitan)

KEVIN

(Masih makan)

Memangnya tidak ada satupun dari mereka yang jatuh cinta padamu, atau sebaliknya?

(Putri diam sebentar menatap Kevin, melihat kemana arah pembicaraan Kevin)

PUTRI

Pernah nonton film Pretty Woman?

(Kevin menatap Putri lalu menaikan bahunya)

(Putri menghela nafas)

PUTRI

Nanti malam kita nonton filmnya.

KEVIN

Intinya dulu Put!.

PUTRI

Tidak ada ciuman.

(Kevin berhenti makan lalu melanjutkan makannya sambil mengangguk)

KEVIN

Lalu ciuman kita?

(Putri yang sedang makan terkejut dan tersedak)

(Kevin tersenyum dan menyodorkan minum dan tisu pada Putri)

CUT TO

15. EXT. JALAN ANGKATAN 66 - DAY

Putri dan Kevin mencari panti asuhan tempat Kevin dibesarkan dulu.

Mereka tidak menemukannya.

Mereka bertanya pada penduduk dan ternyata memang panti asuhan sudah tutup.

Kevin tampak kecewa.

CUT TO

16.INT. KAMAR HOTEL - NIGHT

Putri mengetuk pintu kamar mandi berulang ulang.

Kevin berada didalam sedang muntah di closet.

PUTRI

Mas, Buka pintunya mas.

(Terdengar suara Kevin muntah dari dalam)

(Putri mengetuk pintu kembali)

PUTRI

Mas Kevin, buka mas.

(Pintu terbuka dan Kevin tampak berantakan dengan wajah menahan rasa sakit dam mual)

KEVIN

Kamu tidak perlu melihat semuanya Put.

(Kevin berjalan menuju ranjangnya)

KEVIN

Kamu tidak perlu ikut merasakan sakitku.

(Kevin mengerang menahan rasa sakit dikepalanya, lalu merebahkan dirinya diranjang dan berselimut)

(Putri berjalan menuju ranjang Kevin lalu duduk disampingnya dan menatap punggung Kevin)

(Kevin masih nampak kesakitan)

(Putri masuk kedalam selimut dan memeluk Kevin dari belakang)

(Putri memegang tangan Kevin, dan Kevin meremas tangan Putri sambil menahan rasa sakit dikepalanya)

KEVIN

Put...

PUTRI

Ssssssttttt... Sudah diam, ini fasilitas, sayang kalau tidak digunakan.

(Kevin tersenyum)

CUT TO

17. EXT. JALAN SUDIRMAN - DAY

Kevin dan Putri berjalan santai, sesekali bercanda. Kevin sibuk memotret bangunan di sepanjang jalan Sudirman, Putri sibuk mengawasinya.

CUT TO

18. INT. RESTORAN MARTABAK HAR - DAY

Putri dan Kevin menikmati makanan Martabak dimeja mereka.

KEVIN

Terimaksih semalam Put. Seharusnya kamu tidak perlu repot merawatku. Tidak ada dalam perjanjian.

(Kevin meminum teh tarik didepannya)

PUTRI

(Sambil menyantap martabak)

Kan sudah aku bilang mas kalau fasilitas.

(Kevin tersenyum)

PUTRI

Kemarin waktu mas Kevin bilang mau makan martabak, dalam benakku adalah martabak seperti yang biasa aku makan di Jogja mas, ternyata sangat jauh berbeda.

KEVIN

(Tersenyum)

Martabak disini isinya hanya telur Put, bisa ayam atau bebek. Nah yang bikin spesial adalah kuah kari kentangnya yang cocok dimakan dengan irisan cabai hijau dan kecap. Kalau kamu beruntung bisa dapat ati ayam di dalam kuahnya.

(Putri mengaduk kuah di mangkoknya)

(Kevin tersenyum)

KEVIN

Dan warung martabak Har ini adalah pionirnya, jadi orang tetap menyebutnya martabak Har dimanapun mereka membelinya.

(Mereka menikmati makan siang mereka)

CUT TO

19. EXT. SUNGAI MUSI - DAY

Kevin dan Putri menyusuri sungai Musi dengan kapal berukuran sedang menuju Pulau Kemarau ditengah sungai.

Putri tersenyum dan bergaya beberapa kali saat Kevin memotretnya.

20. EXT. PULAU KEMARAU - DAY

Putri duduk dibawah pohon rindang sambil mengipas kipas dan memperhatikan Kevin yang sibuk memotret disekeliling pulau.

Pandangan Putri tidak pernah lepas dari Kevin.

Kevin menghampiri Putri dan duduk disampingnya.

Putri menyodorkan air mineral dan mengusap wajah Kevin yang berkeringat dengan tisu.

KEVIN

Kita belum jadian.

(Kevin meminum air mineral ditangannya)

(Putri tersenyum dan melempar Kevin dengan tisu bekas)

KEVIN

(Menatap kearah sungai Musi)

Jangan jatuh cinta padaku!. I'm Dying.

(Putri memgikuti arah pandangan Kevin dan tersenyum)

PUTRI

Baiklah, tapi jangan jatuh cinta padaku juga, you're dying.

(Kevin menatap Putri)

KEVIN

Baiklah.

CUT TO

21. EXT. JEMBATAN AMPERA - NIGHT.

Putri dan Kevin berjalan-jalan santai di atas jembatan Ampera.

Putri dan Kevin duduk di tepi sungai Musi diarea Benteng Kuto Besak. Sesekali Kevin memotret Putri dengan background jembatan Ampera.

CUT TO

22. INT. KAMAR HOTEL - NIGHT

Putri keluar dari kamar mandi.

Kevin sudah siap tidur diranjangnya dibawah selimut.

PUTRI

(Protes)

Katanya mau nonton film pretty woman?

(Kevin menghela napas lalu bangkit dan mengambil laptopnya dimeja)

(Putri tersenyum gembira dan segera duduk diranjang Kevin)

(Kevin mulai memutar filmnya)

PUTRI

Jangan tidur!.

(Kevin menghela napas panjang lagi)

(Putri tersenyum geli)

(Mereka terdiam menikmati film)

(Dipertengahan film, Kevin terlelap dipangkuan Putri)

(Putri mencoba bergerak tapi takut membangunkan Kevin)

(Putri menatap wajah Kevin)

(Sampai film usai posisi mereka tidak berubah)

(Dengan hati-hati Putri memutar film kembali dari awal(

(Putri terlelelap)

CUT TO

Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar